Pariaman memang tak seramai Kota Padang atau Bukittinggi. Namun kota ini nampak mulai bergeliat dari segi sektor pariwisata. Salah satu buktinya adalah hadirnya objek wisata baru Jembatan Pelangi.

Tempat wisata ini sebenarnya hanya salah satu dari sekian banyak atraksi wisata yang hadir di Desa Kampung Kandang. Desa ini merupakan sebuah desa wisata yang baru saja resmi akhir tahun 2020.

Sekilas tentang Wisata Jembatan Pelangi

Sesuai dengan namanya, tempat wisata Padang Pariaman ini memiliki daya tarik berupa warna-warna yang mencolok bak warna pelangi. Dari kejauhan, jembatan ini terlihat sangat eye-catching.

Di sekitar jembatan, terdapat kolam ikan, taman, dan rumah pohon yang mana atraksi-atraksi wisata ini semakin memperkuat nilai estetika pada jembatan ini.

Aliran air sungai dan juga vegetasi di sekitar jembatan tentu saja menambah keasrian pemandang di sekelilingnya.

Keunikan Jembatan

Berbeda sekali dengan Jembatan Merah di Surabaya yang terbuat dari material padat, jembatan yang satu ini hanya terbuat dari bambu saja. Panjangnya mencapai 360 meter dan lebar 2 meter.

Lokasi jembatan ini berada di area terbuka dan masih termasuk lingkungan pedesaan yang sangat asri.

Keseluruhan badan jembatan tidak sepenuhnya berwarna-warni. Hanya bagian pagar atau railing jembatan saja yang mendapat olesan cat warna-warni.

Sementara di bagian lantai atau pijakan jembatan, masih berupa bambu dengan pola yang sangat sederhana.

Untuk meramaikan spot wisata baru ini, pihak pengelola menambahkan beberapa atraksi wisata lainnya seperti pondok yang desainnya seperti Rumah Gadang.

Pondok-pondok ini memberikan kesan seperti Anda sedang berada di tengah kompleks perkampungan Minangkabau.

Sejarah & Sistem Kelola Wisata Jembatan

Mengutip perkataan salah satu pengelola, jembatan ini dulunya adalah area persawahan yang kurang terurus.

Namun pasca kunjungan Pemko Pariaman dan Dinas Pariwisata, muncul usulan untuk menjadikan tempat ini sebagai spot wisata.

Hingga akhirnya terbentuklah Desa Kampung Kandang yang kini menyandang status desa wisata dengan sistem swakelola.

Dengan sistem ini, semua hal yang terkait dengan tata kelola pariwisata di tempat ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya pihak desa.

Untuk membangun desa wisatanya sendiri, Pemerintah Desa telah menggelontorkan dana desa sebesar Rp117.258.000,00.

Lalu pada tahun akhir tahun 2020 kemarin, Pak Abdul Halim Iskandar selaku Mendes PDTT meresmikan tempat wisata ini.

Daya Tarik Wisata Jembatan Pelangi

Jembatan Pelangi Kampung Kandang Pariaman

Terdapat beberapa daya tarik yang akan Anda jumpai di tempat wisata ini. Berikut daftarnya:

Jembatan dengan Cat Warna-Warni

Meski tak memiliki banyak daya tarik, jembatan ini cocok sekali menjadi spot foto atau selfie. Anda dan wisatawan lainnya dapat menjadikan jembatan cantik ini sebagai latar foto Anda.

Warna yang cerah dan multicolor ini tentu akan membuat hasil jepretan Anda terlihat lebih ceria. Pasti foto tersebut akan menuai banyak like saat Anda unggah ke akun media sosial Anda.

Pondok dengan Desain Rumah Gadang

Di area sekitar jembatan juga rupanya mampu menarik perhatian para wisatawan yang tengah berkunjung. Pondok-pondok dengan desain Rumah Gadang, misalnya.

Anda tak perlu jauh-jauh ke Bukittinggi untuk melihat langsung bangunan Rumah Gadang dan Jam Gadang Bukittinggi. Cukup datang ke sini saja, Anda akan puas berfoto dan beristirahat di salah satu pondok ini.

Area Persawahan yang Hijau

Tak hanya itu saja, ada beberapa spot menarik lainnya yang bisa Anda jumpai tak jauh dari jembatan. Misal area persawahan yang menghijau dan tampak keemasan saat mendekati panen.

Ada juga kolam ikan yang berisi ikan hasil budidaya warga setempat. Berbagai jenis ikan air tawar siap konsumsi bisa Anda temukan berenang bebas kesana-kemari.

