SalSari Resto & Coffee

Semarang menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya dan agama di dalamnya. Kultur yang sering dijumpai di Kota Jamu ini adalah Budaya Tionghoa dengan ikonnya yaitu Pagoda Avalokitesvara.

Pada awalnya, tempat ini hanya digunakan sebagai tempat ibadah. Namun, karena desain bangunan yang menarik dan kental akan etnik Tiongkok, akhirnya vihara ini juga dikembangkan menjadi sebuah tempat wisata Semarang gratis.

Sekilas Tentang Pagoda Avalokitesvara

vihara buddhagaya semarang

Pagoda Avalokitesvara adalah sebuah tempat wisata religi umat Buddha yang berupa bangunan pagoda setinggi 45 meter. Bangunan pagoda ini berada di dalam lokasi ibadah Komplek Vihara Buddhagaya Watugong.

Hingga kini, vihara di Semarang ini masih aktif digunakan sebagai lokasi beribadah bagi umat Buddha di Semarang dan sekitarnya. Meski begitu, lokasi ini juga merangkap sebagai sebuah objek wisata.

Pagoda yang disebut Vihara Avalokitesvara Semarang ini memamerkan sisi artistik yang sangat tinggi. Hampir seluruh bagiannya terukir karya indah penuh makna.

Misalnya pada bagian interiornya, ada sejumlah relief hewan dan ruang pemujaan yang indah. Tak heran jika pagoda tertinggi di Indonesia ini menjadi rekomendasi dalam daftar private tour Semarang.

Lokasi Pagoda Avalokitesvara

Lokasi Pagoda Avalokitesvara berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Letaknya strategis dan dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi ataupun Trans Semarang.

Bila Anda bertolak dari pusat Kota Semarang, waktu tempuh yang Anda butuhkan sekitar 30 menit via Jalan Semarang-Surakarta. Rute ini terkenal dengan nama Jalan Ungaran tapi yang masih dekat dengan Tembalang.

Untuk detailnya, Anda bisa cek Google Maps. Tapi jika Anda baru datang dari Stasiun Tawang, kini ada layanan rental mobil di Stasiun Semarang Tawang dari Salsa Wisata. Driver akan antarkan langsung ke lokasi tujuan.

Jam Buka Pagoda Avalokitesvara

Situs wisata religi ini menerima kunjungan wisatawan setiap hari, yaitu dari Senin sampai Minggu. Jam buka Pagoda Avalokitesvara biasanya pagi hari, mulai dari jam 07.00 sampai jam 18.00 WIB.

Namun tempat ini akan tutup dan tidak menerima kunjungan wisatawan di hari-hari tertentu. Misal saat bersamaan dengan upacara keagamaan Buddha, pelaksanaan ibadah, dll.

Malam harinya, Anda bisa lanjutkan safari wisata Anda dengan mendatangi sejumlah pusat wisata kuliner Semarang malam terkenal. Ada cukup banyak opsi wisata kuliner yang dapat Anda pilih sesuai selera.

Harga Tiket Masuk Pagoda Avalokitesvara

Tarif retribusi tiket masuk Pagoda Avalokitesvara gratis. Pihak pengelola tidak menetapkan biaya masuk sama sekali. Namun jika ada pengunjung yang ingin menulis harapan di pita merah, ada biayanya sendiri.

Pengunjung yang memasuki lokasi wisata dengan menggunakan kendaraan, juga ada biaya parkir tersendiri. Berikut tarifnya:

Retribusi Tarif
Tiket Masuk Gratis
Menulis Harapan di Pita Merah Rp10.000,00 per orang
Parkir Sepeda Motor Rp3.000,00 per kendaraan
Parkir Mobil Rp5.000,00 per kendaraan

Daya Tarik Wisata Pagoda Avalokitesvara

Pagoda ini memiliki tujuh tingkatan yang didesain unik. Semakin ke atas, maka bangunan pagoda akan semakin menyempit. Desain arsitekturnya yang indah, membuat bangunan ini sangat dikagumi oleh berbagai kalangan.

Ada berbagai daya tarik dari pagoda ini yang membuat banyak wisatawan berkunjung ke sini. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi, bangunan ini juga mengundang decak kagum berkat keindahan arsitektur dan fasilitasnya.

Fasilitas pusat oleh-oleh khas Semarang murah yang ada di sekitar lokasi, misalnya. Itu hanya salah satunya saja. Sedang daya tarik lainnya adalah sebagai berikut:

Sebutan Pagoda Dewi Kwan Im

Pagoda Avalokitesvara foto

Pagoda yang pernah pecahkan rekor MURI tahun 2006 ini memiliki sebutan lain, yakni Pagoda Dewi Kwan Im. Pasalnya, bangunan pagoda 7 tingkatan ini memiliki patung Dewi Kwan Im di tiap tingkatnya.

Patung tersebut menghadap 4 penjuru mata angin yang mengartikan bahwa Dewi Kwan Im berada di segala tempat. Tentu ini sangat unik dan hanya satu-satunya di Indonesia.

Bahkan makna filosofi ini tak dapat Anda temukan di tempat lain, termasuk di wisata Patung Dewi Kwan Im di Medan.

Menjelajah Tiap Sudut Pagoda

Meski para pengunjung boleh memasuki bagian dalam pagoda, hanya sebatas di lantai satu saja. Ketika akan memasuki area dalam pagoda, pengunjung wajib melepaskan alas kaki.

Selama berada di dalam pagoda, para pengunjung juga akan diminta untuk tidak berisik. Sebab, dalam rangka menghormati orang-orang yang sedang melangsungkan ibadah.

Namun ada hal menarik saat lakukan jelajah pagoda. Para pengunjung yang akan memasuki pagoda wajib menginjak relief bergambar beberapa jenis binatang. Ada ayam, babi, dan ular.

Masing-masing mempunyai makna filosofis yang dalam. Seperti ayam lambang sifat serakah. Babi simbol sifat malas. Lalu ular adalah simbol kebencian. Dengan menginjak relief-relief tersebut, harapannya sifat-sifat buruk akan hilang.

Melihat Tempat Pemujaan

Bangunan ini juga disebut dengan pagoda seribu patung. Alasannya adalah karena memiliki banyak patung. Anda akan menemukan begitu banyak patung berbagai karakter mulai dari bagian dalam pagoda hingga di halaman.

Usia dan ukuran patung-patung tersebut juga beragam. Patung yang paling unik di tempat ini adalah Buddha yang sedang tidur. Patung tersebut berada di bagian kanan vihara dengan panjang mencapai 16 meter.

Tidak hanya itu, di atas patung Buddha tersebut terdapat pohon yang selalu berbunga bahkan tanpa mengenal musim. Keberadaan pohon tersebut mampu menambah daya tarik tempat ini.

Seperti halnya kios-kios makanan sekitar yang mampu tarik minat wisatawan dengan aneka makanan khas Semarang yang terkenal.

Ritual Tjiam Shi dan Pita Pengharapan di Pohon Bodhi

Para pengunjung dapat melakukan ritual yang dinamakan dengan Tjiam Shi di depan patung Bodhisattva Avalokitesvara. Ritual ini merupakan kegiatan untuk mengetahui nasib seorang manusia.

Bagi pengunjung yang tertarik bisa mencobanya dengan cara menggoyang-goyangkan beberapa batang bambu hingga salah satu diantaranya jatuh. Batang bambu yang jatuh itulah nantinya akan menggambarkan nasib orang tersebut.

Ada juga Pohon Bodhi yang sudah ditanam sejak tahun 1955 persis di depan pagoda. Menurut cerita, pohon ini adalah cangkokan pohon dari Anuradha Vihara yang berasal dari Sri Lanka.

Pohon Bodhi sendiri adalah tempat Buddha Sidharta Gautama mendapatkan pencerahan. Terdapat pita merah yang terikat bertuliskan huruf Tiongkok dan latin pada setiap dahan pohon. Pita tersebut ternyata berisi harapan para pengunjung.

Fasilitas di Pagoda Avalokitesvara

vihara Avalokitesvara semarang

Meski kawasan ini sebenarnya merupakan tempat ibadah, namun di sini tersedia berbagai fasilitas umum yang tergolong lengkap. Fasilitas-fasilitas tersebut adalah:

  • toilet
  • area parkir kendaraan
  • kios-kios makanan dan minuman

Bagaimana, sangat menarik, bukan? Liburan tak harus belanja atau jalan-jalan di mall di Semarang kota saja. Anda dan keluarga juga dapat menjajal destinasi wisata lain yang unik, otentik, dan estetik.

Pagoda Avalokitesvara ini, misalnya. Selain penuh dengan nilai spiritual dan estetika, bangunan pagoda ini juga instagenik. Untuk memastikan liburan Anda lancar dan mudah, reservasi saja layanan paket wisata di Salsa Wisata.



Bagikan Artikel Ini Ke:

5/5 - (2 votes)