Saat membuat rencana liburan, Anda bisa memilih berbagai macam wisata yang sesuai dengan selera Anda. Ada wisata budaya, religi, sejarah, bahari, ziarah, dan masih banyak lagi termasuk ekowisata.

Untuk Anda yang belum pernah mendengar istilah tersebut, yuk simak penjelasan lebih detailnya di bawah ini!

Apa itu Ekowisata?

Ekowisata atau ecotourism adalah jenis wisata yang mengutamakan alam sebagai objek utama dalam rekreasi. Ada berbagai macam ekowisata, seperti bahari ecotourism , ekowisata hutan, mountain ecotourism , dan karst ecotourism .

Definisi lain mengatakan bahwa ecotourism adalah suatu bentuk wisata alam di wilayah yang masih alami dengan maksud untuk menikmati keindahan alamnya serta mendukung terhadap upaya konservasi dan meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat lokal.

Beberapa aktivitas ecotourism bisa dilakukan dengan mengunjungi suatu desa yang memiliki keindahan alam dan budaya yang masih lestari.

Jika dikaji lebih dalam, istilah ecotourism pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an. Konsep ini muncul setelah adanya kekurangan hewan di Kenya akibat banyaknya pemburu yang “berwisata” dengan memburu hewan-hewan liar di daerah itu.

Akhirnya, Pemerintah Kenya menetapkan ecotourism sebagai salah satu solusinya. Konsep ekowisata yaitu menyatukan wisata dengan konservasi alam.

Konsep ini dibicarakan lagi oleh sebuah organisasi yang bernama The Ecotourism Society pada tahun 1990an. Menurut organisasi itu, ekowisata adalah jenis wisata ke wilayah alami dengan tujuan melestarikan hidup dan kesejahteraan penduduk lokal, serta menjaga lingkungan.

Pada mulanya, yang melakukan ecotourism adalah pecinta alam yang menginginkan daerah tujuan wisatanya tetap terjaga lingkungannya serta masyarakatnya. Namun kemudian, ekowisata ini menjadi jenis wisata yang banyak peminatnya.

Proyek ecotourism pertama di dunia diinisiasi oleh PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) dengan melibatkan berbagai pihak dalam pengembangannya, termasuk masyarakat, pemerintah, swasta, dan badan lingkungan hidup internasional.

Proyek pertama di Kosta Rika itu sukses dan menjadi proyek contoh bagi ekowisata di dunia.

Karakteristik & Ciri Khas Ekowisata

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 33 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata di Daerah, ekowisata adalah

aktivitas wisata alam di daerah yang bertanggung jawab dengan mempertimbangkan unsur pendidikan, pemahaman, dan dukungan terhadap upaya-upaya konservasi SDA dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal.

Sementara, Direktorat Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam (2000) mengeluarkan karakteristik dasar dari aktivitas ekowisata, yang meliputi:

  • Berasal dari alam: destinasi wisata berpusat pada alam atau lingkungannya, sehingga memiliki nilai jual utama berupa ekosistem yang menjadi rujukan pengembangan ekowisata
  • Berkelanjutan secara lingkungan: destinasi wisata dituntut fokus terhadap kondisi lingkungan agar tetap lestari
  • Environmentally educative: Melalui sharing atau diskusi terbuka dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pihak swasta. Harapannya, manusia dapat lebih menjaga lingkungan
  • Bermanfaat bagi masyarakat setempat: salah satu tujuan dari ekosistem wisata bagi masyarakat adalah masyarakat dapat mendapatkan benefit atau multiplier effect dari didirikannya suatu ekowisata baru

Mungkin Anda sekarang bertanya-tanya, apakah ekowisata itu sama dengan wisata alam?

Jawabannya adalah belum tentu sama. Bila wisata alam menganut konsep kebermanfaatan untuk masyarakat dan lingkungan, maka objek wisata tersebut termasuk ke dalam kategori ekowisata.

Tapi, jika isinya cuma menawarkan pemandangan alam saja tanpa ada konsep pelestarian alam yang terintegrasi, maka objek wisata tersebut tidak termasuk ecotourism .

