Rekreasi ke peninggalan sejarah bisa menjadi pilihan tepat saat liburan. Jika sedang berada di Mojokerto, salah satu tempat wisata yang bisa Anda kunjungi adalah Candi Brahu.

Candi Brahu Mojokerto bercorak Budha ini merupakan salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi populer di Kabupaten Mojokerto. Tempat ini sering mendapat kunjungan tak hanya dari kalangan turis saja. Melainkan juga dari para siswa.

Area wisata ini juga kerap ramai oleh rombongan peserta tour yang datang dengan menggunakan jasa sewa bus pariwisata. Mungkin Anda juga berminat mengajak rekan kerja atau keluarga besar untuk tour ke candi ini dan sekitarnya.

Namun sebelum berkunjung ke situs candi ini, sebaiknya cari info lengkapnya terlebih dahulu. Berikut adalah rangkuman detailnya. Silahkan Anda simak.

Sekilas Tentang Candi Brahu

candi brahu mojokerto

Candi Brahu merupakan salah satu tempat wisata Mojokerto viral yang berusia lebih tua dari candi lain yang ada di sekitar Trowulan.

Nama Brahu sendiri berasal dari kata ‘wanaru’ atau ‘warahu’, yang tak lain adalah sebuah bangunan suci yang ada di dalam prasasti tembaga Alasantan. Prasasti tersebut ditemukan sekitar 45 meter di sebelah Barat candi ini.

Candi bercorak Buddha ini ditemukan bersamaan dengan sejumlah benda peninggalan bersejarah lainnya. Diantaranya adalah peralatan upacara dari logam emas dan juga perhiasan emas. Ada juga arca-arca logam dengan corak Buddha.

Bangunan candi ini terbilang unik dan berbeda dengan candi Buddha pada umumnya. Dari sisi material, candi ini terbuat dari batu bata merah, bukan batu vulkanik seperti Borobudur.

Candi ini juga menghadap ke Barat dan meruncing di bagian atasnya layaknya candi-candi bercorak Hindu. Luas bangunannya sendiri 18×22.5 meter persegi dengan tinggi 20 meter.

Bangunan candi mengalami pemugaran sekitar tahun 1990 dan selesai pada tahun 1995. Menurut masyarakat sekitar, dahulu terdapat beberapa candi lain di sini. Sebut saja Candi Muteran, Candi Gedong, Candi Tengah, dan Candi Gentong.

Harga Tiket Masuk Wisata Candi Brahu

Untuk masuk ke salah satu tempat wisata religi di Indonesia ini, ada tiket masuk yang harus Anda beli terlebih dahulu. Harga tiket masuk Candi Brahu ini masih sangat terjangkau.

Khusus pengunjung yang berkendara, jangan lupa untuk siapkan uang kecil untuk membayar biaya parkir. Ada biaya parkir kendaraan tersendiri selain tiket masuk. Dan berikut tarifnya:

Retribusi Tarif
Tiket Masuk Rp3.000,00 per orang
Parkir Sepeda Motor Rp2.000,00 per kendaraan
Parkir Mobil Rp5.000,00 per kendaraan

Harga tiket di atas bisa berubah sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Adapun keterangan harga tersebut bisa Anda jadikan referensi ketika akan berkunjung ke wisata sejarah ini.

Rute Menuju Lokasi Wisata Candi Brahu

lokasi candi brahu

Lokasi Candi Brahu terletak di Siti Inggil, Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Lokasinya 14 kilometer dari kota atau 42 kilometer dari Gunung Anjasmoro.

Untuk sampai ke lokasi, Anda bisa menggunakan mobil atau sepeda motor. Rutenya bisa memilih Jalan Raya Mojokerto-Jombang hingga menemukan sebuah perempatan kecil.

Dari perempatan tersebut, Anda sudah bisa melihat petunjuk arah menuju ke lokasi tujuan. Anda perlu belok ke kanan dan tidak berselang lama akan segera menemukan candi tersebut.

Lokasi candi ini berdekatan dengan Candi Gentong. Selain itu, di dekatnya juga ada Patung Budha Tidur Maha Vihara. Untuk menjangkau 2 spot wisata ini sekaligus, Anda bisa manfaatkan jasa rental mobil terdekat dari Salsa Wisata.

Daya Tarik Wisata Candi Brahu

Keberadaan candi ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan terutama bagi mereka yang menyukai sejarah. Ada banyak hal yang bisa pengunjung gali dari tempat ini, seperti prasasti, arsitektur, hingga sejarah Candi Brahu itu sendiri.

Anda juga dapat menjumpai daya tarik lain seperti ragam souvenir dan juga lezatnya jajanan khas yang dijual di sekitar lokasi wisata. Anda bisa membeli beberapa sebagai oleh-oleh dari Jawa Timur khususnya dari Mojokerto untuk keluarga tercinta.

Fungsi Candi Bruha

candi brahu trowulan

Candi ini sebenarnya dikelilingi oleh 4 candi lain seperti Candi Muteran, Candi Gedong, Candi Tengah, dan Candi Gentong. Namun, hingga saat ini hanya Candi Gentong yang masih terlihat reruntuhannya.

Keempat candi ini memiliki peran masing-masing. Fungsi Candi Bruha sendiri adalah sebagai lokasi upacara perabuan. Hal ini dapat Anda ketahui dari isi Prasasti Alasantan.

Dalam prasasti tersebut tertulis bahwa candi ini adalah tempat pembakaran raja-raja Majapahit terdahulu. Para arkeolog juga menemukan benda-benda sejarah lainnya di sekitar lokasi candi. Sebut saja 4 buah prasasti, 6 arca Buddha, piring perak, dan perhiasan.

Sejarah Candi Brahu

Terkait dengan sejarah Candi Brahu Mojokerto, banyak sumber sejarah yang menjelaskan bahwa candi ini terinspirasi nama bangunan suci, Wanaru atau Waharu. Keterangan ini berdasarkan apa yang tertulis di Prasasti Alasantan.

Prasasti ini ditulis sekitar tahun 861 Saka atau sekitar September tahun 939 Masehi. Dan Raja Mpu Sindok adalah figur yang memerintahkan untuk menuliskan hal ini ke dalam prasasti.

Prasasti Alasantan

Prasasti Alasantan

Candi ini tidak terlepas dari sebuah prasasti bernama Alasantan. Prasasti tersebut menjelaskan bahwa asal muasal nama Baharu berasal dari kata wanaru atau warahu.

Kedua kata tersebut memiliki arti yang tidak jauh berbeda yaitu tempat suci. Prasasti Alasantan sendiri ditemukan tidak jauh dari lokasi candi. Dalam prasasti tersebut juga disebutkan bahwa candi ini dulunya merupakan tempat pembakaran jenazah para raja.

Namun, setelah melakukan penelitian mendalam ternyata tidak ada sisa-sisa abu jenazah di dalam bilik candi. Penelitian tersebut dilakukan saat terjadinya pemugaran sekitar tahun 1990 hingga 1995.

Arsitektur Candi

fungsi candi brahu

Sebelumnya, candi ini memiliki ukuran kaki 17×17 meter. Kemudian setelah proses pemugaran, ukurannya melebar hingga 18×22.5 meter dengan tinggi sekitar 20 meter.

Kaki candi tersebut bersusun dua dengan bagian bawah memiliki tinggi 2 meter. Di sisi Baratnya ada sebuah tangga untuk menuju ke selasar dengan lebar 1 meter.

Candi ini menghadap ke Barat dan sangat kental dengan unsur religi. Penggunaan batu bata untuk pembangunan candi disinyalir karena tidak adanya batu andesit.

Bentuk candi ini berlekuk dan sangat indah. Sudut yang ada di candi ini juga terbilang banyak. Selain berjumlah banyak, sudut-sudut tersebut juga ternyata tumpul dan berlekuk. Sedangkan bagian atapnya tidak berbentuk prisma, melainkan atap datar.

Fasilitas di Candi Brahu

Area wisata candi ini menyediakan fasilitas yang terbilang lengkap untuk para pengunjungnya. Terdapat area parkir dengan lahan yang cukup luas, mampu untuk menampung banyak kendaraan, termasuk bus pariwisata.

Selain itu, bagi Anda yang baru saja datang ke candi ini dan ingin tahu lebih banyak maka bisa menuju ke pusat informasi dan sejarah.

Fasilitas umum lainnya yang tersedia adalah toilet umum. Anda bisa menemukan toilet di sejumlah titik dengan mudah.

Tersedia juga spot foto instagramable bagi Anda yang menyukai dunia fotografi. Ada juga fasilitas gazebo untuk beristirahat. Selagi bersantai, Anda bisa menikmati makanan khas Jawa Timur Rawon dan lainnya yang bisa Anda beli di sekitar tempat wisata.

Jam Buka Wisata Candi Brahu

jam buka wisata candi brahu

Lokasi wisata candi ini buka setiap hari, termasuk saat libur nasional. Jam buka Candi Brahu Trowulan Mojokerto terbatas dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Sedang waktu kunjungan terbaiknya adalah di pagi hari.

Namun jika Anda hanya sempat datang di siang hari, sebaiknya memakai payung untuk menangkal teriknya sinar matahari. Selain itu, semakin siang, jumlah pengunjung juga akan semakin ramai.

Demikianlah informasi seputar Candi Brahu yang terkenal dan menjadi destinasi wisata favorit di Mojokerto. Lokasinya yang strategis membuat candi ini mudah untuk Anda temukan. Terlebih dengan dukungan layanan paket liburan dari Salsa Wisata. Selain akan praktis dan terorganisir, biayanya juga hemat meski berjelajah ke banyak spot wisata hits lainnya.

Bagikan Artikel Ini Ke: