Kebanyakan orang yang berlibur ke Bali pasti langsung menyasar wilayah pantai. Tak salah, memang pulau dewata ini terkenal dengan pantai-pantainya yang cantik. Namun, sayang kalau cuma mengeksplor Bali di pantainya saja. Sebetulnya, ada banyak tempat wisata gratis di Bali yang bisa Anda kunjungi. Salah satunya yaitu Desa Batubulan.

Konsepnya kurang lebih sama seperti desa wisata Pujon Kidul. Bedanya, di Batubulan, kegiatan yang ditekankan adalah kesenian.

Pengunjung bisa menonton berbagai pertunjukan tari khas Bali, melihat cara pembuatan kerajinan, bahkan belanja oleh-oleh khas Bali kekinian berupa souvenir cantik. Desa cantik ini terletak di Gianyar, tidak jauh dari ibukota provinsi.

Sejarah Desa Batubulan

sejarah Desa Wisata Batubulan

Tidak salah kalau Gianyar disebut-sebut sebagai Bumi Seni. Julukan ini memang beralasan, karena dari kabupaten inilah banyak muncul seniman-seniman Bali yang karyanya bahkan sampai ke mancanegara.

Di kabupaten ini juga banyak terdepat galeri seni populer. Sebetulnya, seni di Gianyar itu sudah ada dari zaman dulu. Terbukti dari banyaknya pahatan kuno di batu cadas. Desa Batubulan sendiri punya kisah legenda di baliknya.

Alkisah, tersebutlah Dewa Agung Kalesan. Ia adalah anak angkat dari Raja Badung. Saat dewasa, Dewa Agung Kalesan diberi kebebasan oleh raja untuk mendirikan istana di tengah hutan yang ada di timur kerajaan Badung.

Ketika sampai di perbatasan, Dewa Agung Kalesan menemukan sebuah batu bercahaya seperti bulan. Di situlah ia mendirikan istana, dan akhirnya kerajaannya dinamakan Batubulan.

Kini, Batubulan menjadi sebuah desa. Dengan luas 6.422 kilometer persegi, desa ini masuk ke dalam kecamatan Sukawati. Di desa ini, ada tiga desa adat lainnya: Desa Adat Dlod Tukat, Desa Adat Jero Kuta, dan Desa Adat Tegal Tamu.

Nah, tiap desa adat juga terbagi lagi jadi beberapa banjar. Fungsinya adalah untuk mengatur kegiatan pertanian. Selain mengelola tani, beberapa banjar juga berguna sebagai penyaji dalam kesenian.

Seperti misalnya Banjar Tegehe (di Desa Adat Jlod Tukat) dan Banjar Denjalan (di Desa Adat Jero Kuta) yang tugasnya menampilkan tari legong, tari barong, dan tari kecak. Bentuk kesenian lain yang terkenal di desa ini adalah memahat dan mengukir patung.

Ini adalah kemampuan seni yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi. Maka jangan heran kalau di sepanjang jalan desa ini, Anda akan banyak menemui toko seni. Anda juga bisa melihat bukti kesenian penduduk Batubulan di zaman dulu, di Yeh Pulu, Goa Gajah, Candi Gunung Kawi, dan relief Bebitra.

Jam Operasional Desa Batubulan

Desa Batubulan sebetulnya bisa Anda datangi kapan saja, tidak terikat waktu. Meskipun begitu, tari-tariannya ada jadwal khususnya sendiri. Tari legong biasanya tampil sebagai pembuka, disusul tari barong, dan diakhiri dengan tari keris.

Pementasan tari ini berlangsung dari pukul 09.30 WITA sampai 10.30 WITA. Sementara tari kecak mulai pada 18.00 WITA sampai 19.00 WITA.

Lokasi Desa Wisata Batubulan

Desa Batubulan ini letaknya strategis, ada di antara Denpasar dan Gianyar. Kalau Anda hendak pergi ke tempat wisata di Kintamani, Anda pasti akan lewat jalur batubulan ini. Itulah sebabnya desa ini selalu ramai. Jadi, kalau Anda berangkat dari Denpasar, Anda bisa lewat jalur Tegalalang atau jalur Payangan.

Jika Anda datang menggunakan pesawat, bisa memanfaatkan fasilitas rental mobil Bandara Ngurah Rai dari Salsa Wisata. Dengan rental mobil, Anda bisa lebih bebas bepergian ke berbagai tempat wisata di sekitarnya.

Harga Tiket Masuk Desa Batubulan

Untuk masuk ke desa Batubulan, tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. Namun, Anda tetap harus membayar kalau mau menonton pertunjukan tari. Ada tari legong, tari barong, tari keris, dan tari kecak.

Jangan lupa juga sediakan uang tunai ekstra untuk membeli berbagai kerajinan dan patung yang tersedia di sini. Kalau Anda ingin menyaksikan pertunjukan tari di desa ini, biasanya pertunjukan tersebut sudah sekaligus masuk ke dalam itinerary dari biro perjalanan.

Anda bisa memesan tiket wisata ke lewat Salsa Wisata. Dengan paket wisata Bali murah di Salsa Wisata, Anda bisa datang ke batubulan dan menyaksikan berbagai tarian tradisional

Daya Tarik Desa Batubulan

daya tarik Desa Wisata Batubulan

Desa wisata yang cantik ini menawarkan segudang kegiatan seni yang bisa Anda saksikan dengan mata kepala sendiri. Diantaranya yaitu:

Melihat Tradisi Mepantigan

Tradisi Mepantigan ini bisa Anda saksikan di Jalan Pasekan, Gang Batualam, Desa Batubulan. Tradisi ini selalu berlangsung di malam hari. Jadi, tradisi mepantigan adalah salah satu seni bela diri tradisional di mana kedua peserta harus membanting dan mengunci lawan.

Bela diri ini dilakukan di atas lumpur. Banyak wisatawan dalam maupun luar negeri yang menonton atraksi unik ini. Mepantigan bukan cuma sekadar bela diri, ini adalah bentuk wujud bakti krama masyarakat pada Dewi Sri yang telah memberi kemakmuran bagi mereka.

Tradisi ini awalnya dikenalkan oleh I Putu Witsen Widhaya, seorang pecinta bela diri asal Buleleng.

Menonton Pertunjukan Tari

Di sini, ada banyak sanggar tari yang bisa Anda kunjungi. Yang paling mendunia adalah tari legong dan tari barong. Tari legong adalah tari klasik bali dengan gerakan yang rumit dan terikat dengan struktur musik pengiring.

Gamelan yang dipakai untuk mengiringi tari ini juga khusus. Namanya gamelan Semar Pagulingan. Tarian in bisa Anda saksikan tiap hari di Batubulan. Tari Barong, di sisi lain, merepresentasikan makhluk spiritual yang bernama barong.

Tarian ini menceritakan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Tarian ini dipentaskan oleh dua penari. Sama seperti tari legong, tari barong juga diiringi dengan gamelan semar pagulingan.

Tri barong ini sarat humor, jadi penonton sering tertawa. Awalnya, tarian ini sakral. Namun kini bisa disaksikan di Batubulan.

Belanja Kerajinan Patung

Bukan cuma menawarkan seni tari yang terkenal, desa ini juga menyuguhkan seni ukir dan seni pahat yang berbahan dasar batu. Batunya adalah batu paras putih dan batu padas.

Anda bisa lihat banyak patung berjajar di sepanjang desa ini yang terbuat dari paras putih, dan semuanya terlihat dari berbagai ukuran dan bentuk.

Sebagian besar patung yang ada terlihat jelas khas Balinya, seperti misalnya orang main tabuh, meniup seruling, dan menari. Patung-patung yang ada di sini menarik minat wisatawan.

Pesanannya sampai ke luar negeri. Gunanya tentu untuk mempercantik taman dan rumah.

Membeli Batik Bali

Batik bukan cuma terkenal sebagai oleh-oleh khas Jawa saja. Ternyata Bali pun punya batiknya sendiri yang khas. Batik bali ini punya motif yang unik dan menarik. Para turis yang datang ke sini selalu tertarik dengan batik-batik yang terpajang di galeri.

Batik di sini memang untuk mementingkan kepuasan dan keinginan konsumen. Jadi memang rata-rata adalah pesanan wisatawan, terutama wisatawan asing.

Wisata Kuliner

Anda bisa mencicipi makanan khas Bali kekinian di Pasar Malam Batubulan. Lokasinya ada di terminal batubulan. Pasar yang terkenal dengan nama Pasar Senggol Batubulan ini memiliki banyak hidangan khas, seperti misalnya sate lilit atau serombotan.

Sate lilit terbuat dari ikan yang ditumbuk dengan bumbu, dililit pada tusuk sate, dan dibakar. Sedangkan serombotan adalah beragam sayuran rebus yang kemudian disiram sambal khas Bali dan taburan kacang goreng.

Rasanya lezat! Setelah isi perut. Anda juga bisa jalan-jalan keliling pasar dan membeli baju, sepatu, dan aksesoris dengan harga murah.

Fasilitas Desa Batubulan

fasilitas di Desa Wisata Batubulan

  • Penginapan
  • Panggung hiburan
  • Butik
  • Toko souvenir
  • Toko oleh-oleh

Tertarik untuk mengunjungi desa wisata Bali ini? Manfaatkan layanan paket wisata dari biro berpengalaman seperti Salsa Wisata yang telah melayani ribuan tamu dan semuanya merasa puas.

Kami akan membuatkan itinerary perjalan sesuai dengan apa yang Anda mau dan memberikan harga yang terbaik.

 

By Categories: Destinasi, Bali

Bagikan Artikel Ini Ke: