SalSari Resto & Coffee




earn money by playing games paypal, earn money online free, earn money real app, earn money in apps, earn money by playing games, how to earn money fast, earn money from surveys, earn money online, youtube earn money, earn money from youtube, earn money to paypal, how to earn money online, watch video earn money, earn extra money, earn money by watching videos, earn money from home, how to save money,

Anda ingin mencoba sensasi berlibur sekaligus bernostalgia dengan suasana Hindia Belanda di Jakarta selain Kota Tua? Jika iya, maka Tugu Kunstkring Paleis adalah jawaban yang tepat untuk Anda kunjungi.

Tempat ini merupakan bangunan tua peninggalan Belanda yang kini digunakan untuk pusat kesenian dan restoran. Tugu ini dikenal sebagai restoran mewah karena sejak lama sudah berfungsi sebagai tempat makan kelas atas.

Meski berlabel mewah, namun banyak wisatawan berkunjung ke tempat ini karena daya tariknya yang luar biasa. Sebenarnya, apa yang membuat banyak pengunjung datang ke sini? mari simak penjelasan berikut.

Sejarah Tugu Kunstkring Paleis

Tugu Kunstkring Paleis merupakan bangunan peninggalan Belanda yang berlokasi di tengah kota yaitu di Jalan Teuku Umar No.1, RT.1/RW.1, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1914, itu berarti usianya sudah menginjak 108 tahun. Dahulu, kepemilikan gedung ini berada di tangah Nederlandsch Indische Kunstkring yaitu kelompok seniman dan budayawan Belanda.

Tugu ini sudah beberapa kali beralih fungsi sejak zaman Belanda. Awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai restoran mewah dan pusat kegiatan seni bagi warga Batavia atau Ibu Kota Hindia Belanda atau Jakarta Tempo Dulu.

Kemudian berganti menjadi kantor imigrasi Jakarta Pusat setelah masa penjajahan Belanda selesai, sekitar tahun 1950 sampai 1993. Setelah itu, gedung ini tidak terpakai lagi dan akhirnya terbengkalai.

Akibatnya, banyak benda-benda antik dari dalam gedung yang diambil oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Hingga pada tahun 2007, pemerintah DKI Jakarta mengambil alih kepemilikan dan melakukan pemugaran.

Sejak saat itu, dilakukan upaya untuk mengembalikan fungsi awal dari gedung, yaitu sebagai tempat bagi kesenian dan restoran. Akhirnya sekarang tempat ini pun menjadi destinasi wisata sejarah yang unik dan menarik.

Daya Tarik Tugu Kunstkring Paleis

Sejarah Tugu Kunstkring Paleis

how do you earn money with youtube, can you make money in youtube, how much money per view youtube, donate money charity, car insurance save money, burberry money clip, donating money for charity, best software to manage money, credit cards money back, best credit card money back, sending money to dominican republic, earn money from game, earn money game, earn money fast, youtube royalty free music, play game earn money, earn money playing games, how to make money quickly

Seperti wisata kesenian lainnya seperti Gedung Kesenian Jakarta hingga Pasar Seni Ancol, Tugu Kunstkring Paleis juga merupakan tempat yang menyajikan pameran karya, pagelaran seni, kuliah seni, hingga kelas melukis.

Selain itu, di sini juga terdapat perpustakaan yang memuat bermacam-macam buku, terutama seni. Salah satu tempat wisata Jakarta ini menawarkan pengalaman berwisata di bangunan yang bernuansa kolonial.

Jadi, ketika memasuki tempat ini seolah-olah Anda berada di zaman klasik kolonial Eropa dan Belanda. Hal itu karena desain dan ornamen di gedung ini begitu kental akan era tersebut.

Bangunan Unik dengan Gaya Kolonial

Meski telah mengalami pemugaran, keaslian bangunan ini tetap terjaga bahkan hingga sekarang. Bisa Anda lihat pada desain interior ruangannya yang merupakan perpaduan antara konsep ornamen Jawa, Eropa, dan Oriental.

Anda akan mulai disambut oleh gebyok dengan ukiran Jawa sejak berada di pintu masuk. Gebyok sendiri adalah sebuah penyekat atau dinding kayu pada rumah adat Jawa yang memiliki ukiran beragam.

Selesai dari pintu masuk, Anda akan memasuki sebuah ruangan yang dinamakan dengan Ruang Diponegoro. Ruangan ini dari dulu hingga sekarang tetap berfungsi sebagai tempat makan restoran.

Di Ruang Diponegoro Anda dapat melihat ukuran meja makan yang beragam, seperti long table untuk acara makan formal dan single table untuk acara makan romantis atau yang bersifat pribadi.

Menikmati Fine Dining

Area restoran pada gedung ini meliputi hampir keseluruhan dari lantai satu. Menariknya, setiap ruang di tempat ini diberi nama dengan nama-nama tokoh Indonesia atau Belanda. Misalnya saja Ruang Multatuli dan Ruang Soekarno.

Pada bangunan ini, Anda dapat dilihat banyaknya ornamen-ornamen klasik seperti nuansa Eropa di setiap sudut restoran. Lampu bergaya baroque yang sudah ada sejak era kolonial juga menghiasi langit-langit restoran.

Tempat wisata yang memiliki konsep fine dining restaurant ini mempunyai dining room, yakni area yang sangat menarik karena tempatnya luas dan cocok untuk acara formal ataupun single table yang etik.

Melihat Galeri Seni

Kemudian, di lantai dua bangunan ini berfungsi sebagai galeri seni yang kerap digunakan untuk ruang pameran. Anda bisa mengabadikan foto di tempat tersebut, seperti kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke sini.

Hal menarik dari lokasi ini adalah desain bangunannya yang sangat indah bagaikan berada di istana kerajaan cocok untuk acara pernikahan. Oleh sebab itu, akan sayang sekali apabila Anda tidak berfoto atau mengunjungi tempat ini.

Fasilitas di Kawasan Tugu Kunstkring Paleis

Harga Menu Tugu Kunstkring Paleis

Tugu ini memiliki fasilitas yang lengkap dan akan membuat para pengunjungnya nyaman. Misalnya halaman parkir yang luas. Dengan lahan parkir tersebut Anda tidak khawatir jika membawa kendaraan pribadi ke tempat ini.

Selanjutnya, ada petugas parkir yang siap untuk membantu Anda saat parkir. Fasilitas lainnya yang bisa Anda temui yaitu ruang makan restoran. Anda bisa menemukan makanan khas Jakarta atau Betawi, Jawa dan Indonesia.

Ada juga galeri seni dengan corak desain yang sangat indah. Lokasi ini bisa memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Kemudian toilet yang tersedia di sini sangat bersih dan tentunya nyaman.

Harga Tiket Masuk Tugu Kunstkring Paleis

Tiket masuk Tugu Kunstkring Paleis ini gratis karena sebuah restoran, mungkin Anda hanya perlu membayar parkir. Sedangkan untuk harga menunya bisa Anda cek di tabel berikut ini:

Menu Tarif
Main Course Rp74.000,00 – Rp294.000,00
Desert Rp63.000,00 – Rp85.000,00
Drinks Rp28.000,00 – Rp45.000,00
Liquor Rp80.000,00 – Rp2.600.00

Rute Menuju Lokasi Tugu Kunstkring Paleis

Lokasi Tugu Kunstkring Paleis

Tugu Kunstkring Paleis terletek di Jl. Teuku Umar No.1, RT.1/RW.1, Gondangdia, Menteng, Kota Jakarta Pusat. Akses aksenya pun cukup mudah baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Jika Anda menggunakan angkutan umum, maka sebaiknya menggunakan moda transportasi KRL dan kemudian turun di Stasiun Gondangdia. Karena stasiun ini berada tidak terlalu jauh hanya 6 menit jalan kaki menuju ke lokasi.

Pilihan berikutnya adalah dengan menggunakan layanan rental mobil Avanza Jakarta dari Salsa Wisata. Anda akan dipandu oleh sopir berpengalaman dan mengerti akan seluk-beluk jalanan di Jakarta.

Jam Buka Tugu Kunstkring Paleis

Tugu Kunstkring Paleis buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB. Saran untuk Anda yang ingin berkunjung sebaiknya datang pada hari kerja, di antara Senin hingga Jumat.

Jika Anda masih memiliki waktu luang dan masih ingin melakukan wisata kuliner Jakarta, maka Anda bisa menuju ke berbagai tempat di luar area gedung ini untuk menemukan makanan yang cocok.

Selain itu, Anda juga bisa mencari oleh-oleh di sekitar kota untuk sanak saudara dan keluarga besar Anda. Selamat berlibur bersama keluarga dan semoga Anda dapat menghabiskan waktu dengan menyenangkan.



Bagikan Artikel Ini Ke:

About the Author: Zaki

Penulis yang senang makan dan melakukan hal menyenangkan sambil jalan-jalan bersama rekan.
By Categories: Destinasi, Jakarta



Sewa Bus Pariwisata Murah Istimewa

Rental Mobil Wisata Plus Sopir

Pos-pos Terbaru

Hubungi kami, jika ingin paket wisata secara custom atau ada pertanyaan terkait layanan kami

08112939969

5/5 - (3 votes)