Makam Syekh Jumadil Qubro terletak di antara lereng pegunungan yang menawan makam ini memancarkan aura ketenangan dan kedamaian. Di balik bentuknya yang sederhana dan kompleks makam ini menyimpan kisah panjang tentang penyebaran Agama Islam di tanah Jawa dan menjadi daya tarik wisata religi yang memikat peziarah dari berbagai penjuru Indonesia.
Lihat juga tempat wisata di jogja
Anda penasaran apa saja yang perlu diketahui ketika berkunjung ke makam Syeh Jumadil Kubro, berikut ini salsawisata.com akan menjelaskan secara lebih rinci.
Menelusuri Jejak Sejarah Syekh Jumadil Kubro
Sosok Syekh Jumadil Kubro masih diselimuti misteri. Konon, beliau merupakan salah satu penyebar agama Islam di Jawa sebelum era Wali Songo. Beliau diyakini sebagai guru dari Syekh Maulana Malik Ibrahim, kakek dari Sunan Gresik, salah satu Wali Songo yang ternama.
Meskipun minim informasi sejarah yang pasti, keberadaan Syekh Jumadil Kubro diabadikan dalam berbagai versi cerita rakyat dan legenda. Keberadaannya di Jawa dipercaya membawa pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Menjelajahi Kompleks Makam yang Penuh Makna
Memasuki kompleks Makam Syekh Jumadil Kubro, pengunjung akan disambut dengan suasana tenang dan asri. Dihiasi dengan pepohonan rindang dan taman yang terawat, kompleks ini menawarkan atmosfer yang menyejukkan jiwa.
Bangunan utama makam terbuat dari batu bata dengan arsitektur tradisional Jawa yang sederhana namun memancarkan keanggunan. Di dalam bangunan ini, terdapat kijing pusara Syekh Jumadil Kubro yang dikelilingi oleh pagar besi. Di sekitar makam, terdapat pula beberapa makam lain yang diyakini sebagai pengikut atau keturunan Syekh Jumadil Kubro.
Bagi peziarah, momen ziarah di Makam Syekh Jumadil Kubro bukan hanya tentang memanjatkan doa, tetapi juga tentang merenungkan nilai-nilai spiritualitas dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Pengunjung dapat merasakan ketenangan dan kedamaian di tempat ini, jauh dari hiruk pikuk dunia luar.
Berburu Keindahan Alam Sekitar
Selain wisata religi, Makam Syekh Jumadil Kubro juga menawarkan keindahan alam yang memukau. Pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan yang hijau dan asri, serta udara segar yang menyehatkan. Tak jarang, peziarah juga menyempatkan diri untuk mendaki bukit di sekitar kompleks makam untuk mendapatkan pemandangan yang lebih indah.
Bagi pecinta fotografi, Makam Syekh Jumadil Kubro menjadi spot foto yang menarik. Arsitektur tradisional Jawa yang unik, dipadukan dengan panorama alam yang indah, menghasilkan foto-foto yang instagramable.
Menuju Lokasi Makam Syekh Jumadil Kubro
Jarak: Sekitar 23,9 Km dari Tugu Jogja
Wilayah: Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kategori: Wisata Religi
Akses:
- Kendaraan Pribadi: Rute tercepat dari Tugu Jogja adalah melalui Jalan Kaliurang ke arah utara. Ikuti jalan tersebut hingga melewati Pasar Cebongan, kemudian belok kanan menuju Jalan Kaliurang Timur. Lanjutkan perjalanan hingga melewati Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Candi Prambanan. Sekitar 5 km setelah Candi Prambanan, terdapat papan petunjuk arah menuju Makam Syekh Jumadil Kubro. Ikuti papan petunjuk tersebut hingga tiba di lokasi.
- Angkutan Umum: Pengunjung dapat menggunakan bus Trans Jogja koridor 2B (Janti – Prambanan) dan turun di halte Candi Prambanan. Dari sana, lanjutkan perjalanan dengan ojek atau angkutan desa menuju Makam Syekh Jumadil Kubro.
Fasilitas di Makam Syekh Jumadil Kubro
- Area parkir: Tersedia area parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
- Toilet: Tersedia toilet umum yang bersih dan terawat.
- Warung makan: Di sekitar kompleks makam terdapat beberapa warung makan yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman.
- Tempat duduk: Tersedia beberapa tempat duduk untuk pengunjung beristirahat.
Jam Operasional dan Tiket Masuk
Buka : 24 Jam
Hari Operasional: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu
Tiket Masuk:
- Per Orang: Rp. 5.000
Tarif Parkir:
- Motor: Rp. 3.000
- Mobil: Rp. 5.000
Tips Berkunjung
- Waktu terbaik untuk berkunjung: Pagi hari atau sore hari saat cuaca tidak terlalu panas.
- Pakaian: Gunakan pakaian yang sopan dan tertutup saat berkunjung ke kompleks makam.
- Perlengkapan: Bawalah air minum dan payung atau topi untuk melindungi diri dari cuaca panas.
- Adab: Jagalah kesopanan dan ketenangan selama berada di kompleks makam.
- Donasi: Pengunjung dapat memberikan donasi sukarela untuk membantu perawatan kompleks makam.