SalSari Resto & Coffee

Candi Sukuh merupakan salah satu cagar budaya bercorak hindu peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Karanganyar. Dari situs bersejarah ini Anda bisa menemukan fakta menarik yang berbeda dari Candi-candi pada umumnya.

Mulai dari arsitektur bangunan Candi yang unik hingga sejarah dibalik adanya Candi ini bisa jadi hal baru untuk Anda pelajari. Candi ini berada di ketinggian 1.186 meter diatas permukaan laut, sehingga memiliki udara sejuk serta pemandangan yang indah.

Berikut ini ulasan lengkap mengenai Candi Sukuh Karanganyar, salah satu Candi tertinggi yang ada di Indonesia

Sejarah Candi Sukuh

Menurut sejarahnya, Candi Sukuh pertama kali ditemukan oleh Johnson pada, seorang Residen Surakarta pada tahun 1815. Hasil temuan tersebut tercatat dalam buku The History of Java karya Sir Raffles.

Sekitar tahun 1842, seorang arkeolog Belanda Van der Vlis mulai melakukan penelitian terhadap candi ini. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa candi ini merupakan peninggalan kerajaan Majapahit dari abad ke 15 masehi.

Cagar budayaa ini sendiri menjadi salah satu Candi Hindu yang terakhir dibangun pada masa tersebut. Buktinya dapat terlihat dari bentuk bangunan yang menyimpang dari Kitab Pedoman Pembangunan Candi Hindu Wastu Widya.

Bentuk bangunannya lebih terlihat seperti piramida suku maya dengan susunan punden berundak khas zaman Megalitikum. Luas lahannya sendiri mencapai sekitar 5.500 meter persegi dengan tiga teras bertingkat dari bawah hingga puncak candi.

Sekitar tahun 1917 atau 1920, Belanda melakukan pemugaran besar-besaran pada candi ini. Kemudian di akhir tahun 1970 Pemerintah Indonesia melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kembali melakukan pemugaran hingga bangunan menjadi seperti sekarang.

Lihat tempat wisata instagramable di Solo lainnya: Keraton Solo.

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh

Tiket masuk Candi Sukuh sangat murah karena hanya Rp7.000,00 saja untuk wisatawan lokal. Berikut ini rincian lengkap tentang tarif tiket masuk tempat wisata hits Jawa Tengah ini:

Retribusi Tarif
Turis Lokal Rp7.000,00
Turis Mancanegara Rp25.000,00
Parkir Motor Rp2.000,00
Parkir Mobil Rp5.000,00

Harga yang tercantum pada tabel diatas sewaktu-waktu dapat berubah tergantung kebijakan pihak pengelola. Namun daftar ini bisa Anda jadikan referensi jika berencana mengunjungi Candi Sukuh saat berlibur.

Kunjungi juga beberapa destinasi wisata lain yang ada di sekitar Solo dengan biaya lebih murah bersama agen perjalanan terpercaya. Banyak paket tour Solo yang bisa Anda pilih untuk mengisi waktu berlibur ke tempat-tempat menarik di Solo.

Rute Menuju Lokasi Candi Sukuh

Lokasi Candi Sukuh

Candi Sukuh terletak di Jl Candi Sukuh, Tambak, Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar tidak jauh dari Candi Cetho yang sama-sama berada di kaki Gunung Lawu. Jarak Candi ini dari pusat Kota Solo kurang lebih sekitar 40 kilometer dengan waktu tempuh kurang dari 90 menit.

Letaknya pun bisa Anda akses dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Jika Anda berangkat dari Solo menggunakan kendaraan umum, bisa naik Bus jurusan Terminal Karangpandan.

Setibanya di Terminal, lanjutkan perjalanan menggunakan minibus ke arah Sukuh sampai tiba di simpang tiga Nglorog. Dari simpang tiga Nglorong Anda sudah dekat dengan lokasi Candi sekitar 1 kilometer.

Anda bisa memilih menggunakan jasa ojek atau berjalan kaki untuk tiba ke pintu masuk kawasan candi. Opsi termudah lainnya bisa dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa mobil di Solo.

Cukup menggunakan petunjuk google maps atau minta sopir lokal dari pihak rental mobil untuk mengantar Anda langsung ke lokasi. Dengan begitu Anda bisa menghemat banyak waktu serta pengeluaran saat berlibur.

Daya Tarik Candi Sukuh

Secara sekilas, candi ini memiliki banyak sekali keunikan dan ciri khas yang tidak ada pada candi lain. Keunikan inilah yang menjadi alasan tempat ini sering menjadi destinasi dalam paket wisata untuk Anda.

Berikut ini beberapa hal unik yang sangat menarik untuk Anda lihat saat berkunjung ke kawasan Candi Sukuh.

Arsitektur Unik

Dari sisi arsitektur dan bentuk bangunannya sudah terlihat jelas perbedaan tempat ini dengan kebanyakan candi pada umumnya. Candi ini memiliki bentuk piramida terpancung atau trapesium yang lebih mirip candi suku Maya yang ada di Amerika.

Bentuknya sendiri mengikuti filosofi Punden Berundak dimana tempat paling suci berada pada bagian paling atas. Selain itu, alas candinya juga berbentuk belah ketupat dengan tempat paling suci berada di tengahnya, berbeda dari candi Hindu lain.

Berbeda dari Candi Cetho yang memiliki teras lebih dari 9 buah, candi ini hanya memiliki tiga teras. Teras pertama memiliki gapura utama yang berisi sengkala memet dengan gambar raksasa, orang, ular dan gajah yang melambangkan tahun pembuatan.

Sedangkan gapura di teras kedua sudah tidak berbentuk lagi hanya bersisa Dwarapala dan Candrasengkala yang berbunyi Gajah Wiku Anahut Buntut. Lalu di teras ketiga baru Anda bisa melihat lokasi bangunan candi dan banyak relief unik yang jadi ciri khas candi ini.

Relief dan Arca Khas

Relief Candi Sukuh

Hal paling terkenal dari tempat ini adalah bentuk relief dan patungnya yang vulgar dan eksplisit. Anda dapat melihat patung dengan alat kelamin laki-laki dan perempuan yang jelas di sekitar Candi.

Relief ini bernama Lingga Yoni dan melambangkan kesuburan dan siklus hidup manusia. Setiap patung serta relief yang ada memiliki maksud filosofi yang harus menjadi pegangan manusia seperti menahan nafsu dan lainnya.

Selain itu di sini juga terdapat banyak panel arca yang menceritakan kisah-kisah seperti Mahabarata, siklus hidup manusia, dan lainnya. Setiap relief dan arca di sini akan memberikan pelajaran baik itu sejarah maupun filosofi.

Fungsi Candi

Menurut para peneliti, pada masanya candi ini berfungsi sebagai lokasi prosesi pangruwatan atau penyucian. Hal ini bisa terlihat dari arca dan relief Candi yang berkisah tentang proses pangruwatan Bathari Durga oleh Sadewa.

Selain itu menurut kepercaayaan masyarakat, relief Lingga Yoni di pintu gerbang masuk Candi dapat mengambil pengaruh negatif dari siapapun yang melangkahi. Sehingga, siapapun yang datang mengunjungi candi ini cbisa bersih dari kotoran di hatinya.

Mitos Candi

Hal unik lain dari candi ini adalah mitos tentang keperawanan dan keperjakaan. Mitos tersebut yakni jika wanita melewati arca lingga yoni dan berdarah itu artinya wanita tersebut masih perawan.

Sedangkan jika kain yang wanita kenakan tersebut sobek artinya dia sudah tidak perawan. Begitu juga dengan pria, jika dia tidak perjaka lagi ketika setelah melewati arca akan langsung terkencing-kencing.

Mitos yang berkembang di masyarakat inilah yang kemudian membuat banyak wisatawan datang dan penasaran tentang perihal tersebut. Terlepas dari itu semua mengunjungi tempat bersejarah ini bisa menjadi pengalaman baru yang menarik saat berlibur.

Jam Buka Candi Sukuh

Kawasan Candi Sukuh beroperasi setiap hari mulai dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Biasanya saat musim liburan tempat wisata solo ini selalu ramai wisatawan.

Jika Anda berencana mengunjungi Candi Sukuh sebaiknya datang saat pagi hari atau saat sore hari di musim panas. Pada waktu tersebut matahari tidak terasa terlalu panas dan pemandangan dari lokasi Candi akan terlihat sangat indah.



By Categories: Destinasi, Solo

Bagikan Artikel Ini Ke:

5/5 - (3 votes)