Masjid Sabilillah Malang akan menyambut setiap orang yang hendak memasuki Kota Malang dari sisi Utara. Hal itu karena lokasi masjid yang berada di pertigaan Blimbing dan menjadi salah satu akses utama menuju ke Malang.
Masjid ini sangat bersejarah bagi masyarakat setempat karena menjadi saksi perjuangan laskar-laskar Islam. Laskar-laskar ini terdiri dari rakyat dan para santri yang gagah mengusir tentara sekutu.
Selain mempunyai nilai sejarah, tempat ini juga kerap menjadi destinasi wisata bagi masyarakat Kota Malang dan sekitarnya. Arsitektur masjid yang unik juga menjadi pemikat wisatawan untuk datang ke lokasi ini.
Masjid akan ramai tidak hanya saat waktu sholat berjamaah saja. Melainkan juga saat ada event kajian dan kegiatan keagamaan lainnya. Tempat ini juga masuk dalam list destinasi paket wisata Malang dari Batu dan kota-kota lainnya karena penuh dengan nilai sejarah.
Sekilas Tentang Masjid Sabilillah Malang
Masjid Sabilillah Malang merupakan sebuah tempat ibadah besar nan megah serta penuh cerita sejarah. Bangunan masjid yang terletak di depan pertigaan Blimbing, Malang, ini menjadi ‘magnet’ bagi para wisatawan.
Tempat wisata Malang hits ini hingga kini masih aktif berperan sebagai sarana publik, yaitu tempat berkegiatan keagamaan. Masjid ini adalah pusat kegiatan keagamaan berskala besar. Salah satu contohnya adalah acara kajian dari pemuka agama Islam ternama.
Selain aktif sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan, ada hal menarik lainnya dari masjid ini. Sebut saja sisi sejarah Masjid Sabilillah Malang yang mana masjid ini menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Malang melawan pasukan sekutu.
Lantas ada hal menarik dari sisi arsitektur masjid. Jika Anda lihat, dari tampilan eksteriornya saja sudah sangat megah dan penuh dengan fasilitas. Dan jika Anda menilik ke area dalam, Anda akan semakin takjub dengan ide desain interiornya.
Harga Tiket Masuk Masjid Sabilillah Malang
Untuk masuk ke masjid Malang ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya satu rupiah pun karena harga tiket masuk Masjid Sabilillah ini gratis. Meski demikian, Anda perlu mempersiapkan uang untuk parkir. Di bawah ini adalah daftar biaya parkir kendaraannya:
Retribusi | Tarif |
---|---|
Tiket Masuk | Gratis |
Parkir Sepeda Motor | Rp2.000,00 per kendaraan |
Parkir Mobil | Rp5.000,00 per kendaraan |
Tepat di depan masjid ada minimarket yang menjual makanan dan minuman ringan. Termasuk jajanan khas Malang yang dapat Anda beli sebagai oleh-oleh khas Malang yang murah tapi berkualitas. Anda bisa manfaatkan sisa budget liburan Anda ini untuk membeli oleh-oleh.
Rute Menuju Lokasi Masjid Sabilillah Malang
Lokasi Masjid Sabilillah Malang terletak di Jalan Ahmad Yani nomor 15, Blimbing, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Dari Alun-Alun Kota Malang, masjid ini hanya berjarak kurang lebih 5 KM saja.
Jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda hanya perlu menuju ke arah Utara dan melalui Jalan Raya Lawang-Malang. Rute alternatifnya adalah melalui Jalan Raya Malang-Gempol atau Jalan Raya Surabaya-Malang.
Perjalanan menuju masjid ini hanya membutuhkan waktu sekitar 11 menit jika Anda menggunakan kendaraan roda dua maupun empat. Namun jika Anda berencana untuk safari wisata di sekitar Kota Malang sekaligus, tidak ada salahnya untuk sewa kendaraan.
Salsa Wisata hadir dengan beragam pilihan paket rental mobil Malang berbagai tipe. Anda bisa memanfaatkannya untuk keperluan perjalanan wisata Anda.
Daya Tarik Masjid Sabilillah Malang
Sebagai salah satu tempat wisata religi di Indonesia yang terkenal, masjid ini hadir dengan beberapa daya tarik yang otentik. Berikut daftar dan penjelasan singkat dari masing-masing daya tarik.
Sejarah
Tidak berbeda jauh dengan Masjid Cut Meutia Jakarta, masjid ini juga memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Bagaimana tidak, masjid ini adalah sebuah saksi perjuangan Arek-Arek Malang saat mengusir pasukan tentara sekutu.
Mereka dijuluki Sabilillah yang artinya orang yang berjihad. Mereka ini terdiri dari para santri, warga, dan laskar Islam di bawah pimpinan KH. Masykur dan KH. Zainul Arifin.
Laskar Sabilillah kemudian menjadikan masjid tersebut sebagai benteng pertahanan dan strategi untuk meracik serangan ke kubu penjajah. Para pejuang berupaya mengusir penjajah dengan berangkat menuju ke Surabaya.
Pada peristiwa 10 November 1945 ada banyak pejuang yang gugur di medan pertempuran. Kemudian pasukan yang selamat kembali ke Malang sebelum menerima serangan kembali dari pihak Inggris.
Arsitektur Penuh Makna
Anda yang berkunjung ke masjid ini akan melihat mahakarya yang luar biasa. Betapa tidak, hampir setiap bentuk bangunan masjid memiliki makna yang tersirat di dalamnya.
Seperti yang paling mudah dilihat adalah pilar utama yang menjadi penyangga. Pilar tersebut berjumlah sembilan buah yang mewakili jumlah Wali Songo atau Sembilan Wali.
Selanjutnya, Anda bisa melihat 17 buah pilar kecil di sekitar masjid. Pilar-pilar kecil tersebut melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.
Makna kemerdekaan tidak sampai di situ saja, ada juga lantai masjid yang memiliki tinggi sampai 8 meter melambangkan bulan ketika Indonesia merdeka. Serta menara masjid yang berdiri dengan tinggi 45 meter merupakan simbol tahun kemerdekaan Indonesia.
Kemudian ada juga kubah dengan diameter 20 meter di tengah bangunan utama mengisyaratkan sifat-sifat Allah. Ketika Anda menuju ke teras masjid juga akan menemukan sebuah prasasti kecil untuk mengenang kemerdekaan.
Prasasti tersebut menggambarkan perjuangan untuk meraih kemerdekaan dengan pelopor para ulama. Pada prasasti tersebut tertulis ‘Masjid Sabilillah sebagai monumen perjuangan kemerdekaan RI 1945 yang dipelopori oleh alim ulama.’
Simbol Toleransi Umat Beragama
Di sisi lain, masjid ini juga berdiri berseberangan dengan Gereja Paroki Santo Albertus de Trapani. Berdampingan dengan tempat peribadatan agama lain membuat masjid ini menjadi simbol toleransi umat beragama.
Baik Islam maupun Nasrani tetap menjunjung tinggi kerukunan dan sikap toleransi yang sangat tinggi. Bahkan tak jarang kedua pengurus dari rumah ibadah tersebut saling bantu-membantu dalam mensukseskan acara keagamaan.
Fasilitas di Masjid Sabilillah Malang
Fasilitas di masjid Malang ini terbilang cukup lengkap. Anda bisa menikmati setiap layanan tersebut mulai dari pintu masuk kawasan wisata religi ini. Terdapat area parkir yang sangat luas untuk kendaraan Anda. Area parkir tersebut juga selalu tampak rapi dan bersih.
Seperti masjid pada umumnya, Anda juga akan menemukan tempat wudhu dan toilet untuk laki-laki maupun perempuan. Ada juga tempat sampah di berbagai titik.
Pada waktu tertentu, Anda bisa mengikuti kajian yang digelar oleh pengurus masjid untuk menambah wawasan. Jadwal kajian masjid dapat Anda lihat di papan informasi.
Fasilitas di sana semakin lengkap dengan keberadaan pedagang makanan di sekeliling kawasan. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir ketika merasa lapar saat berkunjung ke sini. Anda bisa memilih makanan khas Malang Jawa Timur untuk obati rasa lapar.
Jam Buka Masjid Sabilillah Malang
Layaknya tempat ibadah pada umumnya, masjid ini selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin beribadah. Artinya, jam buka Masjid Sabilillah ini 24 jam penuh setiap harinya.
Namun untuk acara-acara kajian dan kegiatan keagamaan lainnya, biasanya terselenggara sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Rata-rata acara semacam itu baru akan dimulai di pagi atau siang hari.
Bagi Anda yang ingin berwisata religi di Masjid Sabilillah ini, bisa menghubungi Salsa Wisata. Anda bisa memilih paket wisata agar dapat menikmati masa liburan dengan lancar, mudah, dan yang pasti hemat biaya.