SalSari Resto & Coffee

Buat Anda penikmat film laga yang menonton film The Raid 2, pasti sudah tidak asing lagi dengan Benteng Van der Wijck. Benteng ini menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar film The Raid 2.

Dalam filmnya, Iko Uwais beradu bogem mentah dengan para penjahat dengan latar belakang benteng yang cantik ini. Sudah familiar sekarang? Nah, benteng ini rupanya bukan cuma sekadar latar film belaka.

Sebagai salah satu wisata sejarah di Indonesia, ada banyak hal bersejarah yang harus Anda ketahui soal benteng peninggalan masa kolonial ini. Tempat ini menjadi saksi berbagai peristiwa berdarah yang terjadi. Itulah sebabnya banyak yang mengatakan benteng ini angker.

Kalau biasanya wisatawan kalau berkunjung berwisata ke Waduk Sempor atau Pantai Menganti. Nah, wisata sejarah Benteng Van der Wijck bisa menjadi alternatif pilihan menarik selain tempat-tempat tersebut.

Sekilas Tentang Benteng Van der wijck

sekilas Benteng Van der Wijck

Sebetulnya, ada banyak benteng peninggalan Belanda yang ada di Indonesia. Sebut saja Benteng Pendem dan Benteng Somba Opu di Makassar. Namun, benteng yang satu ini berbeda.

Meskipun ini adalah salah satu benteng peninggalan Belanda dari tahun 1817, arsiteknya yaitu arsitek muslim. Hal itu terlihat dari arsitektur bangunan benteng ini.

Sekilas, bentuknya mirip dengan Masjidil Haram dengan segi delapannya yang khas. Kalau dari kompas Islam, pintu benteng ini menghadap tepat ke arah kiblat. Kabarnya, di dunia ini hanya ada dua benteng bersegi delapan.

Satu Benteng Van der Wijck, dan satunya lagi benteng di Australia. Benteng ini memiliki tinggi 10 meter dengan luas 7.168 meter dan ketebalan 1,4 meter. Lantai pertamanya memiliki empat gerbang.

Di dalamnya, Anda bisa menemukan 27 ruangan kecil dan 16 ruangan besar. Ada juga delapan tangga dan 72 jendela. Beranjak ke lantai dua, ada 25 ruangan kecil dan 16 ruangan besar.

Kini, benteng ini dikelola oleh Herwin Kunadi selaku General Manager PT Indopower. Bersama ayahnya, beliau berhasil menyulap benteng kuno ini menjadi sebuah salah satu tempat wisata hits di Kebumen yang bersejarah.

Tempatnya jadi terlihat modern dan kekinian. Padahal, dulunya tempat ini terkenal cukup angker. Renovasinya sendiri mulai di tahun 1999 atas izin TNI. Awalnya, benteng ini adalah kantor VOC dan namanya yaitu Fort Cochius.

Setelah VOC bubar, kantor ini lalu berubah menjadi benteng. Pembangunannya berlangsung saat pemerintahan gubernur Godert Alexander Gerard Philip Baron van der Capellen.

Fasilitas Benteng Van der Wijck

spot foto Benteng Van der Wijck

Secara keseluruhan, fasilitas yang tersedia sudah cukup lengkap dan memadai. Setidaknya bisa memenuhi kebutuhan Anda selama di sini. Beberapa fasilitas yang bisa Anda gunakan yaitu area parkir yang luas, toilet, spot foto Instagramable, ruang koleksi, dan wahana permainan.

Selain itu, ada banyak warung makan yang menjual berbagai menu makanan yang enak. Jadi, Anda bisa mampir untuk mencicipi kuliner khas Jawa Tengah yang lezat.

Harga Tiket Masuk Benteng Van der wijck

Tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa menikmati tempat bersejarah yang indah ini. Berikut ini rincian harga tiket masuk Benteng Van der wijck:

Retribusi Tarif
Tiket masuk Rp25.000,00
Masuk arena bermain Rp10.000,00
Naik kereta mini Rp5.000,00

Harga tiket sama untuk pengunjung anak dan dewasa. Harga pun tidak berubah meski di akhir pekan. Meski begitu, harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Rute Menuju Benteng Van der wijck

galeri Benteng Van der Wijck

Benteng Van der wijck berada di Sidayu, Kecamatan Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Kalau Anda berangkat dari alun-alun Kebumen, butuh waktu kira-kira setengah jam untuk bisa sampai di benteng ini.

Dari alun-alun, ambil arah menuju Jalan Merdeka/Jalan Pahlawan/Jalan Soekarno Hatta. Setelah itu, belok kiri ke Jalan Kapten Piere Tendean. Belok kanan untuk mengikuti jalan ini, lalu belok kiri ke jalan HM Sarbini. Setelah 850 meter, lurus terus ke arah Jalan Raya Sokka.

Ikuti jalan untuk terus ke Jalan Nasional III. Tetaplah berada di Jalan Nasional III sepanjang 14,4 km. Setelah itu, belok kanan ke Jalan Kartini, belok kanan lagi menuju Jalan Gereja, dan terakhir belok kanan ke Jalan Secata. Tujuan Anda ada di sebelah kanan.

Sayangnya, benteng ini sulit untuk ditempuh dengan kendaraan umum. Kalau Anda berwisata ke sini bersama rombongan, lebih baik Anda sewa bus pariwisata Kebumen. Tentunya lebih praktis, karena Anda juga bisa mengeksplor kota Kebumen dan sekalian mampir ke toko oleh-oleh khas Jawa Tengah.

Berbagai destinasi wisata sudah kami siapkan untuk Anda kunjungi setiap harinya. Praktis dan efisien. Hubungi Salsa Wisata sekarang untuk info lebih lanjut.

Daya Tarik Benteng Van der Wijck

Jangan kira wisata sejarah pasti membosankan. Anda harus datang sendiri ke Benteng Van der Wijck untuk membuktikan bahwa tempat bersejarah justru bisa jadi tempat yang menarik. Beberapa hal menarik yang bisa Anda temukan di sini yaitu:

Sejarah Benteng Van der Wijck

sejarah Benteng Van der Wijck

Sekitar tahun 1817, benteng ini mulai dibangun. Pembangunan bangunan ini berlangsung seiring dengan gerakan perlawanan Pangeran Diponegoro dan pengikut-pengikutnya di berbagai kota. Benteng ini dibuat sebagai tempat pertahanan Belanda di eks karesidenan Kedu Selatan.

Lantai 1 benteng ini untuk barak peristirahatan bagi para pasukan Belanda. Selain itu, lantai ini juga untuk menyimpan pasokan persenjataan dan bahan makanan. Atap bentengnya sengaja dibuat kokoh untuk mengintai sekaligus sebagai pertahanan.

Setelah Belanda hengkang dari Indonesia, benteng ini kemudian dialihfungsikan. Konon, tempat ini pun pernah menjadi tempat latihan PETA di masa pendudukan Jepang. Di era itu, semua tulisan Belanda yang ada di area benteng dicat dengan warna hitam.

Setelah Indonesia merdeka, di tahun 1950 sampai 1984, benteng ini kembali menjadi barak tentara Indonesia. Di tahun 1984 sampai 2000, benteng ini jadi tempat tinggal para anggota TNI Angkatan Darat. Nah, sejak 5 Oktober 2000, diputuskan bahwa benteng ini menjadi tempat wisata dan dikelola oleh pihak swasta.

Arena Bermain di Sekitar Benteng

wahana Benteng Van der Wijck

Supaya pengunjung tidak bosan, pengelola juga menyediakan arena bermain di halaman benteng sebagai tempat untuk anak-anak bermain. Beberapa wahana ada di sini. Di antaranya yaitu becak air, mobil-mobilan, kincir putar, dan perahu angsa.

Arena bermain ini memang untuk menarik minat pengunjung, utamanya anak-anak. Untuk bisa menikmati berbagai wahana di sini, pengunjung dikenai biaya tambahan. Namun tenang saja, biayanya tidak menguras dompet. Ada juga beberapa wahana yang bisa dinikmati gratis, seperti foto di tank, seluncuran, roda putar, dan ayunan.

Keliling Dengan Kereta Mini

kereta Benteng Van der Wijck

Di benter ini, ada dua jenis kereta mini yang bisa Anda nikmati. Kereta mini untuk membawa penumpang dari gerbang utama di depan menuju benteng. Fasilitas ini ada karena memang jarak yang harus pengunjung tempuh dari depan menuju benteng agak jauh.

Kereta mini satunya ada di atas benteng. Kereta mini yang ini untuk membawa pengunjung keliling benteng sambil menikmati panorama dari ketinggian. Tentu akan memberikan sensasi tersendiri untuk mengelilingi benteng sambil naik kereta.

Waterpark Benteng Van der Wijck

waterpark Benteng Van der Wijck

Siapa sangka di tempat seperti ini ada wahana waterpark yang bisa Anda masuki. Tentu saja wahana ini untuk lebih menarik wisatawan datang berkunjung, terutama dari kalangan anak-anak.

Waterparknya masih bernuansa benteng ala bangunan Eropa. Tak lupa, ada wahana perosatan untuk menambah keseruan anak-anak saat bermain di dalamnya.

Jam Operasional Benteng Van der Wijck

Benteng Van der Wijck buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Anda bisa datang di pagi hari sebelum jam 12.00 WIB supaya bisa menikmati suasana wisata sebelum matahari terlalu menyengat.

Ingin datang ke tempat wisata ini bersama rombongan? Anda bisa hubungi Salsa Wisata untuk mengatur liburan Anda. Salsa Wisata punya banyak pilihan paket wisata. Dengan memesan paket wisata, hari-hari liburan Anda sudah terjadwal.

 



Bagikan Artikel Ini Ke:

5/5 - (11 votes)