Maluku dari zaman dahulu sudah terkenal dengan rempah-rempahnya. Jelas, ini juga mempengaruhi berbagai jenis kuliner yang ada di Maluku seperti pada makanan khas Maluku tradisional yang ada di artikel ini.
Semua makanan khas ini memiliki cita rasa yang legendaris. Beberapa di antaranya mungkin sudah cukup sulit untuk Anda dapatkan akibat modernisasi. Tapi, bukan berarti Anda tidak bisa mencicipinya.
Manfaatkan saja layanan rental mobil terdekat dari Salsa Wisata untuk menjelajah wisata kuliner khas Maluku ini. Selain bisa puas kulineran, Anda juga bisa bebas mengunjungi berbagai destinasi menarik di Maluku dan sekitarnya
Daftar Makanan Khas Maluku yang Tekrenal
Jumlah makanan khas di Maluku yang terkenal tentu ada banyak sekali. Tapi, untuk memulai perjalanan wisata kuliner di pulau ini, Anda bisa memulainya dengan makanan khas berikut ini:
Gohu Ikan
Jika di Jepang ada sashimi, maka di Maluku ada gohu ikan. Tidak jauh berbeda dengan sashimi, gohu ikan merupakan hidangan dengan bahan dasar ikan mentah. Bedanya ada pada penyajian dan bumbu rempahnya.
Adapun ikan yang untuk membuat kuliner khas ini adalah ikan cakalang dan ikan tuna. Masyarakat Maluku sangat menyukai kedua ikan tersebut untuk sajian gohu ikan karena keduanya memiliki daging empuk.
Adapun pengolahannya adalah dengan memilih ikan yang masih segar terlebih dahulu. Kemudian bersihkan ikan dan pisahkan antara daging, duri dan kulitnya. Jika sudah tersisa dagingnya, potong dadu kecil-kecil.
Taruh potongan daging ikan tersebut ke dalam wadah. Lumuri potongan daging dengan perasan jeruk lemon dan garam. Ini akan membuat daging ikan terasa segar. Tambahan juga daun kemangi untuk aroma lebih harum.
Setelah itu, diamkan beberapa saat sampai perasan jeruk lemon dan garam menyerap ke dalam daging ikan. Jika sudah, maka sajian gohu siap untuk Anda nikmati.
Jika Anda belum terbiasa memakan ikan mentah, mungkin rasanya sedikit aneh. Tapi, jika sudah beberapa kali mencobanya, maka rasa dari daging ikan segar justru enak di lidah dan tentu saja lebih sehat dari olahan lain.
Papeda
Daftar kedua di makanan khas Maluku utara adalah papeda. Iya, makanan berbahan sagu ini berasal dari dua pulau yakni Maluku dan Papua. Jadi, jika Anda menyebut papeda berasal dari Papua, itu juga tidak salah.
Papeda merupakan makanan tradisonal yang banyak peminatnya di Maluku. Makanan tradisional ini bahkan sangat legendaris hingga membuat orang luar Maluku pun ingin mencicipinya.
Makanan pokok khas Maluku ini memiliki tekstur sedikit lengket dan berbahan dasar tepung sagu. Cara pengolahannya hampir sama dengan bubur hanya saja lebih kental dan lengket. Warnanya juga masih alami yakni warna putih.
Untuk rasanya juga tawar karena papeda sebenarnya adalah pengganti nasi. Tapi, papeda lebih kaya akan serat rendah kalori yang baik untuk kesehatan. Belum lagi masih banyak kandungan nutrisi baik lainnya.
Masyarakat Maluku biasanya menyantap hidangan ini menggunakan sepasang sumpit. Sedangkan untuk pendamping papeda ini bisa beraneka ragam sesuai selera, terutama hidangan berkuah.
Ikan Asar
Masakan khas Maluku selanjutnya ada ikan asar. Ikan asar atau ikan asap merupakan salah satu makanan favorit orang Maluku. Seperti namanya, proses pembuatan makanan ini adalah dengan pengasapan.
Kelebihan dari proses ini adalah daging ikan mampu bertahan lebih lama ketika Anda simpan. Selain itu, rasanya juga lebih nikmat dengan daging yang matang sempurna di semua lapisan.
Biasanya hidangan ini menggunakan ikan cakalang dan ikan tuna sebagai bahan dasar utamanya. Proses pengasapannya bisa memakan beberapa waktu agar rasanya mantap dan daging matang sempurna.