Taman Bunga

Ada pula spot menarik lain yakni sebuah taman bunga yang sangat cantik. Taman ini menjadi spot foto alternatif yang tak kalah elok dari jembatan dan area persawahan.

Warna-warni aneka jenis bunga yang bermekaran di taman ini menjadi pemanis pemandangan sekitarnya. Sekilas, area taman bunga ini mirip dengan objek wisata Rainbow Garden yang ada di Lembang.

Rumah Pohon

Satu lagi daya tarik yang bisa Anda temui saat berkunjung ke desa wisata ini, yaitu rumah pohon. Rumah ini menjadi tempat kesukaan bagi Anak-anak untuk bermain dan juga berfoto.

Bangunanya pun kokoh sehingga akan tetap aman meski berisi lebih dari satu orang dewasa. Dengan begitu Anda bisa puas berfoto tanpa takut jatuh dari atas pohon.

Fasilitas di Wisata Jembatan Pelangi

Karena masih terus dalam proses pengembangan, objek wisata baru ini tidak banyak memiliki fasilitas umum.

Sejumlah fasilitas umum seperti toilet, mushola, dan area parkir masih sedang tahap pengadaan dengan pihak-pihak terkait.

Sementara ini, untuk penggunaan toilet, pengunjung boleh menggunakan toilet milik warga setempat.

Sedangkan untuk area parkir, pihak desa masih menggunakan lahan kosong terdekat sebagai area parkir sementara.

Fasilitas mushola pastinya menggunakan mushola atau masjid milik desa yang lokasinya tersebar di beberapa titik.

Kabarnya, untuk kedepannya, akan ada pemanfaatan potensi lainnya seperti pertunjukan seni, atau pembangunan resto yang menjual makanan khas Padang terpopuler, dsb.

Harga Tiket Masuk Wisata Jembatan Pelangi

Untuk memasuki area wisata, Anda harus membeli tiket masuk yang sangat murah. Tiket masuk ini berlaku untuk pengunjung berusia di atas 6 tahun.

Dana yang terkumpul dari penjualan tiket masuk ini nantinya akan menjadi  biaya untuk perawatan jembatan.

Adapun harga tiket masuk objek wisata jembatan ini adalah sebagai berikut:

Retribusi Tarif
Tiket Masuk Rp2.000,00

Lokasi & Rute Menuju Wisata Jembatan Pelangi

Lokasi Jembatan Pelangi

Objek wisata jembatan ini terletak di Desa Kampung Kandang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Desa Kampung Kandang ini lokasinya sangat dekat dengan pusat Kota Pariaman. Jaraknya hanya 5-6 KM saja.

Ada 2 rute yang bisa Anda pilih untuk tiba di lokasi di atas. Rute yang pertama via Jalan Sentot Ali Basa atau via Jalan Siti Hartinah Soeharto. Waktu tempuhnya hanya sekitar 11 menit.

Ada juga rute yang lebih dekat, yaitu melalui Jalan Jendral Sudirman yang terkenal sebagai area sentra oleh-oleh khas Padang selain makanan. Anda hanya butuh waktu tempuh 10 menit saja.

Bagi Anda yang kurang familiar dengan rute-rute di atas, salah satu solusinya bisa dengan menyewa kendaraan di Salsa Wisata.

Pilih paket sewa mobil plus sopir agar Anda tak perlu menyetir sendiri. Selain itu, dengan bantuan driver berpengalaman, Anda akan tiba di lokasi tanpa tersesat dan bisa tepat waktu.

Untuk paketnya, ada banyak pilihan mobil dan layanan yang bisa Anda gunakan. Salah satu pilihan yang paling kami rekomendasikan adalah paket sewa mobil fortuner VRZ Padang murah.

Paket ini termasuk pilihan terpopuler untuk kegiatan trip keluarga karena harganya terjangkau dan performa kendaraannya juga optimal.

Jam Operasional Wisata Jembatan Pelangi

Secara umumnya desa wisata ini biasanya akan buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Namun semua masih belum pasti sebab belum ada informasi resminya.

Namun agar kunjungan Anda tidak mengecewakan, manfaatkan saja layanan dari biro perjalanan seperti Salsa Wisata

Kami akan segera mengupdate informasi apabila kami sudah mendapatkan informasi terbaru seputar jam operasional dan lainnya dari narasumber yang terpercaya.

Nah, apabila Anda berminat menjadi turis di kawasan wisata Jembatan Pelangi Pariaman ini, segera join dengan peserta paket trip lainnya dari Salsa Wisata.

Selain akan jauh lebih efektif, perjalanan wisata Anda pun akan menjadi lebih mudah dan hemat.

By Categories: Destinasi, Padang

Bagikan Artikel Ini Ke: