Paket Wisata Jogja

start form:
Rp 222.000

  • Pule Payung.
  • Merapi Landmark.
  • Vulcano Jeep Lava Tour.
  • Malioboro.
  • Dll

Paket 1 Hari (1D Tour)

Lihat detail

start form:
Rp 830.000

  • Puncak Becici.
  • Bukit Mojo.
  • Malioboro.
  • Taman Pelangi.
  • Dll

Paket 2 Hari (2D1N Tour)

Lihat detail

start form:
Rp 1.390.000

  • Vulcano Lava Merapi.
  • Alun-Alun Kidul.
  • Pantai Ngobaran.
  • Merapi Lanmark.
  • Dll

Paket 3 Hari (3D2N Tour)

Lihat detail

start form:
Rp 2.000.000

  • Taman Pelangi.
  • Pantai Indrayanti.
  • Museum 3D Demata.
  • Body Rafting Sungai Oyo.
  • Dll

Paket 4 Hari (4D3N Tour)

Lihat detail

start form:
Rp 2.500.000

  • Tebing Breksi.
  • Merapi Landmark.
  • Tebing Watu Gajah.
  • Green Village Gedangsari.
  • Dll

Paket 5 Hari (5D4N Tour)

Lihat detail

start form:
Rp 3.500.000

  • Pantai Depok.
  • Gumuk Pasir.
  • Candi Borobudur.
  • Hutan Pinus Dlingo.
  • Dll

Paket Honeymoon (Bulan Madu)

Lihat detail

Transportasi Wisata Jogja

Sewa Bus Jogja

  • Medium Bus
  • Big Bus
  • Bus SHD
  • Elf Short
  • Elf Long
  • Hiace Commuter
  • Hiace Premio
Lihat harga

Sewa Mobil Jogja

  • Avanza.
  • Grand New Innova.
  • Honda Brio.
  • Honda Jazz.
  • Honda Mobilio.
  • Grand Fortuner.
  • Dll
Lihat harga

Sewa Motor Jogja

  • Kawasaki KLX.
  • Yamaha Nmax.
  • Honda Scoopy.
  • Honda Supra X.
  • Honda Vario CBS.
  • Dll
Lihat harga

Siapa tak kenal Jogja? Kota yang bernuansa adem, berpenduduk ramah, dan penuh tempat wisata ini senantiasa salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Selain terkenal dengan situs-situs kebudayaan dan pantai-pantainya, ternyata wisata kuliner Jogja juga oke banget, lho.

Lalu, apa saja tempat-tempat wisata kuliner Jogja yang wajib kamu sambangi saat melancong ke kota ini?

Daftar Tempat Wisata Kuliner Jogja Populer

Gudeg Mbah Lindu

Gudeg

Kalau kamu ke Jogja, enggak pol rasanya kalau enggak nyobain gudeg legendaris ini.

After all, Jogja itu terkenal dengan gudegnya, kan ya. Bahkan bisa dibilang, hubungan antara gudeg dan Jogja itu ibarat nasi padang dengan kota Padang. Yakni, tak terpisahkan.

Kenapa? Karena sejarah gudeg bahkan lebih tua dari kota Jogja itu sendiri. Sejarah makanan khas Jogja ini diperkirakan dimulai sejak abad ke-16 saat prajurit-prajurit Kerajaan Mataram tengah membuka lahan untuk membangun peradaban.

Saat itu, mereka menemukan bahwa hutan tempat mereka hendak membuka lahan tersebut penuh dengan pohon-pohon nangka dan kelapa. Mereka pun berusaha memasaknya di kuali-kuali besar untuk ratusan pasukan.

Saking besarnya kuali-kuali ini, pengaduknya pun besar-besar. Sehingga proses yang paling khas dari pengolahan nangka dan kelapa ini adalah pengadukannya. Oleh karena itu, makanan ini pun mendapat julukan gudeg (yang berasal dari “hangudek” yang berarti “mengaduk”).

Menarik, ya?

Nah, Gudeg Mbah Lindu pun punya sejarah yang tak kalah menarik. Gudeg yang super enak ini terkenal sebagai salah satu kuliner legendaris Jogja karena Mbah Lindu, penemunya, sudah mulai berjualan sejak zaman penjajahan Belanda.

Mbah Lindu dengan dedikasinya tak henti membuat gudeg untuk arek-arek Jogja. Ini beliau jalani sejak usia 13 tahun hingga akhir hayatnya di bulan Juli tahun 2020 lalu.

Maka dari itu, resep gudeg buatan beliau benar-benar fasih dalam meng-capture rasa gudeg yang asli. Gudeg Mbah Lindu disajikan dalam bentuk nasi dengan gudeg basah (istilahnya “nyemek”) yang dilengkapi krecek dan opor.

Rasa manis gurih dari gudeg yang bersantan, yang bersatu padu secara harmonis dengan pedas dari krecek dan cabe rawit, betul-betul menggoyang lidah.

Alamat: kamu bisa menemukan gudeg legendaris ini di Jalan Sosrowijayan, Sosromenduran, Gedong Tengen.

Waktu dan jam buka: pukul 05.00 – 11.00 WIB.

Harga: kisaran Rp 15.000,-

Angkringan Lik Man

Angkringan

Selain gudeg, Jogja juga terkenal dengan angkringannya. Yakni, sebuah tempat nongkrong yang setiap warga Jogja dari ragam latar belakang dan kelas sosial gandrungi.

Maka kalau kamu ingin berwisata ke Jogja, carilah paket wisata Jogja yang menyediakan kunjungan ke angkringan.

Nah, sebagaimana Gudeg Mbah Lindu, Angkringan Lik Man pun termasuk kuliner legendaris di Jogja.

Lik Man, yang bernama asli Siswo Raharjo, adalah anak dari Mbah Pairo yang merupakan pedagang angkringan pertama di Jogja sejak tahun 1950-an. Lik Man kemudian mewarisi usaha bapaknya di tahun 1969.

Saat usaha tersebut berada di tangan Lik Man, angkringan pun menjadi tren dan angkringan-angkringan lain pun bermunculan.

Menu khas yang angkringan tawarkan adalah sego kucing (nasi kucing) dengan lauk oseng tempe, pindang tongkol, serta aneka gorengan dan bakar-bakaran. Angkringan juga terkenal dengan Kopi Joss yang selain enak juga rendah kafein.

Kopi Joss adalah kopi yang dicelupkan arang panas ke tengahnya. Konon kopi ini muncul dari ide seorang mahasiswa UGM yang sedang nongkrong di angkringan. Menurutnya, pemanfaatan arang tersebut bisa mengurangi kafein dalam kopi.

Selain mencicipi kuliner-kuliner khas angkringan, kamu juga bisa merasakan kultur nongkrong khas Jogja di sini. Di angkringan, beragam jenis orang sama-sama menikmati ngopi dan ngobrol di sini dengan akrab dan santai.

Alamat: Jalan Wongsodirjan, Sosromenduran, Gedong Tengen.

Waktu dan jam buka: Senin – Sabtu dari pukul 11.00 – 03.00 WIB.

Kisaran harga: mulai Rp 2.000,- per menu-nya.

Wedang Ronde Mbah Payem

Wedang Ronde

Nominator ketiga kita masih diisi oleh warung milik mbah-mbah legendaris Jogja.

Wedang yang cocok banget untuk menghangatkan badan di suasana malam Jogja ini sudah berdiri sejak tahun 1965. Penjualnya pun masih orang yang sama, yaitu Mbah Payem.

Bahan-bahan dari wedang ronde ini Mbah Payem buat sendiri di rumahnya, sehingga cita rasanya selalu pas dan terjaga. Mbah Payem pun tidak menggunakan bahan pengawet dan pemanis buatan dalam proses pembuatannya.

Tiap porsi wedang ini terdiri dari dua butir ronde dari beras ketan, kolang-kaling yang empuk dan legit, serta kacang tanah yang renyah. Jahenya terasa pedas dan manisnya pun pas karena menggunakan gula asli.

Alamat: Jalan Kauman, sebelah barat dari Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Waktu dan jam buka: Setiap hari dari pukul 19.30 – 23.00 WIB atau sehabisnya.

Harga: Rp 6.000,- saja.

Sate Klatak Pak Bari

Sate Klatak Pak Bari

Kuliner legendaris Jogja lainnya adalah sate klathak.