Untuk penyajiannya, ikan asap bisa Anda makan dengan nasi putih pulen yang hangat, papeda atau kasbi. Papeda dan kasbi ini pengganti nasi. Tambahkan sambal colo colo untuk menambahkan cita rasa khasnya.
Perpaduan rasa ini benar-benar juara di lidah, bukan hanya untuk warga Maluku saja, tetapi ini cocok untuk lidah orang Indonesia. Anda bisa menyantapnya sebagai menu makan siang atau malam.
Kasbi Komplet
Mengunjungi Maluku tidak akan lengkap tanpa mencoba kulinernya yang bernama kasbi komplet. Kasbi merupakan olahan singkong sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Ya, fungsinya sama dengan papeda.
Ini karena masyarakat Maluku sebagian besar memang tidak mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Sebagai gantinya, mereka mengandalkan sagu serta singkong termasuk olahan keduanya seperti papeda dan kasbi.
Kasbi memiliki rasa sama seperti papeda yakni tawar. Oleh sebab itu dalam menikmatinya harus ada makanan pendamping. Makanan pendamping ini bisa beraneka ragam sesuai dengan selera.
Nah, penyajian kasbi dengan aneka lauk pauk ini kemudian warga Maluku menyebutnya sebagai Kasbi Komplet. Di dalam kasbi komplet ini juga bisa terdiri dari singkong rebus, ubi rebus atau keladi rebus beserta lauknya.
Ada yang menyukai kasbi komplet dengan lauk berupa ikan bakar bumbu rica, kohu kohu ikan puri dan kangkung bunga pepaya. Bagi pecinta sayur jantung pisang, Anda juga bisa menikmatinya dengan kasbi.
Untuk menambahkan cita rasa pedas, tambahkan sambal colo colo. Kasbi komplet dengan lauk pedas cocok sekali untuk Anda nikmati di siang atau malam hari. Apalagi saat kasbi masih dalam keadaan hangat.
Nasi Lapola
Nasi Lapola sudah tentu ada di daftar kuliner khas Maluku karena cita rasa khasnya yang tiada duanya. Memang masyarakat Maluku jarang makan nasi, tapi itu bukan berarti mereka sama sekali tidak makan nasi.
Nasi Lalopa berbahan dasar beras, kacang tolo dan parutan kelapa muda. Perpaduan bahan dasar ini menciptakan rasa unik yang enak di lidah. Ya, nasi yang satu ini memiliki rasa, tidak tawar karena perpaduan tersebut.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pada saat proses memasaknya sebaiknya gunakan api kecil. Tunggu hingga nasi terasa pulen dan bertekstur lembut.
Untuk menambahkan rasa, ada yang menambahkan bumbu rempah. Ada juga yang menambahkan lauk dan lalapan. Lauk yang pas untuk nasi lalopa ini bermacam-macam tergantung selera.
Adapun bagi pecinta pedas, Anda bisa menambahkan sambal colo colo. Sambal khas ini memang cocok dengan beragam makanan dan masakan khas Maluku.
Ikan Kuah Pala Banda
Jika Anda berlibur ke Maluku bersama rombongan, manfaatkan layanan sewa bus pariwisata dan jelajahi kuliner ikan kuah pala banda. Menu makanan ini adalah bukti kekayaan laut pulau Maluku.
Seperti namanya, ini adalah makanan khas dari daerah Kepulauan Banda yang berada di Maluku Tengah. Masakan ini berbahan dasar ikan kerapu atau ikan kakap. Kedua ikan ini memiliki daging yang padat dan lembut.
Selain sebagai bukti kekayaan laut, masakan khas Maluku yang satu ini juga bukti dari kekayaan rempah-rempah Maluku. Ya, Anda membutuhkan banyak bumbu rempah untuk membuat ikan kuah pala banda.
Masakan ini memiliki rasa pedas dan asam yang berasal dari cabai dan perasan jeruk nipis. Kuahnya sendiri berwarna kuning alami dari bumbu rempah yang ada di dalamnya seperti kunyit.
Untuk toppingnya, Anda bisa menambahkan potongan tomat dan daun kemangi sebagai penambah aroma. Makanan ini paling enak untuk Anda santap di siang hari atau sebagai menu makan malam.
Untuk menu pendampingnya, Anda bisa menambahkan nasi putih hangat, ulang ulang dan sambal bakasang. Adapun untuk minumnya, bisa dengan es teh, teh hangat atau air putih.
Halua Kenari
Menjelajahi wisata Indonesia, memang tak lengkap jika tidak menginjakkan kaki di Maluku. Apalagi kulinernya yang bernama Halua Kenari. Makanan khas ini berasal dari Maluku Utara.
Halua Kenari berbahan dasar kacang kenari dan gula merah untuk menambahkan rasa manis secara alami. Kenari sendiri kaya akan protein dan bahkan mampu menurunkan risiko terjadinya kanker payudara.
Untuk proses pembuatannya adalah dengan mencampurkan kacang kenari dan gula merah. Setelah itu, tuang campuran gula dan kenari tersebut ke dalam wadah atau cetakan. Selanjutnya, diamkan selama beberapa waktu.
Setelah mengeras, potong camilan ini sesuai dengan ukuran yang Anda inginkan. Camilan ini cocok Anda makan dengan teh hangat atau kopi. Rasa manisnya khas dan kenarinya juga renyah.
Jika Anda memiliki jiwa bisnis, maka makanan ini juga cocok untuk menjadi oleh-oleh. Oleh sebab itu, bagi Anda yang memilih paket wisata Maluku Utara, pastikan untuk membeli halua kenari sebagai buah tangan.
Sambal Colo Colo
Makanan khas Maluku tengah tidak hanya makanan maupun camilan saja tapi juga pada sambal. Sambal colo-colo merupakan menu pendamping dari setiap sajian yang ada di Maluku dan salah satu yang terenak.
Keunikan citarasanya membuat sambal ini menjadi sambal favorit masyarakat Maluku. Apalagi mereka juga bisa berkreasi secara bebas sesuai selera dalam membuatnya. Tapi, untuk membuatnya ada beberapa bahan utama yang wajib ada.
Bahan utama tersebut seperti tomat, bawang merah, cabai rawit dan jeruk nipis. Ada juga yang menambahkan kecap untuk menambahkan rasa gurih. Anda juga bisa menambahkan daun kemangi untuk menguatkan aromanya.
Menu yang paling cocok dengan sambal colo-colo ini adalah menu ikan-ikanan atau daging-dagingan baik goreng maupun bakar. Anda bisa mencocol daging ikan dengan sambal ini. Rasanya tentu saja pedas nikmat.
Acar Kuning
Makanan khas daerah Maluku berikutnya ada acar kuning. Jika acar pada umumnya berbahan dasar mentimun, wortel dan daun bawang maka di sini berbeda. Acar kuning sendiri berbahan dasar rebung.
Tapi, itu bukan berarti Anda tidak bisa menambahkan menu acara pada umumnya seperti mentimun dan wortel. Jadi, selain rebung Anda juga bisa menambahkan bahan acara lain.
Misalnya tambahkan cabai merah, rebung, bawang merah, kecipir muda, mentimun, wortel, nanas dan daun salam. Proses pembuatannya adalah dengan menumis semua isian acar tersebut.
Acar kuning bukanlah menu utama dalam sajian, melainkan menu pelengkap. Sehingga dalam proses pembuatannya Anda bisa menambahkan ikan, daging sapi, daging ayam atau bahkan telur ayam.
Tentu ini tergantung selera penyajiannya. Tapi yang pasti, acar kuning ini cocok untuk Anda konsumsi dengan nasi putih. Anda bisa menikmati nasi dan menu acar kuning di sembarang waktu baik pagi, siang atau malam.
Kohu Kohu
Secara tampilan, makanan tradisional khas Maluku yang satu ini mirip dengan urap dari Jawa atau Sunda. Tapi, kohu kohu sedikit berbeda terutama dari isi dan cara penyajiannya.
Pada menu kohu kohu, Anda tidak perlu memasak sayurnya terlebih dahulu. Ya, kohu kohu menggunakan sayur mentah sebagai bahan utamanya dan parutan kelapa sebagai bumbunya.
Adapun sayurnya terdiri dari toge, kacang panjang dan daun kemangi. Anda cukup campurkan sayur mentah tersebut dengan bumbu kelapa ini. Ini adalah menu kohu kohu yang sederhana.
Walau kohu kohu berbahan dasar utama sayur, bukan berarti Anda tidak bisa menambahkan bahan lain berupa daging ikan. Ya, Anda bisa menambahkan suwiran daging ikan cakalang asap di kohu kohu.
Agar rasanya lebih nikmat, tambahkan juga irisan bawang merah dan perasan jeruk lemon. Baik kohu kohu original dengan sayur saja atau dengan menambahkan suwiran daging ikan, keduanya memiliki rasa enak.
Kue Suami Khas Maluku
Nama kuliner khas Nusantara ini sangat unik, ya namanya suami. Aslinya makanan tradisional ini berasal dari Ambon dengan bahan dasar berupa ubi parut.
Tapi, nama suami ini sampai sekarang pun tidak ada yang tahu awal mulanya bagaimana. Jelasnya, banyak masyarakat Ambon yang menyukai makanan bernama suami ini.
Proses pembuatannya sendiri cukup mudah. Ubi yang sudah Anda parut sebelumnya, rendam dengan air bersih. Kemudian peras dan kukus. Setelah matang, ubi ini siap untuk hidangan.
Biasanya, cara penyajiannya adalah dengan membentuk parutan ubi menyerupai kerucut. Untuk rasanya sendiri yang paling sering adalah dengan menambahkan gula atau tambahan kelapa.
Ada juga rasa original yang artinya tidak ada penambahan rasa apapun. Tapi rasa original ini justru banyak yang menyukainya. Sampai ada festival makan suami di Maluku.
Bubur Ne
Makanan tradisional khas Maluku selanjutnya masih berhubungan dengan sagu. Masyarakat Maluku memang menyukai sagu dalam aneka olahan.
Sagu bisa mereka olah menjadi makanan yang tanpa rasa seperti papeda atau rasa manis seperti bubur ne ini. Ya, bubur ne berbahan dasar sagu yang mereka buat dengan bentuk bulatan kecil-kecil.
Awalnya, buatlah beberapa adonan sagu. Campurkan beberapa pewarna makanan pada adonan seperti warna hijau, merah atau putih. Satu adonan, satu warna sehingga nantinya ada beberapa warna adonan sagu.
Setelah itu, buatlah bulatan kecil-kecil dari masing-masing adonan. Selanjutnya adalah rebus bulatan kecil warna-warni tadi sampai matang dan kenyal. Langkah terakhir adalah meniriskan sampai air rebusan hilang.
Di sini, belum menjadi bubur tapi masih isian utamanya. Untuk menjadikannya bubur ne, Anda membutuhkan kuah santan yang terbuat dari kelapa segar, gula merah atau pasir dan daun pandan.
Ambil wadah dan ambil bulatan sagu yang sudah matang tadi. Siramkan kuah santan di atasnya dan bubur ne sudah siap untuk Anda hidangkan.
Untuk penyajiannya ada dua cara. Pertama, sajikan dalam keadaan hangat yang cocok di saat cuaca sedang dingin. Kedua, Anda bisa memberinya es batu hingga bubur ne terasa dingin yang cocok untuk sajian di siang hari.
Gatang Kenari
Salah satu makanan khas Maluku tenggara berikutnya datang dari Ternate bernama gatang kenari. Makanan khas ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi masyarakat Ternate karena bahan dasarnya.
Ya, bahan dasarnya adalah kepiting kenari atau ketam kenari. Binatang ini secara resmi memiliki perlindungan pemerintah. Oleh sebab itu, jika ada yang mengolahnya perlu izin terlebih dahulu.
Ketam kenari sendiri adalah kepiting darat yang mampu memetik kelapa dan mengupasnya. Bukan hanya itu, keunikan lain terdapat pada ukuran dan bentuk tubuhnya yang tergolong besar.
Nah, sebelum ada perlindungan itu masyarakat Ternate masih menggunakan ketam kenari sebagai bahan dasar makanan khas. Kenari mereka olah dengan aneka bumbu khas.
Rasanya manis, asam, gurih dan tentu saja nikmat dengan kuah saus merah. Adapun daging dari kenari ini sangat empuk dan cukup banyak dalam satu porsi.
Tapi, mungkin saati ini sudah sulit menemukan masakan gatang kenari yang menggunakan kepiting kenari asli. Sebagai penggantinya, ada yang membuat hidangan ini menggunakan kepiting laut.
Untuk rasa masakannya tidak jauh berbeda tentu saja karena bahan rempah yang mereka gunakan juga sama. Hanya beda di bahan utamanya, yakni dengan kepiting laut.
Tentu saja, rasa kepiting laut juga tidak kalah enak. Apalagi yang berukuran besar dengan jumlah daging yang lebih banyak. Kepiting laut memiliki tekstur daging yang empuk dan nikmat.
Kue Asida
Kue Asida merupakan kue tradisional khas Maluku yang konon inspirasinya berasal dari budaya Timur Tengah. Oleh sebab itu, camilan yang satu ini tidak selalu ada kecuali pada saat bulan Ramadhan.
Masyarakat Maluku menyajikan kue asida sebagai salah satu menu berbuka puasa atau takjil. Tapi, sebelum ini kue atau ada juga yang menyebutnya dodol asida itu adalah sajian khusus para raja di zaman dulu.
Bahan dasar untuk membuat kue asida adalah dengan tepung gandum atau ada juga yang menggunakan tepung terigu. Pertama campurkan bahan seperti gula merah, air, daun pandan, biji kapulaga garam dan mentega.
Panaskan dalam wadah hingga mendidih. Setelah mendidih, saring dan ambil airnya saja. Campurkan air tersebut dengan tepung untuk membuat adonan seperti adonan kue pada umumnya.
Cara mencampurkan adonan dengan air gula tadi di atas wadah yang Anda panaskan dengan api. Aduk sampai adonan rata dan matang. Setelah menyatu antara air gula dan adonan, angkat dan biarkan sebentar.
Selanjutnya adalah membentuk adonan seperti gunung dengan memberikan cekungan pada bagian pucuknya. Tuangkan mentega pada cekungan yang ada di pucuk adonan.
Kue asida pun siap untuk Anda sajikan sebagai menu takjil atau camilan di pagi, siang maupun sore hari. Rasanya manis dengan tekstur yang lembut membuatnya banyak yang menyukainya, apalagi anak-anak.
Lapis Palaro
Jika hanya melihat namanya, mungkin Anda mengira salah satu makanan khas dari Maluku ini adalah kue lapis. Sayangnya, lapis palaro bukanlah kue lapis, melainkan sajian lezat dengan daging.
Lapis palaro berbahan dasar daging sapi dengan aneka bumbu rempah yang khas. Jika Anda lihat sekilas, mirip seperti gulai atau rendang. Tapi, di Maluku olahan daging ini cukup berbeda.
Bersihkan daging sapi dan iris daging sapi tipis. Tambahkan air, tepung maizena, gula pasir dan garam untuk membuatnya lebih empuk. Panaskan sampai daging lebih empuk dan mudah untuk Anda gigit.
Setelah itu, haluskan beberapa bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, jintan, pala, jahe dan cabai merah dan bumbu lainnya. Campurkan semua bumbu dan aduk hingga merata.
Masakan berbahan dasar daging ini paling enak untuk Anda makan dengan nasi putih. Ada juga yang menyantapnya dengan papeda atau olahan pengganti nasi lainnya.
Jika Anda sedang mencari wisata kuliner di Maluku, pastikan untuk mencoba mencicipi makanan yang enak ini. Anda bisa menyantapnya dengan nasi putih pulen yang hangat.
Bubur Sagu Ubi
Terakhir dari daftar makanan khas daerah Maluku ini adalah bubur sagu ubi. Seperti namanya, bubur ini menggunakan bahan baku berupa sagu dan ubi. Kemudian tambahkan gula merah sebagai pemanis alaminya.
Jika sedang mengunjungi wisata religi di Maluku, Anda bisa menemukan bubur ini saat bulan Ramadhan. Ya, ini adalah menu takjil yang sudah melegenda dari generasi ke generasi. Rasa manisnya memang cocok untuk berbuka.
Daging ubi yang lembut, dengan kuah kental yang berasal dari sagu serta gula merah, membuat makanan ini sangat nikmat. Jangan lupa tambahkan santan kelapa dan daun pandang sebagai topping.
Makanan khas ini bisa Anda nikmati dalam keadaan hangat yang cocok saat cuaca sedang dingin. Selain itu, bisa juga Anda nikmati dengan menambahkan es batu yang cocok saat cuaca sedang panas.
Tentu saja, selain daftar tersebut di atas, masih banyak menu makanan khas lain dari Maluku. Anda hanya perlu mengatur jadwal wisata ke Maluku untuk menjelajahi wisata kuliner tersebut di atas.
Pastikan perjalanan Anda aman dan nyaman dengan paket tour domestik dari Salsa Wisata. Ada banyak pilihan paket termasuk untuk wisata kuliner makanan khas Maluku yang enak di atas. Segera hubungi Salsa Wisata sekarang.