Tidak sedikit destinasi wisata di Sumatera Barat terkenal dengan asal-usul dari sebuah kisah. Selain Danau Toba yang punya cerita legendaris, ada pula Danau Maninjau dengan sejarahnya yang amat kental.

Dibalik cerita sejarah yang fenomenal, seperti biasa Tanah Minangkabau selalu merangkum keindahan alamnya. Wisata danau ini menyimpan pesona alam yang menyejukkan mata.

Terlebih lokasinya berada tepat di jantung Kabupaten Agam dimana populer dengan Sembilan Nagari atau desa adat di selingkar danau ini. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai wisata bahari ini, simak penjelasan berikut ini.

Sekilas Tentang Danau Maninjau

pemandangan Danau Maninjau

Danau Maninjau adalah obyek wisata yang menyajikan panorama alam yang mempesona. Hamparan lautan terbentang luas sebesar 100 km persegi. Kedalamannya sangat tinggi mencapai 105 meter.

Saking luasnya, pengelola wisata menobatkan danau ini sebagai danau terluas nomor sebelas di Indonesia. Taman rekreasi air ini berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 460 meter persegi.

Menurut kacamata keilmuan, danau ini terbentuk sebagai akibat dari erupsi vulkanik Gunung Sitinjau yang telah terjadi selama kurang lebih 52.000 tahun yang lalu. Mulanya dari sebuah Kaldera yang terbentuk sangat luas hingga kemudian berkembang menjadi sebuah danau.

Danau ini memiliki air yang berlimpah hingga menjadi sumber air bagi sebuah sungai besar. Sungai tersebut bernama Batang Sri Antokan. Sehingga para warga memanfaatkan sungai ini menjadi sebuah PLTA Maninjau.

Harga Tiket Masuk Danau Maninjau

Kesempurnaan panorama alam danau ini rupanya bisa Anda nikmati dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan rasanya harga tiket yang Anda bayarkan seolah tidak sebanding dengan kenikmatan yang pengunjung peroleh.

Bagi yang membawa kendaraan sendiri, siapkan juga biaya parkirnya. Detail harga tiket masuk obyek wisata ini adalah sebagai berikut.

Retribusi Tarif
Tiket Masuk Rp3.000,00
Parkir Mobil Rp10.000,00
Parkir Motor Rp5.000,00

Rute Menuju Lokasi Danau Maninjau

lokasi danau maninjau

Alamat wisata danau ini berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dari Kota Bukit Tinggi, wisatawan akan menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Namun bila berangkat dari Padang, Anda memerlukan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Dari Bukit Tinggi bisa menggunakan bus umum atau menyewa kendaraan. Sewa kendaraan bisa melalui rental mobil Camry Padang. Sebaiknya Anda menggunakan jasa sopir sebab akses jalan menuju destinasi ini masih kurang memadai. Jalannya berkelok-kelok berjumlah 44 buah.

Fasilitas Danau Maninjau

warung Danau Maninjau

Meski sebagai wisata alam, tempat rekreasi ini tetap menyajikan beberapa fasilitas untuk mendukung keperluan pengunjung. Sebut saja seperti toilet dan kamar mandi yang tersedia cukup layak.

Karena dekat dengan pemukiman penduduk, Anda bisa mampir ke warung-warung makan terdekat untuk menyantap hidangan kuliner khas Padang. Sayang sekali bila ke Sumatera Barat, Anda tidak menikmati Nasi Padang yang terkenal sedap cita rasanya.

Area parkir danau ini cukup luas dan bisa menampung kendaraan para wisatawan. Ada juga mushola untuk wisatawan yang ingin melakukan ibadah sholat. Beberapa tempat duduk tersebar di taman tepi danau sebagai kawasan bersantai.

Terakhir, sudah pergi jauh-jauh ke Sumatera, maka bawa buah tangan untuk sanak saudara di kampung halaman. Aneka oleh-oleh khas Padang dapat Anda beli di para penjual kaki lima atau toko souvenir terdekat.

Daya Tarik Danau Maninjau

Wisata Danau memiliki daya tarik tidak hanya dari keindahan alam saja, tetapi kisah legendanya yang menjadi cerita rakyat. Berikut adalah daya tarik yang wajib Anda telusuri saat berkunjung ke taman rekreasi air ini.

Pesona Danau Maninjau

gunung Danau Maninjau

Tempat wisata Padang ini menawarkan pemandangan alam yang sempurna. Panorama pegunungan dan perbukitan mengelilingi danau ini. Hamparan air danau sangat jernih berwarna biru.

Banyak pohon rindang tumbuh di sekitar danau ini dan lokasinya yang berada di dataran tinggi menghadirkan suasana yang meneduhkan. Hanya duduk dan menyaksikan keindahan air danau sudah bisa menenangkan jiwa dan pikiran.

Legenda Danau Maninjau

Ada legenda fenomenal mengenai danau ini bernama Bujang Sembilan. Dulunya terdapat kisah 10 bersaudara kakak beradik dimana 9 orangnya bujang dan seorang sisanya adalah gadis.

Alkisah sang gadis sedang menjalin hubungan kasih dengan seorang pemuda desa bernama Sigiran. Karena sembilan saudara laki-laki dari gadis tersebut tidak menyetujui hubungan percintaan adiknya, sehingga muncul sebuah fitnah dari para saudaranya.

Fitnah tersebut membuat masyarakat emosi sehingga dua kekasih tersebut ingin membuktikan kesucian diri mereka dengan menceburkan diri ke kawah Gunung Sitinjau. Jika mereka bersalah, maka tidak akan terjadi bencana. Namun bila pasangan tersebut tidak bersalah, terjadilah Gunung Meletus.

Setelah menceburkan diri ke danau, terjadilah bencana gunung meletus. Kesembilan bujang yang punya hati jahat berubah menjadi ikan dan menjadi penghuni kawasan Danau Maninjau. Cerita tersebut menjadi legenda turun-temurun hingga saat ini.

Taman Muko-Muko

taman muko muko

Spot yang menarik perhatian para wisatawan untuk datang adalah Taman Muko-Muko. Taman ini berada di dekat PLTA. Area ini memang pesona yang cantik sehingga banyak wisatawan berfoto di spot Instagramable ini.

Di pinggir danau berhias taman dengan rerumputan warna hijau. Tumbuh-tumbuhan warna-warni menghiasi pemandangan sekitar danau. Ada pula undakan pendek yang di belakangnya terdapat tulisan “Taman Muko-Muko”

Sembilan Nagari

Di tepi danau, terdapat pemukiman penduduk yang bernama Sembilan Nagari. Sembilan Nagari ini merujuk pada desa adat yang berjumlah sembilan wilayah. Masing-masing daerah menyajikan pesona desa wisata yang beraneka ragam.

Masing-masing daerah menawarkan keistimewaannya masing-masing. Misalnya seperti Desa Wisata Kota Malintang yang paling dekat pemukimannya dengan danau ini. Di desa ini, pengunjung akan menjumpai tradisi Balanggae.

Tradisi Balanggae adalah warga yang tidak punya pohon durian hanya bisa memetik durian pada pukul 4-6 pagi saja. Kawasan ini memang penghasil durian terbesar. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi durian Kota Malintang sebagai makanan khas Padang juga.

Museum Buya Hamka

museum buya hamka

Ketika sudah singgah ke danau ini, jangan lupa untuk mampir ke Museum Buya Hamka. Siapa yang tidak kenal dengan tokoh Melayu yang terkenal dengan karya sastranya. Anda bisa menelusuri sosok inspiratif ini dengan datang ke museum.

Museum ini menyerupai rumah Buya Hamka sendiri. Berbagai koleksi buku-buku dan barang-barang Buya Hamka terpajang sebagai benda berharga yang dilindungi negara.

Jam Operasional Danau Maninjau

Danau Maninjau dapat Anda kunjungi kapan saja. Sebab wisata ini beroperasi setiap hari dari Senin hingga Minggu. Jam operasionalnya buka selama 24 jam. Jadi Anda bisa menyesuaikan waktu luang Anda untuk datang.

Taman rekreasi air ini sangat ramai pengunjung, khususnya pada akhir pekan. Tak hanya para wisatawan domestik saja, tetapi turis mancanegara juga berlomba-lomba hadir untuk mengobati rasa penasaran akan keindahan danau ini.

Jika Anda dari Jawa dan berminat untuk travelling ke danau ini, gunakan paket wisata tour dari Salsa Wisata. Selengkapnya langsung saja cek website atau hubungi kami segera!

 

Bagikan Artikel Ini Ke: