Gunung Merbabu merupakan gunung berapi yang cukup populer di kalangan para pendaki karena keindahan panoramanya. Padang sabana yang ada di jalur pendakian menjadi daya tarik utama banyaknya wisatawan yang ingin mendaki gunung ini.
Keindahan alamnya juga tidak kalah indah dengan tempat wisata di Semarang seperti Gunung Ungaran atau Umbul Sidomukti. Pendaki yang sudah sampai puncak gunung ini selalu ketagihan untuk kembali mendaki melalui sejumlah jalur pendakian berbeda yang ada.
Anda bisa mencoba mendaki Gunung Merbabu dan mengunjungi tempat wisata di sekitarnya dengan paket liburan ke Semarang yang ditawarkan Biro Perjalanan. Namun sebelum itu, mari simak terlebih dahulu apa saja hal yang harus Anda ketahui untuk menuju puncak Gunung Merbabu ini.
Sekilas Tentang Gunung Merbabu
Gunung Merbabu secara administrasi terletak di tiga kabupaten yakni Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Magelang. Pada zaman dulu gunung ini dikenal dengan nama Gunung Pamarihan atau Gunung Damalung.
Nama Merbabu sendiri baru muncul di catatan milik Belanda yang secara bahasa terdiri dari kata Meru atau Gunung dan Abu. Gunung Merbabu pernah beberapa kali meletus yakni pada abad ke 15 dan juga abad ke 17.
Tinggi gunung ini mencapai kisaran 3145 mdpl dengan suhu rata-rata sekitar 20-10 derajat Celcius. Gunung ini memiliki beberapa puncak yakni puncak syarif, puncak triangulasi, dan kenteng songo yang hanya berjarak sekitar 30 menit.
Ada lima jalur pendakian resmi yang bisa Anda pilih untuk mendaki Gunung Merbabu yang tersebar di tiga kabupaten tersebut. Pertama Selo di Boyolali, lalu Wekas dan Suwanting di Magelang, dan jalur Cuntel serta Thekelan di Semarang.
Setiap jalur tersebut menawarkan pemandangan dan rintangan yang berbeda-beda. Namun keindahan yang disajikan pantas untuk membuat Gunung Merbabu menjadi favorit bagi para pendaki.
Jalur Pendakian Merbabu
Mendaki Gunung Merbabu tidak akan pernah terasa bosan karena banyak pilihan jalur pendakian yang bisa dilalui. Anda pun dapat menikmati hal berbeda di setiap jalur tersebut, dan berikut ini kelima jalur pendakian Merbabu:
Jalur Pendakian Merbabu via Selo
Merbabu via Selo menjadi jalur terfavorit bagi para pendaki terutama pendaki pemula karena paling mudah diakses dan pemandangan yang indah. Basecamp Merbabu ini berada di dekat jalan raya dan tepat berseberangan dengan Basecamp Gunung Merapi di sisi seberang.
Daya tarik dari jalur ini adalah pemandangan gunung Merapi yang terlihat jelas dari sabana 1 dan sabana 2. Kedua sabana tersebut menjadi tempat camping favorit para pendaki untuk mendapatkan momen indah sunset atau sunrise.
Dari Sabana 2 menuju puncak, Anda akan melewati bukit teletubbies Merbabu dan juga bunga edelweis yang sangat menawan. Jalur pendakian ini membutuhkan waktu sekitar 6 jam perjalanan dari Basecamp hingga puncak.
Dari Basecamp Anda akan melewati Pos 1 – Pos 2 – Pos 3 – Sabana 1 – Sabana 2 baru akhirnya tiba di puncak. Tantangan dari jalur ini adalah sumber air yang terbatas serta tanjakan batu yang cukup panjang antara Sabana 1 dan 2.
Jalur Pendakian Merbabu via Wekas
Jalur Wekas menjadi jalur lain yang cukup populer karena jarak tempuh menuju puncak yang lebih singkat dan banyak sumber air. Namun jalur ini termasuk yang paling banyak tanjakan dan paling sedikit pos peristirahatan dengan waktu tempuh sekitar 8.5 jam.
Dari basecamp Anda akan lanjut berjalan ke pos II karena pos I sudah tidak digunakan lagi. Waktu yang diperlukan sekitar 3.5 jam dengan medan menanjak yang cukup panjang dari pos I ke pos II.
Dari pos II Anda akan menemukan dua persimpangan, yakni simpang Batu Gede dan juga simpang tower. Kedua simpang ini tetap mengarah ke puncak, lalu simpang tower menjadi titik temu dari jalur pendakian Cuntel dan Thekelan.
Dari persimpangan kedua, Anda harus melewati jembatan setan dan kawah mati sebelum akhirnya tiba di puncak. Jembatan setan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki karena harus berjalan di tebing yang hanya selebar telapak kaki.
Jalur Pendakian Merbabu via Suwanting
Pendakian via Suwanting termasuk jalur pendakian yang cukup menantang untuk bisa mencapai puncak Merbabu. Jalur pendakian ini didominasi oleh tanjakan panjang dengan medan tanah berpasir yang cukup licin untuk dilalui.
Namun untungnya di jalur ini Anda bisa menemukan tiga sumber air untuk keperluan minum dan masak selama pendakian. Dari pos 1 hingga pos 2 banyak pepohonan yang membuat perjalanan Anda tidak terlalu panas meskipun menanjak.
