SalSari Resto & Coffee

Jalan-jalan mengunjungi wisata alam mungkin sudah terlalu mainstream. Jika ingin merasakan pengalaman baru, Anda bisa melihat-lihat fosil di Museum Trinil! Jika anak Anda menggemari film ice age, maka Anda wajib membawanya ke museum ini!

Fosil manusia purba, hewan-hewan zaman dulu, termasuk gajah besar (yang menurut sebagian orang terlihat seperti mammoth) ada disini! Terlebih lagi, museum ini berada di tengah-tengah sungai Bengawan Solo! Menarik, bukan?

Jika ingin berkunjung kesini, Anda bisa datang ke Ngawi! Selanjutnya, Anda bisa berbelok ke Solo. Anda tidak perlu bingung memutuskan destinasi wisata, karena Salsa Wisata sudah menyediakan paket wisata murah ke Solo untuk Anda!

Sekilas Tentang Museum Trinil

patung manusia purba Museum Trinil

Pembangunan museum fosil ini sudah mulai sejak tahun 1980. Pembangunan museum akhirnya selesai pada tahun 1991. Masih di tahun yang sama, pada tanggal 20 November, Soelarso selaku Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, meresmikan museum ini.

Awal mula pembangunan museum ini adalah karena penelitian yang dilakukan Eugene Dubois. Pejabat kedokteran tentara kolonial Belanda tersebut melakukan penelitian fosil sejak tahun 1891-1893. Ia mengusulkan pembangunan museum setelah menemukan sebuah fosil pithecanthropus erectus.

Dubois menemukannya di pinggir sungai Bengawan Solo. Untuk mengabadikan momen tersebut, Dubois membuat tugu bergambar anak panah bertuliskan P.e 175 m di depan patung pithecanthropus erectus. Artinya adalah, bahwa fosil tersebut ditemukan dalam jarak 175 m ke arah timur laut.

Dubois memberi nama Trinil pada museum ini, berdasarkan tiga desa yang menjadi objek penelitiannya untuk mencari fosil. Tri berarti tiga, sedangkan nil berarti seperti keadaan sungai nil. Ketiga desa tersebut, Kawu, Gemarang dan Ngancar berada di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo yang debit airnya seperti sungai Nil.

Luas museum ini mencapai 24.010 m2. Di bagian timur, utara dan baratnya, mengalirlah sungai Bengawan Solo, sehingga dapat dikatakan museum ini berada di tengah-tengah Bengawan Solo.

Lokasi dan Rute Museum Trinil

taman Museum Trinil

Museum ini berlokasi di Wonokerto, Pilang, Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Museum ini berdekatan dengan banyak restoran dan kios yang menyediakan makanan khas Jawa Tengah enak.

Anda akan menemukan museum ini dengan mudah, sebab letaknya yang berada di pinggir jalan raya. Di sepanjang jalan juga ada banyak penunjuk arah ke museum ini.

Jika berangkat dari Solo, Anda akan membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam. Anda cukup melewati Jl. Tol Solo – Ngawi dan keluar menuju Jl. Dr. Radjiman. Anda dapat menggunakan layanan rental mobil Avanza plus driver Solo.

Museum ini akan lebih mudah Anda jangkau dari arah Madiun. Sama-sama melewati Tol Solo-Ngawi, hanya saja, dari Madiun Anda hanya membutuhkan waktu 50 menit. Jadi, sebaiknya Anda berkeliling tempat wisata hits di Madiun dulu, sebelum datang ke museum.

Jam Buka Museum Trinil

Jam Operasional Pukul
Senin Tutup
Selasa – Minggu 08.00 – 16.00 WIB

Fasilitas Museum Trinil

Museum ini menyediakan tempat parkir yang lumayan luas. Kondisi tempat wisata ini, mulai dari museum, sampai tamannya, sangat bersih dan terawat.

Di sepanjang halaman sampai tamannya, terdapat banyak pendopo untuk pengunjung yang ingin beristirahat setelah lama berjalan. Selain itu, tempat wisata ini juga menyediakan toko cenderamata.

Sayangnya, tidak ada toko oleh-oleh makanan di dalam museum ini. Meskipun begitu, Anda bisa mampir ke toko oleh-oleh khas Jawa Tengah makanan yang berada di sepanjang jalan menuju museum.

Selanjutnya, museum ini juga menyediakan mushola, area bermain anak, bumi perkemahan, serta toilet. Di museum ini juga terdapat ruangan teater, bagi pengunjung yang datang bersama rombongan. Teater tersebut akan menampilkan tayangan film tentang fosil dan asal-usul museum.

Harga Tiket Museum Trinil

Untuk masuk ke dalam museum ini, harga yang harus Anda bayarkan sangat terjangkau. Karena itu, tempat wisata ini cocok sekali untuk menjadi destinasi outing sekaligus tempat wisata edukasi untuk siswa dan siswi.

Pihak sekolah dapat menggunakan layanan rental bus pariwisata murah dari Salsa Wisata. Area parkir museum cukup luas.

Retribusi Tarif
Tiket masuk dewasa Rp3.000,00
Tiket masuk anak Rp1.000,00
Parkir kendaraan Rp3.000,00 – Rp5.000,00

Daya Tarik Museum Trinil

Wisata Edukasi

koleksi fosil Museum Trinil

Bukan hanya liburan biasa, disini Anda dapat berlibur sembari menambah wawasan! Di sebelah fosil-fosil terdapat banyak penjelasan tentang jenis dan asal fosil.

Anda juga akan takjub dan terpukau dengan betapa besarnya ukuran hewan-hewan zaman dulu.  Meskipun beberapa fosilnya bukan fosil asli, melainkan duplikasi, tetapi bentuk dan rupanya tampak sangat nyata.

Fosil-fosil pithecanthropus erectus ini berasal dari kawasan sekitar Jawa Tengah, seperti Blora, Sangiran dan lain-lain. Tidak hanya fosil, ada juga diorama manusia-manusia purba ini.

Meskipun menyimpan barang-barang kuno, tetapi museum ini sangat terawat dan bersih dari debu.

Spot Foto

spot foto Museum Trinil

Bagi Anda yang suka foto-foto, ada beberapa spot foto unik disini. Anda bisa berfoto bersama patung pithecanthropus erectus atau bersama patung-patung gajah purba yang tersebar di halaman dan taman museum ini.

Selain berfoto dengan patung, Anda juga bisa berfoto dengan latar taman museum ini. Taman ini sangat rapi dan cantik meskipun didominasi warna hijau. Jalanan taman ini berhiaskan pohon-pohon tinggi, patung-patung, serta semak-semak berbentuk seperti labirin.

Selain berfoto, pasti akan seru untuk menjelajahi taman ini! Kalau lelah, Anda juga bisa beristirahat di gazebo-gazebo yang tersedia.

Area Permainan Anak

playground Museum Trinil

Sebelum memasuki area taman, Anda akan menemukan area playground. Area ini berada di sekitar pepohonan yang rindang, sehingga anak-anak tidak akan kepanasan saat bermain.

Playground ini berisi mainan-mainan yang seru untuk anak-anak. Ada beberapa perosotan dengan ketinggian dan bentuk yang berbeda. Ada juga ayunan dan jungkat-jungkit yang berwarna-warni.

Bumi Perkemahan

bumi perkemahan Museum Trinil

Museum ini juga memiliki bumi perkemahan di area tamannya. Meskipun kata-kata museum membuat Anda berpikir tempat ini kaku dan membosankan. Nyatanya taman museum ini cukup bagus untuk menjadi lokasi berkemah.

Disini, nuansa alamnya akan sangat terasa, karena kehadiran pohon-pohon tinggi, serta semak-semak. Pohon-pohonnya juga tidak terlalu rapat, sehingga langit masih terlihat. Tempat ini cocok bagi Anda yang masih pemula dalam berkemah.

Setelah mengunjungi Museum Trinil, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi tempat-tempat wisata hits Solo lainnya. Perjalanan ini tidak akan memakan waktu lama, sebab tempat-tempat wisata tersebut jaraknya berdekatan dengan museum ini.

Untuk memudahkan perjalanan wisatamu, gunakan layanan paket wisata dari Salsa Wisata, agen travel berpengalaman yang sudah melayani ribuan tahun selama bertahun-tahun.



By Categories: Destinasi, Ngawi

Bagikan Artikel Ini Ke:

5/5 - (10 votes)