Galeri Nasional Indonesia adalah bangunan tua bersejarah yang terletak di Jakarta. Galeri seni rupa ini berisi tentang seni rupa, baik seni rupa modern maupun seni rupa non-kontemporer. Banyak sekali koleksi seni buatan seniman anak bangsa yang menjadi koleksi di galeri ini.

Galeri yang familiar disingkat GALNAS ini berperan sebagai wisata edukasi, sarana pameran, dan media publikasi karya seni rupa, serta kemitraan. Di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Budaya, galeri di Jakarta ini seringnya menjadi lokasi sekaligus pusat kegiatan yang ada kaitannya dengan bidang seni rupa.

Anda tentu penasaran dengan galeri besar ini, bukan? Untuk mengobati rasa penasaran, simak ulasan lengkap mengenai tempat wisata rekreasi Jakarta berikut ini.

Sejarah Galeri Nasional Indonesia

Museum Galeri Nasional Indonesia berdiri sejak tahun 1988 dan secara resmi beroperasi pada tahun 1999, tepatnya pada tanggal 8 Mei. Yuwono Sudharsono selaku menteri pendidikan & kebudayaan pada masa itu menjadi tokoh yang meresmikan galeri ini.

Bangunan gedung ini dulunya adalah sebuah sekolah dan juga asrama khusus wanita yang beroperasi di Jakarta pada tahun 1900.
Yayasan Kristen CAS (Carpenting Alting Stitching) adalah pihak pengelola asrama sekaligus sekolah pertama di bawah kuasa Pemerintah Hindia Belanda.

Kemudian pada tahun 1955 pemerintah mengeluarkan suatu aturan yaitu melarang semua aktivitas komunitas Belanda. Setelah adanya peraturan tersebut, ada pengalihan kepemilikan gedung kepada pihak Yayasan Raden Saleh walaupun masih di bawah gerakan Vijmetseleran Lorge (gerakan dari Belanda).

Pada tahun 1962 terjadi pemberhentian total  melalui keputusan kekuasaan tertinggi presiden Soekarno. Sejak saat itu semua peralatan di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Budaya. Setelah itu mulailah perintisan sebuah galeri nasional yang awalnya bernama Wisma Seni Nasional.

Pada tahun 1987 Prof. Dr. Fuad Hasan yang saat itu sedang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Budaya, merenovasi gedung tersebut untuk menjadi sebuah gedung pameran seni rupa. Gedung pameran  ini berhasil menarik perhatian masyarakat dalam mengenali seni.

Kemudian gedung ini terus mengalami perkembangan dan namanya berganti menjadi nama yang sekarang. Pergantian nama ini terjadi pada tahun 1995 oleh Prof. Edi Sedyawati. Galeri nasional Jakarta ini sempat dikelola oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, lalu berpindah kekuasaan oleh Kementerian Pendidikan dan Budaya.

Daya Tarik Galeri Nasional Indonesia

Sejarah Galeri Nasional Indonesia

Seperti Museum Basoeki Abdullah, GALNAS menyimpan dan memamerkan berbagai karya seni rupa diantaranya adalah lukisan, patung, grafis, sketsa, keramik, fotografi, dan seni instalasi. Untuk saat ini, galeri ini mempunyai koleksi karya kurang lebih sekitar 1785 yang merupakan buah karya seniman Indonesia dan juga seniman mancanegara.

GALNAS juga memiliki beberapa koleksi unik. Berikut ini beberapa koleksi unik yang ada di dalam galeri:

Kapal Karam Dilanda Badai

Lukisan ini merupakan karya seniman ternama yaitu Raden Saleh. Dalam lukisan ini Raden Saleh mengungkapkan jiwanya yang bergejolak terombang-ambing di antara keinginannya terhadap menghayati dunia imajinasi serta menyatakan ke dunia nyata. Suasana yang mencekam terekspresikan dengan jelas pada awan tebal dan ombak yang tinggi.

Istriku

Lukisan ini merupakan karya Dullah. Karya lukis ini menunjukkan kecenderungan terhadap keindahan sosok seorang wanita. Dullah merupakan seorang seniman yang terkenal sebagai pelukis romantis.

Potret Diri

Lukisan ini karya agung dari Hariadi Selobinangun. Beliau adalah seorang pelukis otodidak. Lukisan Potret Diri menampilkan tanda dan arti percaya diri seorang seniman yang tinggal pada masa revolusi kemerdekaan.

Pasangan

Karya ini merupakan karya berjenis tiga dimensi karya Wiyoso Yudoseputro. Patung ini terbuat dari kayu besi. Karya ini memperlihatkan upaya memanifestasikan sebuah gagasan universal yang menandai dan membentuk kehidupan.

Anungga Rungga

Anungga Rungga merupakan karya instalasi milik Lingga Yoni. Karya ini merupakan serangkaian bentuk dari abstraksi Lingga Yoni yang digantung dan diapit oleh gunungan di kanan dan kiri. Karya ini memiliki makna atau simbol bersatunya antara Lingga dan Yoni di dalam pentas kehidupan.

Loro Blonyo

Patung karya Hendrawan tersebut menggambarkan bahwa adanya suatu hal disebabkan oleh hal yang lain. Patung ini menggunakan gaya abstrak terbuat dari bambu, metal, dan terracota.

Fasilitas di Galeri Nasional Indonesia

Tiket Masuk Galeri Nasional Indonesia

Galeri nasional di Jakarta ini memiliki beberapa fasilitas umum seperti toilet, mushola, dan area parkir yang luas. Layaknya museum dan galeri pada umumnya, galeri ini tidak memiliki fasilitas toko souvenir atau merchandise yang dapat pengunjung jadikan sebagai oleh-oleh dari Jakarta.

Oleh-oleh khas Jakarta online tentu bisa jadi solusi apabila Anda ingin berbagi oleh-oleh dengan tetangga atau teman di rumah usai puas berjelajah di museum galeri ini.

Selain fasilitas di atas, ada beberapa fasilitas pendukung. Berikut beberapa fasilitas pendukung yang ada di dalam ruang galeri ini:

Ruang Pameran Tetap

Ruangan ini memiliki dua gedung yaitu gedung B dan C yang masing-masing luasnya 1400 meter persegi dan 840 meter persegi. Ruangan ini berisi karya seni tanpa periode.

Ruang Pameran Temporer

Ruangan ini adalah lokasi untuk pameran terbuka, pertunjukan seni, dan workshop. Kapasitas ruangan ini mampu menampung kurang lebih 150 karya.

Ruang Seminar

Galeri nasional ini tidak hanya memiliki pertunjukan seni, akan tetapi juga memiliki ruangan serba guna. Ruangan ini biasanya menjadi tempat untuk diskusi atau seminar seputar karya seni. Ruangan ini berkapasitas sekitar 200 orang dan sudah berfasilitas AC.

Perpustakaan

Koleksi yang terdapat di dalam perpustakaan galeri nasional ini tersedia dalam bentuk buku, majalah, katalog, arsip, dan lain-lain. Ruangan ini sangat nyaman dan bernuansa hening.

Laboratorium

Laboratorium di sini berperan sebagai pusat konservasi-restorasi. Ruangan ini juga memiliki fasilitas-fasilitas pendukung khusus seperti tabung gelas untuk analisa, alat ukur, serta komputer.

Untuk sejumlah fasilitas lain seperti foodcourt, resto, atau kantin, pihak galeri belum menyediakannya. Tapi Anda tak perlu bingung jika perut Anda mulai merasa lapar usai keliling galeri. Sebab ada cukup banyak rekomendasi restoran terkenal di Jakarta yang dekat dengan galeri.

Harga Tiket Masuk Galeri Nasional Indonesia

Selain akses yang mudah untuk menuju lokasi galeri, harga tiket masuk Galeri Nasional Indonesia tidak ada karena pengunjung dapat masuk ke dalam area galeri secara gratis.

