SalSari Resto & Coffee

Jakarta, sebagai ibukota bernuansa megah nan modern, serta penuh dengan taman hiburan, nyatanya juga masih menyimpan kenangan-kenangan yang berharga. Salah satunya adalah memori perjuangan Bangsa Indonesia yang berada di Museum Satria Mandala.

Jika Anda penasaran, atau ingin sekalian mengedukasi anak tentang sejarah Indonesia, Anda sekeluarga bisa mengunjungi museum ini. Dengan berbagai senjata, atribut ketentaraan, serta panji-panji yang berkibar, Anda akan merasa seperti kembali ke zaman peperangan.

Disini, Anda juga akan terpukau melihat berbagai jenis tank serta pesawat tempur. Sayangnya hanya ada sedikit kapal, karena kapal-kapal TNI AL berada di Museum Bahari di Jogja.

Jika Anda ingin pergi ke Jogja dengan harga murah, Anda bisa membeli paket wisata Jogja dari Salsa Wisata

Sejarah Museum Satria Mandala

taman Museum Satria Mandala

Soeharto meresmikan museum ini pada 5 Oktober 1972 dan memberikannya nama Satria Mandala. Nama Satria Mandala berasal dari Bahasa Sansekerta, artinya Lingkungan Keramat Para Kesatria.

Nama tersebut sangat cocok dengan tujuan museum ini, yaitu untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan, serta nilai-nilai luhur TNI. Pada saat itu, Brigjen TNI Nugroho Notosusanto menjadi perencana pelaksanaan pembangunan museum ini.

Sebelum menjadi museum, awalnya bangunan ini bernama Wisma Yaso dan berfungsi sebagai kediaman Ratna Sari Dewi Soekarno. Dewi Soekarno sendiri merupakan istri ke-5 Soekarno yang memiliki darah Jepang. Fakta menarik lainnya adalah, bahwa Bung Karno pernah dimakamkan disini, sebelum dipindahkan ke Bukit Tinggi.

Museum yang berdiri di tanah seluas 56.670 m² ini menyimpan berbagai perlengkapan, serta senjata keramat TNI dari tahun 1945. Museum ini juga memiliki 74 diorama yang merepresentasikan peranan TNI dalam membela negara serta melawan penjajah.

Fasilitas Museum Satria Mandala

fasilitas playground di Museum Satria Mandala

Museum ini menyediakan beberapa fasilitas seperti:

Beberapa warung dan penjual makanan juga tersedia. Ada juga toko suvenir yang menjual berbagai suvenir untuk dibeli sebagai buah tangan

Jam Buka Museum Satria Mandala

Jam Buka Pukul
Senin – Minggu 08.00 – 21.00 WIB

Lokasi Museum Satria Mandala

Museum ini terletak di Jl. Gatot Subroto No.14, RT.6/RW.1, Kuningan Barat, Mampang Prapatan,  Jakarta Selatan. Dari pusat kota Jakarta, Anda memiliki dua pilihan transportasi. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi, maupun kendaraan umum.

Jika Anda datang dari luar kota menggunakan pesawat, maka bisa memanfaatkan layanan rental mobil di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dari Salsa Wisata.

Di perjalanan pulang, Anda bisa main sebentar ke tempat wisata di sekitarnya. Ada Taman Tangkuban Perahu, Taman Mataram, serta Taman Langsat.

Harga Tiket Masuk Museum Satria Mandala

Untuk memasuki wisata sejarah Jakarta ini, harganya sangat terjangkau, yaitu:

Retribusi Tarif
Tiket Masuk Museum Rp5.000,00
Parkir Motor Rp3.000,00
Parkir Mobil Rp5.000,00

Daya Tarik Museum Satria Mandala

jet tempur Museum Satria Mandala

Wisata Sejarah

Setelah mengalami renovasi dan revitalisasi, museum ini terlihat semakin gagah dan terawat. Desain interiornya juga terlihat modern, berbanding terbalik dengan barang-barang peninggalan sejarah di dalamnya.

Diorama

diorama Museum Satria Mandala

Museum ini menyediakan 74 diorama yang menceritakan sejarah Indonesia dengan lengkap. Berawal dari diorama yang merepresentasikan upaya mencapai kemerdekaan. Lalu, diorama tentang masa revolusi, sampai diorama tentang upaya mempertahankan kemerdekaan dari Belanda.

Ada beberapa diorama dari peristiwa sejarah yang terkenal. Diorama Pertempuran Lima Hari di Semarang, Pertempuran Ambarawa, Bandung Lautan Api, dan masih banyak lagi.

Benda-Benda Peninggalan Sejarah

Pertama-tama, ada ruang panji-panji yang merupakan jantung museum ini. Ruangan ini menjelaskan awal mula berdirinya TNI, serta tujuan utama TNI dari tahun 1945 sampai detik ini.

Lalu ada barang-barang peninggalan tokoh-tokoh ternama, mulai dari foto-foto dokumentasinya, seragam serta atribut ketentaraannya, juga beberapa peninggalan lainnya. Ada barang-barang peninggalan Jenderal A. H. Nasution, H.M Soeharto, Jenderal Soedirman, Jenderal Oerip Soemohardjo.

Senjata

Museum ini mengoleksi senjata sejak zaman perang. Ada senjata tradisional milik negara kita sendiri, ada pula senjata-senjata dari hasil rampasan perang. 

Untuk senjata kita sendiri, ada trisula, keris, bambu runcing dan lainnya. Lalu senjata hasil rampasan perang, ada ranjau, torpedo, Senapan Garand, M-16, roket, rudal, dan meriam.

Kendaraan Tempur

Di area outdoor museum ini, berjajar rapi tank-tank besar, pesawat, serta helikopter. Ada beberapa kendaraan terkenal, seperti Pesawat Cureng yang dipakai Suharmoko Harbani saat mengebom markas-markas Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa.

Kebanyakan kendaraan tempur ini sudah tidak berfungsi lagi, tetapi tampilannya masih bagus dan gagah. Tidak hanya melihat-lihat, disini Anda juga dapat berfoto sambil menaiki kendaraan-kendaraan tempur tersebut.

Taman Soekarno

Setelah melihat-lihat serta menambah wawasan di dalam museum, Anda bisa nongkrong di Taman Soekarno. Taman ini terletak di bagian belakang museum.

Alasan taman ini bernama Soekarno adalah, karena dulunya Soekarno sering bersantai di taman ini bersama istrinya, yaitu Ratna Sari Dewi. Soekarno dan istrinya juga senang memberi makan ikan dan unggas di taman ini. Karena itu pula, sekarang pun taman ini juga memiliki kolam ikan.

Taman ini sangat asri dan indah, dengan air mancur, kolam ikan, kursi-kursi aesthetic, serta lampu-lampu yang nyala di sore hari. Di taman ini Anda bisa foto-foto, duduk-duduk di kursi-kursi yang disediakan ataupun memberi makan ikan.

Piknik

Kalau lapar, Anda juga tidak perlu kemana-mana karena di depan museum ada restoran bergaya piknik. Restoran ini menyajikan berbagai makanan kualitas premium. Mulai dari makanan khas nusantara, sampai makanan Itali seperti spaghetti. 

Menarik bukan? Dimana lagi kita bisa merasakan piknik di taman penuh pesawat tempur dengan latar gedung-gedung tinggi? Namun, karena tikar dan areanya terbatas, Anda harus reservasi tempat dulu sebelum datang kesini.

Kalau masih haus akan wawasan sejarah, pulang dari Museum Satria Mandala, Anda bisa berkunjung ke museum-museum lainnya. Salah satunya adalah Museum Kebangkitan Nasional yang hanya berjarak setengah jam dari Satria Mandala.

Manfaatkan layanan paket wisata murah dari Salsa Wisata untuk memudahkanmu liburan di ibu kota ini. Segala kebutuhan terkait perjalanan wisata sudah kami urus, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga tiket masuk wisata.



Bagikan Artikel Ini Ke:

5/5 - (10 votes)