Dari pos 2 menuju pos 3 jalanan mulai terjal dan licin sehingga butuh bantuan tali untuk bisa berjalan dengan aman. Di pos 3 ini Anda bisa mendirikan tenda dan mengisi kembali kebutuhan air minum di sumber air yang tersedia.
Untuk menuju puncak dari pos 3 Anda akan melewati 3 sabana indah dengan pemandangan gunung Merapi yang sangat jelas. Jalur Suwanting ini memerlukan waktu sekitar 7 jam dengan perjalanan santai dari basecamp hingga ke Puncak Kenteng Songo.
Jalur Pendakian via Cuntel
Pendakian via Cuntel biasanya dipilih oleh pendaki dari arah Semarang karena berada di daerah Kopeng dekat Ambarawa. Lama pendakian dari jalur ini sekitar 9 jam lebih karena harus melewati sejumlah pos dengan medan yang sulit.
Jalur ini lebih banyak jurang di kiri dan kanan jalan begitu juga di beberapa pos peristirahatan. Untuk mendirikan tenda biasanya pendaki memilih pos 3 karena lahannya yang luas dan dapat menampung sekitar 20 tenda.
Dari pos 3 Anda sudah bisa melihat puncak, Gunung Sumbing dan Sindoro serta pos pemancar yang menjadi persimpangan jalur wekas. Dari pos pemancar ini, jalur yang dilalui sama dengan dari jalur Wekas melewati kawah mati dan jembatan setan.
Jalur Pendakian via Thekelan
Selain Cuntel pendaki dari arah Semarang juga bisa mendaki Gunung Merbabu dari basecamp Thekelan. Keunikan dari jalur ini adalah pemandangan tebing batu yang sangat besar di pos 3 dan Watu Gubug sebelum pos pemancar.
Total waktu perjalanan yang diperlukan untuk tiba di puncak dari basecamp ini sekitar 8.5 jam dengan medan menanjak terjal. Untungnya tersedia banyak tempat camping yang bisa Anda pilih hingga pos Watu Gubug.
Dari pos Watu Gubug pos selanjutnya adalah pos pemancar yang menjadi pertemuan dengan jalur dari Cuntel dan juga Wekas. Keindahan dari jalur Thekelan ini tidak kalah dengan jalur-jalur pendakian yang lain.
Harga Tiket Masuk Gunung Merbabu
Untuk masuk dan melakukan pendakian, Anda harus membayar biaya administrasi atau simaksi di setiap basecamp. Tarifnya pun sangat terjangkau terutama bagi pendaki lokal, berikut rinciannya:
Retribusi | Tarif |
---|---|
Tiket Masuk Perorangan WNI Weekdays | Rp5.000,00 |
Tiket Masuk Perorangan WNI Weekends | Rp7.500,00 |
Tiket Masuk Rombongan WNI Weekdays | Rp3.000,00 |
Tiket Masuk Rombongan WNI Weekends | Rp4.500,00 |
Tiket Masuk Perorangan WNA Weekdays | Rp150.000,00 |
Tiket Masuk Perorangan WNA Weekends | Rp225.000,00 |
Tiket Masuk Rombongan WNA Weekdays | Rp100.000,00 |
Tiket Masuk Rombongan WNA Weekends | Rp150.000,00 |
Aktivitas Trekking, Hiking, Camping Perorangan | Rp5.000,00 |
Aktivitas Trekking, Hiking, Camping Rombongan | Rp2.500,00 |
SIMAKSI | Rp10.000,00 |
Pendakian | Rp15.000,00 |
Asuransi | Rp1.000,00 |
Harga yang tercantum di dalam tabel sewaktu-waktu dapat berubah tergantung kebijakan dari pihak pengelola. Namun daftar ini bisa Anda jadikan bahan pertimbangan dan persiapan biaya bila ingin mendaki Gunung Merbabu.
Anda juga bisa mengunjungi tempat wisata di sekitar Semarang dengan menggunakan paket wisata dari Biro Perjalanan. Paket ini juga akan memudahkan Anda jika ingin mencicipi makanan khas Semarang atau membeli oleh-oleh Khas Semarang yang tahan lama Anda inginkan.
Lokasi dan Rute Menuju Gunung Merbabu
Lokasi Gunung Merbabu ini terletak di tiga Kabupaten yakni Semarang, Magelang, dan Boyolali. Untuk dapat mencapai lokasi Basecamp Merbabu dengan mudah, Anda bisa menggunakan petunjuk jalan dari Google Maps.
Bisa pula dengan menggunakan jasa sopir sewa elf Semarang atau biro perjalanan yang siap mengantar Anda langsung ke lokasi. Sehingga Anda tidak perlu repot berkendara sendiri dan mencari jalan yang harus dilewati agar sampai ke pos pendakian.
Jam Operasional Gunung Merbabu
Keindahan dari Gunung Merbabu ini bisa Anda nikmati selama 24 jam, di hari apapun kecuali ada waktu tertentu untuk ditutup. Untuk lebih jelasnya cari terlebih dahulu informasi penutupan jalur pendakian dari Gunung Merbabu agar Anda tidak terlanjur berangkat.
Usahakan untuk mendaki saat musim kemarau atau pancaroba agar saat pendakian tidak terkena badai yang sangat berbahaya. Selain itu selalu bawa peralatan lengkap seperti jaket, masker, sepatu, carrier serta logistik cukup sebelum mendaki.