Sragen adalah kota kecil namun terkenal dengan Museum Sangiran yang kaya akan isi koleksi berbagai macam benda peninggalan sejarah pada masa zaman purba.
Tempat wisata Jawa Tengah viral ini adalah satu diantara sedikit museum yang menampilkan koleksi fosil manusia purba dan perkakas peninggalannya. Penasaran seperti apa serunya museum tour di sini? Simak info lengkapnya berikut ini.
Sekilas tentang Museum Sangiran
Museum Sangiran di Sragen adalah sebuah museum arkeologi yang terletak di dekat pusat Situs Purbakala Sangiran. Kawasan ini merupakan area situs warisan dunia.
Label warisan dunia oleh UNESCO ini telah tersemat sejak 6 Desember 1996 lalu. Dengan label ini, museum dan juga Situs Purbakala Sangiran secara resmi menjadi sebuah cagar budaya sekaligus warisan dunia.
Sekedar info, museum ini telah menjadi destinasi wisata Sragen teravorit setelah Alun-Alun Kota Sragen. Luas wilayahnya kurang lebih 16.675 meter persegi dan terletak di area lereng Gunung Lawu.
Di dalam bangunan museum ini, tersimpan banyak jenis koleksi sisa-sisa peninggalan zaman purba dan fosil-fosil hominid purba. Dan merupakan museum dengan koleksi purbakala terlengkap se-Asia.
Lokasi Museum Sangiran
Lokasi Museum Sangiran berada di alamat Kabayana II, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jateng. Bila Anda dari Kota Sragen, rute yang bisa Anda lewati adalah Jalan Maospati-Solo atau Jalan Raya Ngawi-Solo.
Lokasi museum ini juga tak begitu jauh dari Kota Solo, yaitu hanya 17 KM saja dari kota. Anda dapat melalui jalur Solo-Purwodadi untuk bisa tiba di lokasi ini. Untuk detail rutenya, cek saja aplikasi Google Maps.
Bila ingin sekaligus bersafari wisata, lebih baik gunakan kendaraan sewa dari tempat sewa mobil terdekat dan berpengalaman seperti Salsa Wisata. Opsi armadanya begitu lengkap dan tarifnya ramah di dompet.
Jam Buka Museum Sangiran
Museum ini beroperasi dari hari Selasa hingga hari Minggu. Hari Senin tutup untuk keperluan perawatan koleksi museum. Jam buka Museum Sangiran Sragen ini dimulai dari pagi, yaitu jam 08.00 sampai dengan jam 16.00 WIB.
Jadi, pengunjung memiliki banyak waktu untuk eksplorasi seisi museum. Malam harinya bisa dilanjutkan dengan berburu oleh-oleh khas Sragen Jawa Tengah yang ada di dekat museum.
Harga Tiket Masuk Museum Sangiran
Untuk bisa mengikuti museum tour di museum arkeologi ini, tiap pengunjung wajib membeli tiket masuk terlebih dahulu. Harga tiket masuk Museum Sangiran tidaklah mahal dan masih relatif terjangkau oleh semua kalangan.
Bila ingin menggunakan jasa pemandu, ada biayanya meski sukarela. Kemudian untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan, ada tarif parkir kendaraan yang juga tak mahal.
Berikut adalah info tiket masuk, biaya parkir, dan biaya lainnya yang terupdate dari museum ini:
Retribusi | Tarif |
---|---|
Tiket Masuk – Turis Lokal | Rp10.000,00 per orang |
Tiket Masuk – Turis Asing | Rp15.000,00 per orang |
Parkir Sepeda Motor | Rp2.000,00 per kendaraan |
Parkir Mobil | Rp5.000,00 per kendaraan |
Parkir Angkutan Wisata | Rp3.000,00 per kendaraan |
Jasa Pemandu | Sukarela |
Dengan tarif tersebut, tentu Anda bisa berhemat. Sisa budget liburan nantinya bisa Anda gunakan untuk wisata kuliner di resto-resto yang hidangkan makanan khas Jawa Tengah yang paling terkenal.
Daya Tarik Wisata Museum Sangiran
Museum ini tak hanya tawarkan sarana edukasi dan informasi terkait dengan kehidupan zaman purba. Melainkan juga suguhkan daya tarik yang pastinya membuat para pengunjungnya tak menyesal pasca berkunjung ke sini.
Koleksi Museum
Museum ini menyimpan 13.806 koleksi. Semuanya tersimpan dengan baik di dua tempat penyimpanan. Sebanyak 2.931 buah koleksi berada di ruang pamer, sedang 10.875 koleksi sisanya tersimpan di ruang penyimpanan khusus.
Koleksi-koleksi ini terdiri dari fosil-fosil manusia purba, termasuk jenis Homo Sapiens. Kemudian ada fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang laut dan binatang air tawar, artefak, dan batuan.
Sejarah Museum
Terkait dengan sejarah Museum Sangiran, museum ini sudah beroperasi sejak tahun 1977. Mulanya, pembangunan museum ini dilatarbelakangi adanya penemuan fosil dan benda-benda purbakala lainnya.
Lokasi penemuan tersebut disinyalir sebagai pusat kehidupan manusia purba pada zaman pra-sejarah. Kini, lokasi tersebut menjadi area cagar budaya dan warisan dunia yang disebut Situs Manusia Purba Sangiran.
Awalnya ada seorang ahli paleoantropologi dari Jerman, GHR Von Koenigswald, yang sedang melalukan penelitian di Sangiran. Pendiri museum ini lalu menemukan situs ini pada tahun 1930-an.
Hasil temuannya lalu disimpan di kediaman Toto Marsono, seorang kepala Desa Krikilan, hingga tahun 1975. Karena banyak wisatawan yang berkunjung, lalu muncul inisiatif untuk membangun sebuah museum.
Klaster Bertema
Museum ini mempunyai sejumlah klaster tematik yang menarik. Masing-masing klaster tawarkan tema yang berbeda. Klaster Krikilan, misalnya, adalah pusat informasi terkait dengan Situs Sangiran.
Selanjutnya ada Klaster Dayu yang menginformasikan jenis-jenis lapisan tanah pada zaman purba lengkap dengan hasil temuan-temuan. Klaster Ngebung juga tampilkan hal yang tak kalah menarik, yaitu lokasi awal penggalian.
Terakhir adalah Klaster Bukuran yang lebih memaparkan bagaimana manusia purba berevolusi. Dari klaster-klaster ini, informasi yang akan pengunjung terima begitu lengkap.
Cinematografi
Selain asik eksplorasi seisi museum, pengunjung juga boleh mendokumentasikan kegiatan museum tour-nya. Museum yangs megah dan penuh tanaman hias tentu akan menambah sisi estetik hasil dokumentasi.
Koleksi museum yang terletak di sejumlah sudut museum juga bisa menjadi objek fotografi. Anda pun bisa jadikan hasil jepretan Anda ini sebagai konten media sosial Anda.
Terkadang ada sekelompok mahasiswa atau siswa yang memvideo klaster-klaster di museum untuk keperluan tugas kuliah atau tugas sekolah. Terdengar sangat menarik, ya.
Inilah yang membuat museum ini unik dan berbeda. Pengunjung boleh mengambil gambar dan video untuk keperluan edukasi. Jadi, kapan Anda menambah koleksi foto Anda di sini?
Outlet Cinderamata
Ingin membelikan buah tangan spesial untuk keluarga di rumah? Tak perlu bingung karena di museum ini juga terdapat outlet cinderamata murah.
Sebagian besar produk cinderamata ini berupa tiruan dari koleksi-koleksi museum, bukan cinderamata biasa yang biasa Anda jumpai di pusat oleh-oleh Jawa Timur atau tempat oleh-oleh lainnya.
Fasilitas di Museum Sangiran
Sederet nama fasilitas tentu tersedia dengan lengkap di museum ini, seperti fasilitas-fasilitas ini:
- ruang pameran
- Gardu Pandang Sangiran
- outlet cinderamata
- audio-visual
- toilet
- area parkir kendaraan
- pusat informasi
Jika tak sabar untuk tambah wawasan Anda terkait dengan warisan kehidupan manusia purba di Sangiran, segera agendakan liburan di sini. Dukung momen liburan Anda nantinya dengan layanan paket wisata dari Salsa Wisata.
Dengan harga paket wisata yang murah, layanan ini akan siap akomodir kebutuhan transportasi, penginapan, dan tiket objek wisata selama liburan di Museum Sangiran dan destinasi wisata Sangiran lainnya.