SalSari Resto & Coffee

Liburan akan terasa menyenangkan saat mengexplore tempat baru yang sebelumnya belum pernah dikunjungi. Candi Surowono bisa menjadi alternatif pilihan tempat piknik untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga ataupun solo traveling di Kediri.

Bila Anda ingin berwisata ke tempat-tempat wisata dengan biaya yang terjangkau, cobalah untuk mengunjungi Candi Surowono. Walaupun masih banyak tempat wisata kediri kekinian lainnya yang lebih menarik. Namun, berkunjung ke wisata Candi Surowono bukanlah suatu hal yang rugi, terlebih jika Anda suka dengan hal yang berbau sejarah.

Selain mempunyai berbagai relief dan patung yang indah, objek wisata ini juma mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Jadi, Anda bisa mendapatkan ilmu pengetahuan baru mengenai sejarah candi ini.

Sekilas Tentang Candi Surowono

sekilas Candi Surowono

Candi Surowono merupakan candi Hindu bekas peninggalan Kerajaan Majapahit. Menurut catatan sejarah candi ini diperkirakan mulai dibangun tahun 1390, dan selesai pada tahun 1400. Candi ini dibangun untuk tempat pensucian atau pendharmaan untuk Wijayarajasa, Bhre Wengker. Di mana beliau merupakan paman dari Raja Majapahit yaitu Rajasanagara.

Bhre Wengker wafat pada tahun 1388. Upacara Sraddha untuk Bhre Wengker dilaksanakan 12 tahun kemudian yaitu pada tahun 1400. Tahun di mana kompleks bangunan candi selesai pembangunannya. Dalam kitab Negarakertagama, dikatakan bahwa pada tahun 1362 Hayam Wuruk yang merupakan raja Majapahit keempat pernah datang dan menginap ke sini.

Walaupun hanya menyisakan sebagian kecil saja, masyarakat umat Hindu di sekitar masih menggunakannya sebagai tempat persembahyangan atau ritual upacara agama.

Lokasi Candi Surowono

Candi Surowono berlamatkan di Surowono, Canggu, Kec. Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kompleks wisata candi ini berada di tempat yang strategis, sehingga dapat Anda kunjungi menggunakan transportasi umum ataupun kendaraan pribadi. Dari pusat Kota Kediri jaraknya sekitar 26 kilometer.

Bila berangkat dari Kediri menggunakan layanan rental mobil terdekat, Anda dapat melalui rute Jl Pare-Wates yang merupakan jalur tercepatnya. Alternatif lainnya bisa melalui Jalan Panglima Polim, Jalan Pare-Wates dan Cisadane.

Jika berangkat menggunakan transportasi umum, Anda bisa turun di pemberhentian terdekat, setelah itu lanjut dengan ojek online atau berjalan kaki.\

Harga Tiket Masuk Candi Surowono

Sebagaimana yang sudah kami sampaikan tadi, berwisata Candi Surowono tak harus mengeluarkan banyak biaya. Adapun rincian biayanya bisa lihat pada tabel harga di bawah ini.

Retribusi Tarif
Tiket Masuk Rp5.000
Parkir Motor Rp2.000

Dengan biaya segitu murahnya, Anda sudah dapat mengunjungi warisan Kerajaan Majapahit yang masih berdiri hingga saat ini. Besaran tarif biaya masuk tentunya dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari kebijakan pengelola. Namun, kami akan selalu rutin mengupdatenya sesuai dengan tarif terbaru.

Daya Tarik Candi Surowono

Sejarah Indonesia kuno yang cukup panjang menyisakan banyak peninggalan yang menarik. Dan salah satunya yaitu Candi Surowono dengan ukiran seni yang memanjakan mata. Ada banyak hal menarik yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung ke salah satu tempat wisata sejarah Jawa Timur ini. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya di bawah ini.

Explore Bangunan Candi

reruntuhan Candi Surowono

Mengeksplorasi bangunan candi tentu menjadi aktivitas utama saat berkunjung ke wisata sejarah berupa candi. Anda bisa mengelilingi setiap area candinya setelah memasuki pintu gerbang utamanya.

Candi Surawana mempunyai bentuk persegi dengan ukuran 7,8 x 7,8 dan tinggi mencapai 4,72 meter. Bagian pondasinya berbahan dasar dari batu bata sedalam 30 cm. Secara keseluruhan bentuknya terdiri dari kaki dan badan yang terbuat dari batuan andesit.

Saat ini bangunan candi hanya tinggal berupa bagian kakinya saja. Walaupun begitu tampaknya candi ini dulunya sangat besar dan gagah. Melihat bagian kakinya saja berukuran sangat besar. Bagian badan dan kepalanya telah hancur. Reruntuhan bagian badan dan kepala candi ditata rapi berjajar di halaman candi.

Wisata Sejarah

relief candi surowono

Dalam setiap relief yang terukir dalam candi mempunyai kisah yang menarik, seperti relief Candi Borobudur yang berkisah tentang kehidupan Karmawibhangga. Nah, di Candi Surowono ini secara garis besar terbagi menjadi tiga kisah kehidupan.

Yang pertama yaitu kisah Sri Tanjung yang menceritakan tentang pasangan kekasih Sidapaksa dan Sri Tanjung. Yang kedua yaitu kisah Bubuksah dan Gagang Aking. Bercerita tentang dua saudara dalam upaya pencarian spiritual untuk mencapai kesempurnaan dan mencari jati diri.

Dan yang terakhir ada kisah Arjuna Wiwaha yang bercerita mengenai Arjuna yang pergi mengasingkan diri dengan bertapa di sebuah gunung. Kisah pertapaanya masih terbagi menjadi tiga bagian. Yaitu Arjuna dan ujian dari para dewa, Arjuna melawan raksasa Niwatakawaca, dan Arjuna pergi ke kahyangan untuk menerima hadiah karena telah mengalahkan raksasa Niwatakawaca.

Walaupun tinggal menyisakan bagian kakinya saja, namun reruntuhan relief bagian badan dan kepala candi masih ada. Jika penasaran dengan ceritanya, Anda dapat meminta juru kunci untuk menemani berkeliling sambil menceritakan kisah yang tercantum dalam setiap reliefnya.

Hunting Foto

wisata sejarah Candi Surowono

Objek wisata ini memang tak begitu ramai, Anda bisa memanfaatkan kondisi ini untuk berfoto sepuasnya. Ada banyak spot Instagramable yang siap menjadi background keren dalam tiap jepretanmu. Terlebih saat mengunjungi di waktu terbaik yaitu pagi hari dan sore hari.

Bentuk arca dan relief candi yang unik bisa dijadikan sebagai objek foto yang menarik. Bila ingin mengadakan hunting foto di sini, tentunya Anda harus tahu mana spot-spot terbaik agar hasil fotonya juga bagus.

Yang pertama Anda bisa berfoto di depan Candi Surowono itu sendiri, atau bisa juga di sekitar taman. Berfoto dengan latar belakang relief dengan ukiran yang estetik tentu akan menghasilkan foto yang keren.

Bahkan, untuk para pecinta fotografi, pesona candi saat sore hari wajib Anda dokumentasikan. Perpaduan langit biru dan jingga keemasan akan menghiasi candi, sehingga menampilkan landscape yang begitu indah.

Fasilitas Candi Surowono

Berbicara mengenai fasilitas, pihak pengelola telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang seluruh kebutuhan wisatawan. Salah satu fasilitas yang wajib ada yaitu toilet yang bersih. Walaupun identik dengan warisan kerajaan Hindu, namun pihak pengelola juga menyediakan mushola bagi wisatawan yang ingin melaksanakan sholat.

Di sekitar objek wisata, banyak tersedia warung yang menjual aneka kuliner khas Jawa Timur yang enak. Setelah lelah mengexplore candi, Anda dapat beristirahat sejenak sambil mengisi tenaga di warung tersebut.

Sementara area parkir kendaraannya terbilang cukup luas. Terbukti banyak kendaraan seperti sepeda motor dan mobil muat parkir di dalamnya.

Jam Buka Candi Surowono

Jika ingin mengunjunginya, Anda dapat datang kapanpun, karena objek wisata Candi Surowono buka setiap hari dari pukul 08.00 – 17.00 WIB. Anda bisa leluasa berkunjung dan menikmati keindahan candi untuk mengisi waktu liburan di akhir pekan.

Beberapa tips saat hendak berkunjung ke objek wisata ini yang pertama, silahkan datang di pagi hari saat cuaca tidak panas. Melihat objek wisatanya berada di lapangan terbuka, silahkan bawa pelindung kepala seperti topi dan sunblock guna melindungi dari panas matahari.

Selanjutnya pastikan baterai kamera dan handphone telah terisi penuh, supaya kegiatan berfoto-foto berjalan dengan lancar. Bawa bekal makanan dan minuman jika sewaktu-waktu lapar di tengah perjalanan. Terakhir jaga selalu kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Setelah puas mengexplore wisata sejarah Candi Surowono waktunya untuk pulang. Namun, sebelumnya Anda bisa mampir ke toko oleh-oleh khas Kediri membeli buah tangan untuk diberikan kepada kerabat di rumah.

Untuk mendapatkan pengalaman liburan yang terbaik, Anda bisa menggunakan layanan agen travel terbaik seperti Salsa Wisata. Berbagai layanan paket wisata domestik siap memanjakan Anda dan membuat pengalaman liburan di Kediri menjadi lebih berkesan.



Bagikan Artikel Ini Ke:

5/5 - (2 votes)