SalSari Resto & Coffee

Bagi Anda penikmat sejarah, khususnya sejarah nusantara, mungkin Anda pernah dengar soal prasasti Mantyasih. Prasasti yang satu ini disebut juga dengan prasasti Balitung atau Prasasti Tembaga Kedu.

Peninggalan kerajaan Mataram Kuno ini ditemukan di kampung Mateseh, Magelang Utara, Jawa Tengah. Prasasti ini sendiri bertuliskan silsilah raja Mataram Kuno, sebelum Dyah Balitung.

Sementara Dyah Balitung adalah raja yang membuat prasasti ini. Itulah sebabnya prasastinya disebut juga dengan nama prasasti Balitung. 

Dari prasasti ini juga diketahui bahwa desa Mantyasih, desa di mana prasasti ini ditemukan (kini jadi Mateseh), ada desa tua yang sudah ada dari sejak Mataram Kuno.

Di prasasti, Dyah Balitung menetapkan bahwa desa Mantyasih adalah desa bebas pajak. Termaktub pula dalam prasasti ini kisah Dyah Balitung memberikan hadiah pada lima patih terbaiknya berupa tanah perdikan. 

Sejarah Prasasti Mantyasih

sejarah Prasasti Mantyasih

Prasasti ini merupakan bukti kebudayaan kerajaan Mataram Kuno yang beragama Hindu di tanah Jawa. Kerajaan Mataram Kuno ini banyak meninggalkan peninggalan kuno yang agung dan sarat makna. Salah satunya adalah prasasti ini. 

Prasasti ini terbuat dari tembaga dan ditulis oleh sang raja yang waktu itu memerintah. Diperkirakan, prasasti ini dibuat dari tahun 907 Masehi, atau 829 Saka.

Dengan gelar Rakai Watukumara Dyah Balitung Shri Dharmmodaya Mahasambhu, raja ini merupakan salah satu yang termasyur di kerajaan Mataram Kuno. Pada masa itu, kerajaan ini adalah tanah yang subur.

Wilayah kekuasaannya juga sangat luas. Meski memerintah dengan baik, Dyah Balitung ternyata bukan pewaris takhta yang sah. Ia mewarisi kerajaan karena ia menikah dengan putri raja Mataram Kuno yang sebelumnya, Rakai Watuhumalang.

Sebelum menikahi putri Rakai Watuhumalang, Dyah Balitung hanya seorang raja bawahan yang menguasai daerah Watukumara. Mengingat kedudukannya di singgasana kurang kuat, Dyah Balitung kemudian membuat prasasti. Ia memerintahkan agar prasasti itu dibuat agar banyak orang mengingat namanya kelak.

Lokasi Prasasti Mantyasih

Prasasti Mantyasih beralamatkan di Jl. Alibasah Sentot No. 751 Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Timur. Lokasinya sangat dekat dari alun-alun Magelang dan Gunung Tidar.

Kami sarankan untuk memakai kendaraan pribadi jika Anda berkunjung ke sini, karena jauh lebih repot jika Anda pakai kendaraan umum. Anda bisa gunakan jasa rental mobil  plus driver Magelang jika tidak membawa kendaraan pribadi ke kota ini.

Jam Operasional Prasasti Mantyasih

Jam Buka Pukul
Senin – Minggu 24 Jam

Fasilitas Prasasti Mantyasih

pendopo Prasasti Mantyasih

Karena desa Mateseh sendiri masih belum resmi sebagai desa wisata, fasilitas di tempat ini masih cukup terbatas. Beberapa fasilitas yang bisa Anda manfaatkan yaitu:

  • Parkiran
  • Toilet

Meski belum ada mushola khusus, ada beberapa masjid di desa Mateseh jika Anda hendak beribadah. Penduduk lokal juga banyak menjajakan makanan jika Anda ingin mencoba kuliner khas Magelang enak.

Harga Tiket Masuk Prasasti Mantyasih

Sampai tulisan ini terbit, desa Mateseh masih terbuka untuk umum secara gratis. Yang berarti, jika Anda ingin melihat prasasti Mantyasih, Anda bisa langsung datang ke lokasinya di desa Mateseh tanpa harus membayar tiket masuk.

Meskipun begitu, untuk bisa menikmati sungai atau danau di desa ini, mungkin Anda harus membayar parkir. Jika fasilitas penunjang lainnya sudah jadi, kemungkinan akan ada biaya tiket masuk.

Namun, jika fasilitas di sungai atau danau belum dibangun sempurna, Anda bisa menikmati alamnya secara gratis. Jangan lupa bawa kamera Anda untuk mengabadikan pemandangan indah di desa ini.

Daya Tarik Prasasti Mantyasih

pemandangan di Prasasti Mantyasih

Sebetulnya, prasasti Mantyasih sendiri hanya berupa lempeng tembaga yang berdiri di atas sebongkat batu. Batu tersebut berada di semacam area pendopo yang semi-tertutup. Yang membuatnya menarik sebetulnya adalah desa tempat prasasti ini berada.

Desa Mateseh punya segudang daya tarik, yang sayangnya masih belum digodok dengan matang oleh pemerintah daerah. 

Pendopo Desa

Salah satu area di desa Mateseh yang paling banyak menarik minat pengunjung atau penduduk non-lokal adalah pendoponya. Di sini, Anda bisa menyaksikan berbagai kegiatan seni, dari mulai jatilan sampai seni tari. 

Kalau Anda ingin melihat pergelaran tari dari warga lokal, Anda bisa datang ke desa ini setiap Minggu Pahing. Di waktu tersebut, akan ada acara Pahingan, di mana ada pentas tari dari puluhan sanggar tari di seantero Magelang. 

Pendoponya sendiri merupakan daya tarik yang terpisah dari seni-seni yang ada di situ. Berbentuk bangunan kuno, pendopo ini juga terlihat modern. Perpaduan antara arsitektur lama dan baru inilah yang membuat pengunjung betah melihatnya. 

Wisata Alam

Desa Mateseh punya potensi alam yang bagus, sama seperti wisata alam hits Magelang lainnya.. Selain itu, ada juga danau yang bernama Dung Tungkul. Danau yang satu ini cukup luas.

Sampai bulan Februari silam, sungai Rejosari masih dalam tahap revitalisasi. Sungai tersebut akan dilengkapi oleh tempat bilas, sehingga wisatawan tidak perlu berbasah-basahan pulang dari sungai.

Untuk river tubing sendiri, sudah ada tujuh belas yang bisa Anda gunakan. Lahan parkir dan warung untuk UMKM juga akan segera dibuka di sekitarnya. 

Di danau Dung Tungkul, di sisi lain, juga akan dibangun fasilitas untuk bermain air atau keceh. Nantinya, pengunjung bisa memilih, mau river tubing di sungai atau bermain air di danau. Untuk anak-anak, tentu lebih disarankan main di danau, karena airnya lebih tenang.

Wisata Religi

Selain prasasti Balitung, di desa Mateseh terdapat makam KH Abdul Mukti. Kabarnya, KH Abdul Mukti merupakan keturunan dari raja Brawijaya V. Dulu, KH Abdul Mukti berdakwah sampai ke banyak tempat, termasuk ke desa Mateseh ini. Ada banyak peninggalannya, termasuk satu masjid di RW 4 di desa Mateseh.

Di masjid tersebut, kini rutin mengadakan pengajian selapanan. Pengunjung bisa mengikuti acara pengajian tersebut, atau sekadar ziarah ke makam KH Abdul Mukti. Letaknya tidak begitu jauh dari Sungai Rejosari, Danau Dung Tungkul, dan prasasti Balitung sendiri.

Kalau Anda kerepotan mengatur waktu liburan, Anda bisa gunakan jasa Salsa Wisata. Sebagai agen wisata terbaik, kami akan mengatur jadwal liburan Anda, menyediakan paket wisata, mengurus tiket masuk, reservasi tempat wisata dan penginapan, serta menyediakan transportasi. Liburan bersama Salsa Wisata pasti bebas repot.



Bagikan Artikel Ini Ke:

5/5 - (10 votes)