Tidak banyak yang tahu jika di kawasan Kediri ternyata terdapat situs candi Buddha terbesar se-Jawa Timur. Situs tersebut bernama Candi Adan Adan atau warga sekitar menyebutnya dengan nama Situs Candi Gempur.
Keberadaan candi ini konon katanya, masih berkaitan dengan Candi Borobudur yang ada di Magelang. Sehingga peninggalan-peninggalan seperti arca Buddha bisa Anda lihat di dalam kawasan candi.
Namun berbeda dengan Borobudur, candi ini masih dalam tahap penelitian dan penggalian. Sehingga masih penuh dengan misteri terkait bentuk asli bangunannya. Meski begitu, Situs Adan Adan ini tetap menarik untuk Anda kunjungi.
Sejarah Candi Adan Adan
Awal mula penemuan situs ini terjadi sekitar tahun 1970-an. Saat itu ada warga yang tanpa sengaja menemukan potongan makara di sekitar kawasan situs.
Sejak penemuan tersebut penduduk sekitar pun menjadikan tempat ini salah satu situs suci dan sakral. Apalagi setelah terjadi peristiwa janggal ada warga yang gila sehabis buang air di lokasi tersebut.
Kejadian misteri ini pun berulang pada tahun 1991 yang mengakibatkan penggalian dari BP3 Trowulan harus berhenti. Tanah galian situs yang sebelumnya sedalam 3 meter mendadak ambles menjadi 5 meter.
Namun beberapa puluh tahun selanjutnya tepatnya tahun 2006, tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional kembali melakukan penggalian.
Tak hanya berhenti di sana, penelitian pun terus berlangsung beberapa kali hingga tahun 2021. Dari 5 tahap penggalian tersebut, para peneliti menemukan banyak fakta menarik.
Menurut para peneliti, situs candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Kediri atau Panjalu yang sudah ada sejak abad ke-11. Beberapa arca yang ada di situs ini pun memiliki corak Buddha Mahayana seperti Borobudur.
Sayangnya, meski sudah melewati beberapa kali proses penggalian, situs ini masih belum sempurna. Anda masih belum dapat melihat bentuk utuh candi seperti halnya salah satu tempat wisata Malang murah, Candi Singosari
Daya Tarik Candi Adan Adan
Meski berada di lokasi yang cukup tersembunyi, candi ini tetap memiliki banyak hal menarik. Anda pun dapat melakukan berbagai macam aktivitas seru saat berkunjung, berikut ini beberapa daya tarik yang bisa Anda dapatkan:
Arsitektur Candi
Bangunan candi yang telah tertimbun 11 lapisan abu vulkanik Gunung Kelud membuat proses penggalian berlangsung lama. Hingga sekarang bentuk utuh candi masih menjadi misteri bagi para peneliti.
Namun dari hasil penggalian terakhir, Anda sudah bisa melihat seperempat bagian keseluruhan candi. Menurut para peneliti luas candi ini mencapai lebih dari 700 meter persegi.
Luas tersebut masih dapat bertambah lagi sebab baru sebagiannya saja. Secara keseluruhan candi ini memiliki bentuk persegi dengan pagar yang mengelilingi area sekitarnya.
Di kawasan candi juga terdapat petirtaan seperti embung yang menjadi tempat bersuci dan lainnya. Keberadaan tirta ini pun tidak lepas dari lokasi candi yang berada di kawasan dekat aliran sungai Kali Serinjing.
Bangunan candi sendiri terbuat dari batu andesit dengan tambahan batu bata sebagai pengisi. Hal tersebut bisa terlihat dari temuan kepala kara dan juga potongan makara yang berada di sekitar situs.
Untuk hiasan candi sendiri yang saat ini berhasil tergali adalah potongan kepala Bodhisattva dan Arca Dwarapala. Peneliti masih berupaya menemukan pecahan arca dan candi lain yang masih tertinggal.
Reruntuhan dan Sisa Galian
Kondisinya yang belum lengkap ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah pengunjung yang datang. Kebanyakan dari mereka penasaran bagaimana proses penggalian candi berlangsung.
Anda bisa melihat langsung lubang-lubang galian serta struktur candi yang masih tertanam di bawah tanah. Dari situs penggalian ini pun Anda dapat belajar dan tahu bagaimana sulitnya menjaga warisan budaya.
Beberapa potongan batu candi serta arca juga terkadang masih terlihat di sekeliling area. Spot reruntuhan inilah yang menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto.
Sekitar 500 meter dari candi utama, Anda juga dapat melihat galian dari reruntuhan pemukiman warga. Di tempat inilah para peneliliti menemukan dua buah gentong serta beberapa keramik dan batu pipisan.
Bersepeda
Lokasinya yang masih asri dan berada di pelosok jadi tujuan banyak pesepeda di Kota Kediri. Seperti halnya Candi Abang yang ada di Jogja, Anda bisa bersepeda hingga masuk kawasan candi.
Jalan pedesaan yang Anda lewati jadi pemandangan apik yang dapat melepas penat. Apalagi jika Anda berkunjung saat pagi hari, udara dan angin segar sudah pasti menemani perjalanan Anda.
Fasilitas Candi Adan Adan
Cagar budaya yang masih dalam tahap penelitian ini masih belum memiliki fasilitas yang begitu memadai. Pagar di sekeliling kawasan situs ini pun masih menggunakan kawat serta tiang, dengan gerbang sederhana.
Jadi jangan harap untuk melihat warung atau restoran di tempat ini. Walau begitu, Anda masih bisa menjumpai pedagang bakso Malang atau pentol, salah satu makanan khas Malang yang terkenal murah di sekitar sini.
Untuk fasilitas seperti tempat parkir, toilet, dan mushola pun masih belum tersedia. Kemungkinan fasilitas-fasilitas tersebut akan tersedia setelah proses penelitian selesai dan bentuk candi mulai terlihat.
Harga Tiket Masuk Candi Adan Adan
Untuk saat ini, karena masih dalam tahap penelitian dan penggalian belum ada tarif masuk pasti untuk wisatawan. Semua masih swasembada, seikhlasnya, bahkan gratis.
Wisata murah seperti ini juga bisa Anda dapatkan bila menggunakan layanan dari Salsa Wisata. Terdapat banyak paket liburan keluarga di Malang yang bisa Anda pilih dengan harga terjangkau
Lokasi & Rute Menuju Candi Adan Adan
Seperti namanya, situs ini terletak di Desa Adan Adan, tepatnya di Dusun Genuk, Adan Adan, Gurah, Kabupaten Kediri. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Kampung Inggris Pare yang terkenal.
Rute menuju lokasi candi cukup banyak pilihan. Untuk Anda yang datang dari arah Barat bisa mampir ke tempat ini jika ingin berkunjung ke Malang. Dari simpang lapangan Bogo Anda bisa berbelok ke arah Pagu.
Namun jika Anda ragu atau tidak tahu jalan, bisa manfaatkan bantuan sopir dari rental mobil innova reborn Malang murah. Sopir-sopir tersebut siap mengantar Anda langsung ke lokasi sekaligus mampir ke tempat-tempat menarik lain.
Jam Operasional Candi Adan Adan
Kondisi situs yang masih dalam proses penelitian, membuat jam operasionalnya belum pasti. Terkadang tutup dan buka tergantung hari penggalian serta kesiapan penjaga.
Sehingga Anda harus siap mencari alternatif destinasi lain yang ada di sekitarnya. Anda bisa memanfaatkan layanan dari biro perjalanan seperti Salsa Wisata untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Dengan berbagai macam paket yang tersedia Anda bisa mengunjungi banyak tempat menarik seperti di Malang. Selain liburan Anda pun dapat berbelanja berbagai macam oleh-oleh khas Malang kekinian yang ada di Pujon atau Kota Batu.
Sehingga liburan Anda tetap menyenangkan meski tidak dapat mengunjungi Candi Adan Adan ini. Jadi tunggu apalagi segera rencanakan liburan Anda kali ini bersama Salsa Wisata.