Pengunjung dengan menggunakan kendaraan pribadi hanya akan dikenakan biaya parkir yang murah. Sedangkan pengunjung dengan kendaraan umum bisa masuk tanpa pungutan biaya parkir alias gratis.

Untuk tarif biaya parkir, berikut keterangannya:

Retribusi Tarif
Tiket Masuk Gratis
Parkir Motor Rp4.000,00
Parkir Mobil Rp8.000,00

Tiket masuk gratis ini tentu bisa menjadi ‘angin segar’ bagi pengunjung yang sedang berhemat. Sementara itu, bagi pengunjung lainnya yang sudah menyiapkan budget khusus untuk liburan ke galeri ini, tentu juga jadi kabar baik. Sebab, budget yang ada bisa mereka manfaatkan untuk kegiatan wisata lain.

Misal hobi jelajah kuliner, manfaatkan budget tersebut untuk mampir ke sejumlah pusat wisata kuliner terkenal di Jakarta.

Pilih sentra wisata kuliner Jakarta yang menjual kuliner unik dan jarang Anda jumpai saat ini. Sebagai contoh Kue Kembang Goyang yang masuk dalam daftar 10 makanan khas Jakarta legendaris.

Rute Menuju Lokasi Galeri Nasional Indonesia

Lokasi Galeri Nasional Indonesia

Bagi wisatawan yang belum pernah menginjakan kakinya ke galeri ini pasti bertanya-tanya galeri nasional dimana lokasi atau alamat lengkapnya. Lokasi Galeri Nasional Indonesia berada area yang sangat strategis, yaitu di Jalan Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat.

Akses jalan menuju galeri ini sangat mudah baik menggunakan Bus Trans Jakarta, KRL, maupun kendaraan pribadi. Untuk menuju alamat di atas, ada dua pilihan rute, yaitu melalui Jalan Teuku Cik Ditiro atau Jalan Salemba Raya. Waktu tempuhnya kurang dari 30 menit.

Umumnya wisatawan dari luar daerah memilih rekomendasi rental mobil Jakarta terbaik sebagai fasilitas transportasi selama liburan. Seperti layanan rental mobil yang Salsa Wisata sediakan. Pilihan paketnya super lengkap dan harga sewanya jauh lebih terjangkau.

Untuk keperluan perjalanan wisata keliling Kota Jakarta, ada satu rekomendasi paket yang sangat cocok, yaitu paket rental mobil Innova Reborn Jakarta lepas kunci maupun non-lepas kunci. Tarif sewanya lebih murah dari tarif pada umumnya.

Untuk masuk ke Galeri Anda harus registrasi terlebih dahulu, karena di masa pandemi seperti ini, jumlah pengunjung terbatas sesuai dengan anjuran dari protokol kesehatan. Registrasinya sangatlah mudah karena Anda bisa melakukan registrasi secara online.

Jam Buka Galeri Nasional Indonesia

Anda bisa kapan saja mengunjungi pusat karya seni ini karena galeri ini buka setiap hari. Namun sebaiknya Anda datang sesuai dengan jam buka Galeri Nasional Indonesia yang buka dari jam 09.00 sampai jam 19.00 WIB. Khusus untuk hari Senin, galeri buka mulai jam 10.00 sampai jam 19.00 WIB.

Kunjungi museum galeri ini dengan dukungan fasilitas dan akomodasi dari paket wisata domestik keliling Jakarta  dari Salsa Wisata. Dengan paket wisata ini, Anda dan keluarga dapat berkesempatan untuk wisata keliling kota dengan puasnya hanya dengan budget yang murah.

Nah, seperti itulah kurang lebih mengenai wisata seni rupa dan jenis koleksi Galeri Nasional Indonesia. GALNAS ini cocok untuk berbagai kalangan, mulai dari kalangan anak-anak, remaja, maupun orang tua. Jika berkunjung ke sana selain dapat melihat karya-karya yang indah juga dapat menambah wawasan Anda mengenai karya anak bangsa.

By Categories: Destinasi, Jakarta

Bagikan Artikel Ini Ke: