Desa Penglipuran merupakan salah satu desa wisata tradisional yang sangat populer bagi wisatawan saat berkunjung ke Bali. Banyak keunikan dan keindahan yang bisa Anda temukan saat mengunjungi salah satu tempat wisata terbaik Bali ini.
Selain menawarkan kehidupan adat Bali asli, desa ini juga memilik keunikan dari arsitekturnya yang masih terjaga. Luasnya sekitar 112 hektar yang terbagi menjadi beberapa kawasan seperti pura, kawasan penduduk, dan kawasan adat.
Anda dapat belajar sekaligus berwisata ketika berlibur di Desa Penglipuran, untuk tahu lebih banyak simak ulasan berikut ini
Seklias Tentang Desa Penglipuran
Desa penglipuran merupakan desa tradisonal yang terletak di Bangli yang masih sangat menjaga sistem adat dan budaya asli Bali. Hal ini terlihat dari gaya arsitektur serta tata letak bangunannya yang juga jadi ciri khas utama dari desa ini.
Gaya arsitektur dan pengaturan tata letak setiap bangunan di desa ini masih mengikuti aturan adat dan budaya Bali. Jadi jangan kaget ketika Anda berkunjung mulai dari pagar, gerbang, hingga rumah memiliki desain yang hampir sama.
Jalanan yang ada di sepanjang desa juga ditata dengan rapi sehingga tidak terlihat seperti desa pada umumnya. Faktanya keindahan dan keunikan Desa Penglipuran sudah terkenal sejak tahun 1995 dimana desa ini dijadikan model desa wisata Indonesia.
Bahkan pada tahun 2017, desa ini mendapat penghargaan dari UNWTO sebagai “Desa Wisata Terbaik di Dunia”. Ada banyak hal yang bisa Anda pelajari dan temukan di desa ini, karena itulah tempat ini jadi salah satu destinasi study tour terkenal di Bali.
Jam Buka Desa Penglipuran
Desa Penglipuran memiliki jam operasional bagi para wisatawan yang ingin datang berkunjung. Mulai dari pukul 08.00 WITA sampai dengan pukul 17.00 WITA setiap harinya.
Namun jika Anda ingin menginap di rumah-rumah warga, Anda tetap bisa menikmati suasana malam di Desa ini. Suasana tenang, asri, dan nyaman akan terasa berbeda dengan kunjungan Anda di siang hari.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Desa Penglipuran adalah saat bulan Desember saat banyak acara budaya berlangsung. Salah satunya adalah Penglipuran Village Festival yang menampilkan parade budaya khas Bali dan Penglipuran.
Anda juga bisa menikmati Tari Baris Sakral yang sudah sangat jarang terlihat. Saat pelaksanaan upacara-upacara adat pun bisa jadi waktu yang pas untuk Anda berkunjung ke Desa ini.
Aktivitas Seru Bersama Rombongan
Di Desa Penglipuran, Anda juga bisa melakukan kegiatan lain disamping berkeliling dan melihat-lihat desa. Sudah banyak fasilitas tour dan outbound atau kegiatan bersama rombongan yang bisa Anda lakukan di sini.
Kegiatan seperti bersepeda hingga camping sudah tersedia fasilitas yang memadai dari pihak pengelola. Aktivitas gathering atau outbound untuk team building pun bisa Anda pilih saat berada di Desa ini.
Dengan begitu Anda tidak hanya dapat belajar dan menikmati keindahan desa namun juga bisa tetap seru-seruan selama liburan. Tidak heran bila banyak biro perjalanan yang memasukan Desa Wisata Penglipuran ini kedalam paket wisata.
Udara sejuk Desa ini di ketinggian 700 meter diatas permukaan laut juga sangat pas untuk melakukan aktivitas tersebut. Anda benar-benar akan merasa refresh setelah berkunjung ke desa wisata satu ini.
Masih banyak hal menarik seperti festival budaya dan Taman Pahlawan yang bisa Anda temukan ketika mengunjungi Desa ini. Desa Penglipuran bisa jadi alternatif destinasi wisata yang tidak kalah dengan objek wisata lain seperti Pura Luhur Uluwatu.
Harga Tiket Masuk Desa Penglipuran Bali
Tiket masuk desa wisata Penglipuran ini termasuk sangat murah karena hanya berkisar antara Rp15.000,00 – Rp25.000,00 untuk wisatawan lokai. Biaya ini berbeda antara wisatawan asing dan lokal, lebih jelasnya cek tabel berikut:
Retribusi | Tarif |
---|---|
Wisatawan Lokal Dewasa | Rp25.000,00 |
Wisatawan Lokal Anak-anak | Rp15.000,00 |
Wisatawan Mancanegara Dewasa | Rp30.000,00 |
Wisatawan Mancanegara Anak-anak | Rp25.000,00 |
Penginapan di Desa Penglipuran | Mulai dari Rp375.000,00 per malam |
Parkir Motor | Rp2.000,00 |
Parkir Mobil | Rp5.000,00 |
Parkir Bus | Rp10.000,00 |
Harga terbaru yang tercantum di dalam tabel sewaktu-waktu dapat berubah tergantung kebijakan pihak pengelola desa wisata. Namun daftar ini bisa Anda jadikan acuan dan persiapan sebelum berangkat mengunjungi Desa Penglipuran.
Banyak juga wisatawan yang memanfaatkan paket liburan ke Bali dari biro perjalanan untuk bisa berlibur dengan lebih hemat. Pilihan paket bisa Anda sesuaikan dengan budget serta destinasi yang ingin Anda kunjungi sehingga liburan Anda semakin optimal.
Rute Menuju Lokasi Desa Penglipuran
Desa Penglipuran terletak di 45 km sisi utara Kota Denpasar, tepatnya di Jl. Penglipuran, Kubu, Kec. Bangli, Kabupaten Bangli. Dari Kota Denpasar Anda bisa mencapai Desa ini dalam waktu sekitar 1 jam saat keadaan jalan lancar menggunakan sewa innova reborn Bali.
Jika Anda berencana langsung berangkat dari Bandara Ngurah Rai, dari keluar tol Bali Mandara Anda bisa langsung masuk Jl. Bypass Ngurah Rai. Sesampainya di Patung Titi Banda, belok ke timur menuju Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.
Terus Ikuti jalan hingga Anda tiba di persimpangan Pantai Siyut lalu belok ke utara menuju Jl. Nusantara. Dari sini Anda sudah bisa melihat banyak petunjuk arah menuju Desa Penglipuran.
Agar lebih mudah gunakan saja bantuan dari Google Maps untuk menunjukan rute terbaik menuju Desa ini. Sehingga Anda tidak usah pusing mengingat jalan yang harus Anda lalui.
Daya Tarik Desa Penglipuran
Berikut ini beberapa daya tarik serta hal menarik yang bisa Anda dapatkan selama mengunjungi desa wisata budaya terbaik di Bali satu ini:
Filosofi Arsitektur
Bentuk bangunan di Desa Penglipuran yang seragam mencerminkan filosofi hidup harmonis antar manusia dan alam. Filosofi ini diwujudkan dalam bentuk bangunan dan tata letak desa yang seragam dan tidak merusak alam.
Keseragaman ini terlihat dari bangunan luar dan tata letak rumah warga yang sama. Bahan bangunan alami seperti bambu, bata, dan tanah liat masih banyak digunakan.
Gerbang unik yang disebut angkul-angkul hanya muat untuk satu orang dan melambangkan penghormatan kepada pemilik rumah. Satu trah keluarga biasanya membangun rumah saling berdekatan untuk menjaga keharmonisan dan kebersamaan.
Belajar Adat Istiadat Masyarakat
Masyarakat Desa Penglipuran masih memegang teguh adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari. Desa ini memiliki aturan adat yang tegas, seperti hukuman bagi pelanggar norma, termasuk pengasingan ke hutan bambu Karang Memadu bagi orang yang poligami.
Tata letak desa mengikuti konsep tri mandala, terbagi menjadi ruang utama, madya, dan nista. Ruang utama di utara desa adalah tempat suci dengan Pura Penataran Desa.
Ruang madya berisi perumahan warga yang terbagi dua oleh jalan desa. Sedangkan Ruang nista di selatan desa biasa difungsikan sebagai tempat pemakaman.
Menikmati Keindahan Desa
Desa Penglipuran memiliki keindahan yang luar biasa berkat adat istiadat dan kebudayaan Bali yang dijunjung tinggi. Jalan utama desa yang rapi dan bertingkat menawarkan pemandangan indah dari pintu masuk desa.
Desa ini dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia karena filosofi hidup harmoni dengan alam yang diterapkan. Pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur dan taman di rumah-rumah warga.
Bahkan beberapa rumah warga difungsikan sebagai tempat bersantai khusus untuk wisatawan. Anda juga bisa menikmati minuman khas Loloh Cemcem dan Tipat Cantok selama bersantai dan menikmati keindahan desa ini.