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ecotourism adalah sebuah konsep wisata yang tidak merusak lingkungan (dan bahkan di beberapa destinasi wisata Anda dapat turut melestarikan lingkungan) serta membantu perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Prinsip Ekowisata

Janianton Damanik & Helmut F. Weber dalam bukunya yang berjudul “Perencanaan Ekowisata Dari Teori ke Aplikasi” mengemukakan bahwa ada 7 prinsip ekowisata, yaitu:

  • Mengurangi dampak negatif beberapa kerusakan atau pencemaran lingkungan dan budaya lokal yang disebabkan oleh kegiatan wisata
  • Membangun kesadaran dan penghargaan terhadap lingkungan dan budaya dengan tujuan wisata, baik pada diri wisatawan, masyarakat lokal, maupun pelaku wisata lainnya
  • Menyajikan pengalaman-pengalaman positif bagi wisatawan dan masyarakat lokal melalui kontak budaya yang lebih mendalam dan kerjasama dalam pemeliharaan atau konservasi daerah tujuan objek wisata
  • Memberikan keuntungan finansial secara langsung bagi keperluan konservasi melalui kontribusi atau pengeluaran tambahan wisatawan
  • Memberikan keuntungan finansial dan pemberdayaan masyarakat lokal dengan menciptakan produk wisata yang mengutamakan nilai-nilai lokal
  • Memberi kepekaan terhadap situasi sosial, lingkungan, dan politik daerah tujuan destinasi wisata.
  • Memberi kebebasan pada wisatawan dan masyarakat lokal agar tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta menaati peraturan yang berlaku di tempat tersebut.

Contoh Ekowisata di Indonesia

Contoh Ekowisata di Indonesia

Taman Nasional Komodo

Tempat tinggal para Komodo ini merupakan ecotourism paling favorit di Indonesia. Tiga pulau terbesar di kawasan ini, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar, adalah destinasi wisata Labuan Bajo yang harus Anda kunjungi.

Selain melihat komodo, Anda juga bisa snorkeling, trekking, dan bermain di pantai-pantai indah di dalam lingkungan taman nasional ini.

Tangkahan Ecotourism

Banyak yang menyebutnya sebagai surga tersembunyi di Sumatera, ekowisata Tangkahan adalah rumah para gajah sumatera. Di kawasan ini, masyarakat lokal hidup bersama dengan mereka.

Ketika berkunjung, Anda bisa menyusuri sungai dengan ban, naik perahu, hingga memandikan gajah-gajah yang menggemaskan.

Desa Wisata Penglipuran

Berbeda dengan ekowisata lainnya. Desa ini menonjolkan kekayaan warisan arsitekturnya. Anda bisa melihat tata ruang dan arsitektur kuno Bali yang masih dijaga warga lokal.

Pemandu juga akan mengajak Anda jalan-jalan sambil menjelaskan sejarah dan makna dari arsitektur dan budaya di desa tradisional ini.

Pulau Rubiah

Terletak ujung barat Aceh, Pulau Rubia menjadi destinasi ecotorism yang populer di kalangan para penyelam. Pulau tidak berpenghuni ini memiliki kekayaan alam bawah laut yang memukau.

Ribuan ikan warna-warni dan terumbu karangnya yang indah siap menyambut kedatangan Anda.

Kawah Ijen

Destinasi ekowisata lainnya yang wajib ada di bucket list Anda adalah Kawah Ijen, Banyuwangi. Di sini, Anda akan menyaksikan secara langsung sebuah fenomena langka api biru.

Fenomena api biru atau blue fire ini merupakan fenomena langka yang hanya ada dua di dunia, yaitu di Indonesia dan Islandia. Adanya api biru tersebut tercipta akibat dari gas sulfur yang terbakar saat terkena udara dari luar.

Fenomena api biru semakin menakjubkan dengan semburat merah-jingga pemandangan matahari terbit.

Jika Anda ingin liburan melihat keindahan alam dari salah destinasi di atas dapat memanfaatkan layanan paket liburan hemat dari Salsa Wisata.

Salsa Wisata merupakan tour travel profesional yang telah berkecimpung dalam dunia pariwisata selama belasan tahun. Jadi, percayakan agenda liburan Anda kepada Salsa Wisata yang telah membuat ribuan tamu puas dengan liburan bersama Salsa Wisata.

By Categories: Glosarium

Bagikan Artikel Ini Ke: