Desa Trunyan termasuk salah satu desa unik yang wajib untuk Anda kunjungi saat berada di Bali. Masyarakat di desa ini memiliki adat dan budaya unik yang membuatnya istimewa.

Salah satunya seperti tradisi saat pemakaman yang berbeda dari kebiasaan masyarakat Bali pada umumnya. Selain itu, keindahan alam desa ini juga masih sangat terjaga dengan view apik Danau Batur.

Sehingga selain dapat belajar budaya unik Bali, Anda juga bisa tetap menikmati keindahan serta pesona alamnya yang khas. Semua keseruan tersebut bisa Anda nikmati melalui layanan paket wisata Bali dari biro perjalanan.

Sekilas Tentang Desa Trunyan

Pura Pancering Jagat Asal Usul Desa Trunyan

Desa Trunyan merupakan salah satu desa kuno Bali yang memiliki adat dan budaya unik di tepi Danau Batur Kintamani. Penduduk asli desa ini merupakan suku asli Bali yakni suku Bali Aga yang sudah menetap di Pulau Dewata sejak awal.

Cerita mengenai sejarah dan asal usul desa ini pun masih menjadi misteri karena banyak versi yang beredar. Namun yang pasti, aturan adat dari desa seluas 19.63 km persegi ini masih sangat kental dan cukup berbeda dari warga Hindu Bali pada umumnya.

Salah satunya dari tata cara pemakamannya yang tidak melakukan upacara ngaben tapi meletakkan jenazah di Sema. Meski hanya diletakkan di area sema, jenazah tersebut tidak mengeluarkan bau sama sekali.

Semua berkat pohon unik Taru Menyan yang juga menjadi asal usul nama Desa Trunyan ini. Pohon tersebut mampu mengeluarkan bau wangi yang membuat bau menyengat dari jenazah tidak tercium sama sekali.

Selain keunikan budayanya tersebut, keindahan dari gunung dan Danau Batur juga jadi daya tarik tersendiri tempat ini. Jadi sempatkan pula untuk mampir ke desa ini jika Anda sedang berada di Kintamani.

Harga Tiket Masuk Desa Trunyan

Tiket masuk Desa Trunyan sebenarnya gratis, tidak ada biaya sepeserpun. Namun untuk dapat mencapai lokasi desa dan tempat pemakaman, Anda perlu menyewa perahu motor atau perahu biasa untuk menyeberangi danau.

Retribusi Tarif
Tiket Masuk Gratis
Sewa Perahu Biasa Rp725.000,00 per 4 orang
Sewa Perahu Motor Rp925.000,00 per 4 orang

Biaya sewa perahu ini tentu lebih murah jika Anda datang bersama rombongan. Anda bisa minta tempat rental hiace Bali yang Anda pilih untuk membantu menyiapkan perjalanan Anda menuju tempat ini dengan lebih mudah.

Untuk ke desa ini, Anda hanya perlu membayar ongkos perahu. Masyarakat desa sebagai pengelola wisata ini, menyediakan dua jenis perahu, yaitu perahu motor dan perahu biasa.

Total waktu untuk mencapai desa ini, tidak jauh berbeda antara menggunakan perahu biasa dengan perahu motor. Dengan perahu biasa, Anda akan sampai dalam lima belas menit, sementara dengan perahu motor Anda membutuhkan 5-6 menit.

Rute Menuju Lokasi Desa Trunyan

Lokasi Desa Trunyan

Lokasi Desa Trunyan terletak di Terunyan, Kintamani, Bangli tepatnya di sisi timur Danau Batur. Jaraknya cukup jauh dari pusat kota Bali karena memerlukan waktu sekitar 2 jam lebih perjalanan darat.

Namun dari kawasan Kintamani, Anda hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit berkendara. Cara ke desa ini bisa dengan melewati Jl. Raya Penelokan lalu belok kiri menuju Jl. Windu Sara setelah tiba di simpang Indomaret Danau Batur.

Setelah turun bukit Anda tinggal ikuti Jl. Trunyan yang mengeliling tepi Danau Batur hingga tiba ke desa ini. Sesampainya di sini Anda bisa menyewa perahu untuk mengunjungi pemakaman uniknya atau sekedar rekreasi menikmati keindahan danau.

Jika Anda tidak mau repot berkendara sendiri bisa manfaatkan layanan sopir dari tempat rental Avanza Bali. Sopir yang berpengalaman siap mengantar Anda langsung ke lokasi dan mengunjungi berbagai tempat menarik lainnya di Bali atau Kintamani.

Jam Buka Desa Trunyan

Desa Trunyan buka selama 24 jam, sehingga Anda bebas bisa datang kapan saja. Namun untuk mengunjungi makam atau berkeliling area sekitar, sebaiknya Anda datang dari pagi hari.

Sebab jasa sewa kapal hanya beroperasi hingga sore hari saja dan cukup sulit menuju lokasi saat gelap. Biasanya penyewaan kapal ini beroperasi mulai pukul 08.00 WITA hingga 17.00 WITA.

Daya Tarik Desa Trunyan

Sebagai desa kuno dan salah satu yang tertua di Bali, tempat ini tentu punya banyak daya tarik serta hal menarik. Berikut ini beberapa hal menarik yang tidak boleh Anda lewatkan dari desa di tepi danau ini:

Keunikan Sejarah Dan Budaya

Setelah sampai di lokasi, para guide akan langsung menyambut dan menjelaskan berbagai hal menarik dari desa ini. Mulai dari mengenal adat-istiadat desa termasuk cerita mengenai sejarah dan asal usul desa.

Masyarakat Trunyan sendiri ini menyebut desa mereka sebagai Bali Aga atau Bali Kuno. Mereka juga percaya bahwa mereka merupakan Bali Keturunan Ratu Sakti pancering Jagat, yang berarti mereka penduduk asli Bali.

Sementara itu, mereka menyebut penduduk Bali lainnya sebagai Bali Suku. Bali Suku sendiri berarti keturunan penduduk Kerajaan Majapahit yang mengungsi lalu tinggal dan menetap di bali.

Karena itulah, meskipun sama-sama memiliki kepercayaan Hindu, masyarakat desa ini memiliki cara hidup yang berbeda dari penduduk Bali lainnya. Mulai dari acara pemakamannya yang berbeda dari ngaben, sampai ketiadaannya sistem kasta di desa ini.

Pohon Taru Menyan

Daya Tarik Desa Trunyan

Bagian penting yang juga tidak bisa terpisahkan dari desa ini adalah keberadaan pohon Taru Menyan. Pohon yang sudah berusia 11 abad ini sangat ikonik dan unik karena hanya ada satu di dunia.

Awalnya pohon ini mengeluarkan wangi yang sangat manis dan semerbak. Wanginya ini lah yang menjadi salah satu alasan area sekitarnya menjadi lokasi pemakaman bagi warga sekitar.

Sayangnya, wangi tersebut sudah cukup sulit tercium karena ternetralisir dengan aroma dari jenazah yang ada. Namun konon katanya, warga sengaja membuat wangi pohon ini berkurang agar tidak menarik pendatang dari luar.

Spot Foto Unik

Keunikan lain dari tempat ini terletak dari tumpukan tulang belulang yang terlihat di antara bagian pohon. Bahkan beberapa jenazah yang masih baru pun bisa Anda lihat di sekitar kawasan ini.

Jenazah baru tersebut biasanya masih berada dalam piramid bambu dan tertutup kain. Uniknya lagi di sekitar peti bambu tersebut juga terdapat tumpukan barang kebutuhan sehari-hari yang menjadi bekal bagi para mendiang di alam selanjutnya.

Pemandangan tidak biasa ini juga sering dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto seperti halnya sejumlah tempat wisata hits Bali lainnya. Tentunya atas seizin guide yang mengantar dan tetap mengikuti aturan adat yang berlaku di kawasan tersebut.

Mengunjungi Tiga Sema

Ada tiga sema atau tempat pemakaman yang bisa Anda kunjungi di kawasan ini salah satunya Sema Wayah. Jenazah yang berada di kawasan ini biasanya yang meninggal dalam keadaan wajar baik karena tua atau sakit.

Sedangkan untuk jenazah yang penyebab kematiannya tidak wajar akibat terbunuh, kecelakaan, atau bunuh diri biasanya diletakan di Sema Bantas. Lalu yang terakhir yakni Sema Muda menjadi tempat peristirahatan terakhir untuk jenazah bayi atau anak-anak.

Fasilitas di Desa Trunyan

Fasilitas Desa Trunyan

Fasilitas utama di desa Trunyan tidak jauh berbeda dari desa wisata pada umumnya. Desa ini juga memiliki guide dan pusat infromasi untuk para wisatwan yang datang berkunjung dan ingin berkeliling.

Beberapa fasilitas umum seperti toilet pun tersedia jadi Anda tidak perlu pusing mencari tempat buang air. Begitu juga saat lapar, sebab ada banyak tempat makan yang menjual berbagai makanan khas Bali yang bisa Anda nikmati di sini.

Nikmati juga berbagai destinasi menarik lainnya di Bali bersama layanan biro perjalanan seperti Salsa Wisata. Tempat-tempat menarik di Bali dan seluruh Indonesia bisa Anda kunjungi dengan mudah dan biaya terjangkau.

Selain itu segala kebutuhan Anda mulai dari transportasi, konsumsi serta akomodasi sudah pasti terlayani dengan baik. Jadi tidak perlu ragu lagi, segera hubungi kami dan nikmati liburan seru paling berkesan Anda bersama Salsa Wisata.

By Categories: Destinasi, Bali

Bagikan Artikel Ini Ke: