earn money by playing games paypal, earn money online free, earn money real app, earn money in apps, earn money by playing games, how to earn money fast, earn money from surveys, earn money online, youtube earn money, earn money from youtube, earn money to paypal, how to earn money online, watch video earn money, earn extra money, earn money by watching videos, earn money from home, how to save money,

Indonesia mempunyai beberapa kawasan taman nasional dan salah satunya adalah Taman Nasional Gunung Leuser. Kawasan hutan hujan tropis ini merupakan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Taman nasional yang satu ini secara administratif terletak di Provinsi Aceh dan langsung berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara. Luasnya sendiri mencapai 1.094.692 Hektar. Cakupan areanya sangat luas, yaitu meliputi beberapa kabupaten di Sumut dan di Aceh.

Menariknya, ada sejumlah tempat wisata di Medan yang terkenal dan Aceh yang menjadi bagian dari kawasan taman nasional ini. Berikut adalah daftar nama kabupaten yang masuk dalam kawasan taman nasional:

  • Subulassalam
  • Aceh Selatan
  • Aceh Singkil
  • Aceh Tengah
  • Aceh Tenggara
  • Gayo Lues
  • Bener Meriah
  • Aceh Tamiang

Sedang untuk Provinsi Sumut, berikut daftar nama kabupatennya:

  • Dairi
  • Karo
  • Langkat

Sejarah Taman Nasional Gunung Leuser

Sejarah Taman Nasional Gunung Leuser

how do you earn money with youtube, can you make money in youtube, how much money per view youtube, donate money charity, car insurance save money, burberry money clip, donating money for charity, best software to manage money, credit cards money back, best credit card money back, sending money to dominican republic, earn money from game, earn money game, earn money fast, youtube royalty free music, play game earn money, earn money playing games, how to make money quickly

Kawasan taman nasional ini sebenarnya sudah ada sejak masa penjajahan VOC Belanda dan menjadi area khusus penelitian aneka hayati. Awal mula kawasan ini terbentuk yaitu pada tahun 1927 lalu.

Ketika itu salah seorang pemimpin di Aceh meminta bantuan kepada Belanda untuk melindungi area yang disebut Lembah Alas. Setahun kemudian, tepatnya tahun 1928, datang lagi permintaan untuk menambahkan area Singkil Selatan sebagai daftar wilayah yang harus dilindungi.

Area terus bertambah hingga merambah ke Rawa Pantai Meulaboh, Bukit Barisan, dll. Secara bertahap, Pemerintah Hindia Belanda lalu menentukan beberapa kawasan sebagai suaka alam dan suaka margasatwa.

Seperti pada tahun 1934, dibentuklah Suaka Alam Gunung Leuser dengan luas 142.800 Hektar. Diantara luasnya suaka alam ini, terdapat beberapa spot cantik yang kini menjadi spot-spot wisata.

Sebut saja salah satu contohnya adalah wisata Air Terjun Sikulikap di Kabupaten Karo. Setahun kemudian, Pemerintah Hindia Belanda membentuk Suaka Margasatwa Kluet yang luasnya mencapai 20.000 Hektar.

Tiga tahun kemudian, terbentuklah Suaka Margasatwa dengan luas 213.985 Hektar yang diberi nama Suaka Margasatwa Sekundur. Kemudian pada tahun 1976, pemerintah kita menetapkan satu kawasan suaka margasatwa satu lagi seluas 150.000 Hektar.

Kawasan ini diberi nama Suaka Margasatwa Kappu di mana ada pelestarian harimau Sumatera di sini. Dan tepatnya pada tahun 1980, semua kawasan di atas dipadukan menjadi satu dan diberi nama Taman Nasional Gunung Leuser.

Daya Tarik Taman Nasional Gunung Leuser

Wisata Taman Nasional Gunung Leuser

Area taman nasional ini sangat luas dan menjadi pusat konservasi sekaligus habitat aneka macam satwa dan juga tanaman asli Sumatera. Meski menjadi kawasan yang dilindungi, ada beberapa area yang diperuntukan sebagai kawasan wisata.

Dan masing-masing area ini menawarkan daya tarik yang berbeda. Berikut kami bagikan daftar spot wisata yang terdapat di taman nasional Sumatera Utara-Aceh ini.

Tangkahan

Kini Tangkahan sudah menjadi sebuah ekowisata yang sangat menarik. Bahkan lokasi wisata ini menjadi lokasi wisata unggulan di taman nasional ini.

Padahal dulunya adalah area pembalakan liar yang kian hari kian rusak. Pemerintah Indonesia lalu mengubahnya menjadi sebuah area pelestarian gajah.

Di sini, Anda bisa menyaksikan sekawanan gajah yang dibiarkan hidup liar. Dengan begitu, Anda bisa melihat keseharian gajah selama di area ini.

Masih di area yang sama, Tangkahan juga menyajikan pemandangan sungai dan hutan yang menjadi habitat flora dan fauna.

Sementara untuk kegiatan fisik, Tangkahan akan menjadi lokasi yang sangat tepat untuk memancing dan juga trekking. Jadi, siapkan fisik Anda jika Anda ingin menjajal kegiatan trekking langsung di hutan.

Sensasi trekking di sini pastinya akan jauh lebih impresif dibandingkan dengan trekking di Rahong Pangalengan. Sebab, lokasi trekking di sini benar-benar berada di area hutan seluas ratusan ribu hektar.

Bukit Lawang

Berbeda dengan Tangkahan, Bukit Lawang ini adalah area hutan yang menjadi ‘rumah’ bagi Orangutan. Selain daya tarik Orangutan, wisatawan juga pasti akan terkesima dengan view Sungai Bahorok yang terkenal dengan arung jeramnya.

Anda juga bisa berkegiatan camping di sini. Ajak keluarga untuk menikmati suasana malam di tengah hutan Sumatera dengan berkemah. Jangan lupa untuk membawa perbekalan yang cukup terutama Kopi Sidikalang, oleh-oleh khas Medan selain makanan yang sangat terkenal.

Seduhan kopi asli Medan ini mampu menghangatkan tubuh dari dinginnya udara dingin Bukit Lawang. Namun bagi wisatawan yang ingin bermalam dengan nyaman dan hangat, di sini ada sejumlah penginapan berfasilitas cukup lengkap.

Batu Katak

Area ini tak hanya unggul di suguhan keindahan alamnya saja, melainkan juga unggul di ranah wisata budayanya. Ada sebuah suku yang merupakan penduduk asli Batu Katak ini. Suku tersebut adalah Suku Karo.

Ketika ada rombongan wisatawan yang berkunjung, Suku Karo akan menyambut tamu mereka dengan pesta, pertunjukan budaya, atau ritual khusus.

Dan tentu saja Anda dan wisatawan lainnya juga dapat berkesempatan untuk mencicipi kuliner khas mereka. Contohnya ada Tasak Telu, Arsik Nurung Mas, Cimpa Unung-Unung, dll.

Kuliner ini tidak akan Anda jumpai di pusat makanan khas Medan yang terkenal di Jakarta, Jogja, atau kota besar lainnya, termasuk Kota Medan.

Lawe Gurah

Tambah lagi pengalaman eksplorasi alam bersama keluarga di sini. Terdapat banyak opsi kegiatan alam yang bisa Anda coba. Misal arung jeram, camping, dan trekking.

Di sini juga ada sebuah spot pemandian air hangat alami yang tak boleh Anda lewatkan. Anda juga bisa mengamati satwa-satwa yang hidup di area ini.

Dan yang paling menarik dari tempat ini adalah Anda dapat melihat langsung wujud dari bunga raksasa, Rafflesia Arnoldii. Sebenarnya masih ada tempat wisata terdekat lainnya seperti Rantau Sialang dan Danau Laut Bangko yang juga sangat menarik untuk Anda datangi.

Fasilitas di Kawasan Wisata Taman Nasional Gunung Leuser

Masing-masing spot wisata di atas telah memiliki fasilitas yang memadai dan lengkap. Anda juga tidak akan sulit untuk mencari penginapan dan pusat wisata kuliner Medan terdekat karena semua sudah tersedia di sini. Dan hampir semua area wisata di sini juga sudah didukung oleh jasa pemandu.

Harga Tiket Masuk Taman Nasional Gunung Leuser

Terkait dengan retribusi tiket masuk, terdapat perbedaan tarif yang diberlakukan untuk wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal.

Tarif retribusi ini tidak termasuk biaya-biaya kegiatan. Untuk info detailnya, simak tabel di bawah ini:

Retribusi Tarif
Tiket Masuk Rp5.000,00 (Wisatawan Lokal – Weekday)

Rp7.500.000 (Wisatawan Lokal – Weekend)

Rp150.000,00 (Wisman – Weekday)

Rp225.000,00 (Wisman – Weekend)

Trekking Rp5.000,00
Camping Rp5.000,00
Caving Rp10.000,00
Pengamatan Satwa Rp10.000,00
Arung Jeram Rp15.000,00
Kano Rp25.000,00
Canopi Trail Rp25.000,00

Lokasi dan Rute Menuju Taman Nasional Gunung Leuser

Lokasi Taman Nasional Gunung Leuser

Secara geografis, taman nasional ini terletak diantara dua provinsi, yaitu Sumatera Utara dan Aceh. Akses untuk menuju ke sini cukup banyak. Misal dari Sumatera Utara, wisatawan dapat melalui rute dari Langkat dan Karo.

Mereka juga bisa mengakses rute tersebut dengan kendaraan pribadi. Namun banyak wisatawan yang memilih menggunakan paket rental mobil Elf di Medan dengan sopir mengingat jarak tempuhnya yang jauh.

Jam Operasional Taman Nasional Gunung Leuser

Kawasan taman nasional ini bebas diakses kapan saja dan jam berapa saja karena buka setiap hari selama 24 jam. Ketentuan ini hanya berlaku untuk area yang bisa digunakan untuk camping dan trekking.

Namun untuk area-area wisata lainnya, ada pemberlakuan jam operasional, yaitu dari pagi hingga sore (sekitar pukul 08.00 sampai jam 16.00 WIB).

Liburan dengan mengunjungi beberapa tempat wisata di sebuah taman nasional sungguh mengasyikan. Selain bisa bertemu dan melihat langsung satwa-satwa liar, Anda dan keluarga juga bisa memuaskan diri untuk eksplor alam dengan berkemah, trekking, caving, dan hiking.

Untuk menikmati keseruan ini semua dengan mudah dan murah, langsung bergabung saja menjadi peserta paket tour Medan Aceh kami.

Salsa Wisata, dengan pengalaman profesionalisme dan kualitas pelayanannya yang  premium, siap menjadikan liburan di Taman Nasional Gunung Leuser ini menjadi momen yang akan Anda lupakan.

Bagikan Artikel Ini Ke:

Hubungi kami, jika ingin paket wisata secara custom atau ada pertanyaan terkait layanan kami

5/5 - (2 votes)