Sate klathak adalah hidangan sate kambing yang khas dari daerah Pleret, Bantul. Adapun perbedaannya dengan sate biasa, adalah dari bumbu dan cara penyajiannya.

Jika biasanya sate menggunakan bumbu kacang, maka sate klathak hanya menggunakan garam dan lada saja untuk membumbui dagingnya.

Kemudian, penyajian dari sate ini pun cukup unik. Tusuk satenya tidak menggunakan kayu, namun besi. Karena besi adalah konduktor yang baik, maka daging kambingnya pun jadi lebih cepat empuk.

Sate Klatak (atau Klathak) Pak Bari adalah pionir dari sate-sate klatak lainnya di Jogja.

Beliau adalah “pemain veteran” di dunia sate, yang meneruskan resep khas dari ayahnya. Ayah Pak Bari pun dahulu meneruskan resep dari neneknya Pak Bari, yang sudah mulai berjualan sejak sebelum kemerdekaan.

Kalau kamu memesan sate di sini, kamu akan mendapatkan 1 porsi sate kambing, sepiring nasi, dan semangkok kuah gulai yang kental dan gurih. Selain itu, Pak Bari juga menjual sate goreng, tongseng, kicik (tongseng yang sedikit berkuah), nasi goreng, dan nasi godog.

Ajaibnya lagi, harga sate ini sangat murah jika kita bandingkan dengan harga di kota lain seperti Jakarta, misalnya.

Selain itu, kuliner Jogja kekinian ini pun pernah muncul di salah satu scene film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2.

Alamat: Pasar Jejeran, Wonokromo, Pleret Bantul.

Waktu dan jam buka: Setiap hari dari jam 06.30 – 01.00 WIB.

Harga: Rp 20.000,-

Sate Klatak Pak Pong

Sate Klatak

Selain Sate Klatak Pak Bari, Sate Klatak Pak Pong juga salah satu sate legendaris di Jogja.

Sama seperti Pak Bari, Pak Pong menggunakan jeruji besi dari ban sepeda sebagai tusuk satenya sehingga dagingnya matang merata.

Namun bedanya, Pak Pong memberi pula siraman kemiri, bawang putih, dan garam yang ia larutkan pada daging sate sebelum sate mengalami pembakaran.

Pak Pong meneruskan usaha ini dari kakeknya yang sudah berjualan sejak tahun 1960-an. Kemudian, Pak Pong mulai berjualan pada tahun 1997 dan mendirikan kios yang ia gunakan hingga sekarang pada tahun 2007.

Alamat: Jalan Sultan Agung no. 18, Wonokromo, Pleret Bantul.

Waktu dan jam buka: Jam 09.00 – 23.30 WIB.

Harga: Rp 26.000,- sudah termasuk nasi.

Gudeg Pawon

Gudeg Pawon

Setelah berjalan-jalan dari mencicipi wedang hingga sate, sekarang kita kembali lagi ke gudeg.

Tak kalah dengan Gudeg Mbah Lindu, Gudeg Pawon pun sama-sama sudah buka sejak waktu yang lama.

Gudeg Pawon berdiri di tahun 1958 dan masih menjadi salah satu tempat makan favorit dari warga Jogja hingga hari ini.

Namun berbeda dengan Gudeg Mbah Lindu yang buka di pagi hari, Gudeg Pawon mulai buka jam 6 sore. Oleh karena itu tempat ini termasuk wisata kuliner malam Jogja yang disukai karyawan dan mahasiswa.

Destinasi wisata Jogja ini memiliki cara penyajian makanan yang unik. Alih-alih memesan ke penjual dan duduk manis menunggu makanan jadi, di sini kamu mengambil langsung racikan gudeg dari pawon atau tungku yang letaknya di dapur.

Kalau kamu pecinta gudeg yang ingin merasakan experience mengambil makanan seperti di rumah sendiri, tempat ini oke banget untuk kamu coba.

Alamat: Jalan Janturan, Umbulharjo.

Waktu dan jam buka: Setiap hari dari jam 18.00 – 21.00 WIB.

Harga: Rp 11.000 – 24.000,-

Mangut Lele Mbah Marto

Mangut Lele

Biasanya, kita mendapati lele dimasak dengan cara digoreng. Namun di sini, kamu bisa mencoba pengalaman baru makan lele dalam bentuk mangut.

Mangut adalah pengolahan ikan dengan cara digoreng atau dipanggang. Setelah melalui penggorengan atau pemanggangan, ikan kemudian melalui pemasakan dengan bumbu santan kental yang bercabai. Dari tampilannya, mangut mirip dengan gulai.

Kemudian, kalau kamu makan mangut lele di warung Mbah Marto, kamu juga akan mendapati pengalaman yang unik.

Karena, Mbah Marto membuka warung tersebut di rumahnya sendiri. Tempat makannya pun menggunakan ruangan-ruangan serta tempat-tempat duduk di rumah beliau.

Kamu pun mengambil langsung nasi dan lauknya di dapur yang terletak di dalam rumah. Unik, kan?

Dengan kata lain, experience makan mangut lele di sini ibarat makan di rumah nenek sendiri.

Satu porsi makanan biasanya terdiri dari nasi, mangut lele, gudeg, tahu opor, telur gudeg, dan es teh.

Alamat: Jalan Sewon Indah, Belakang Kampus Institut Seni Indonesia (ISI), Bantul.

Waktu dan jam buka: Setiap hari dari pukul 10.00 – 19.00 WIB.

Harga: Rp 25.000,- per porsi.

Mie Lethek / Mie Lung Mbah Sur

Mie Lethek

Lethek dalam bahasa Indonesia artinya kotor (“lecek”). Loh, kok namanya begitu?

Karena, warna dari mie ini tidaklah kuning terang atau putih seperti mie pada umumnya. Mie lethek terbuat dari campuran tepung tapioka dan singkong kering, yang biasa orang Jogja sebut dengan “gaplek”.

Oleh karena itu, hasil akhir pengolahan mie lethek berwarna keabu-abuan. Selain warnanya yang berbeda, kandungan gizi dari mie ini pun sangat baik, lho. Penggunaan bahan alami tapioka dan singkong membuat kandungan gizinya bahkan lebih baik dari gandum.

Mie Lethek Mbah Sur memiliki racikan yang membuat ngiler. Selain mie lethek, lauknya juga menggunakan balungan, yakni tulang yang masih ada daging-daging yang membalutnya.

Paduan mie lethek yang kenyal dan balungan yang gurih ini pasti bisa membuatmu goyang lidah. Bahkan, dahulu Barack Obama pun pernah mencicipi mie ini saat berkunjung sebagai Presiden Amerika Serikat.

Untuk kamu yang suka pedas, mie lethek di warung Mbah Sur pun menggunakan sistem level sebagaimana umumnya kita dapati pada hidangan ayam geprek.

Oh iya, kamu pun bisa membawa pulang makanan khas Jogja yang enak ini dalam bentuk mie siap masak, lho.

Alamat: Desa Tegallayang, Bantul.

Waktu dan jam buka: Setiap hari dari pukul 10.00 – 01.00 WIB.

Harga: Rp 16.000 – Rp 21.000,- per porsi.

Mie Lethek Kang Sum

Mie Lung

Masih seputar mie lethek, selain Warung Mie Lung Mbah Sur, Mie Lethek Kang Sum juga salah satu warung mie yang terkenal di Bantul.

Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1999 dan terkenal dengan rasa yang kuat dan nikmat. Selain itu, singkong yang menjadi bahan baku mie-nya pun sangat terasa dan teksturnya terasa lembut.

Proses pemasakan dari hidangan bakmie ini pun masih menggunakan anglo dan arang, sehingga citarasanya khas.

Alamat: Paduresan, Imogiri, Bantul.

Waktu dan jam buka: Setiap hari selama 24 jam.

Harga: –

Oseng Mercon Bu Narti

Oseng Mercon

Biasanya, makanan Jogja itu terkenal manis-manis. Gudeg, misalnya.

Namun, Jogja juga terkenal dengan hidangan oseng merconnya, yang sebagaimana namanya, pedas dan meledak-ledak di lidah seperti mercon.

Bu Narti adalah orang pertama yang memperkenalkan hidangan oseng mercon ini pada tahun 1998. Untuk menyambung hidup dan mendapatkan penghasilan setelah sang suami mendahuluinya, Bu Narti pun berkreasi membuat oseng yang unik ini.

Penamaan Oseng Mercon pun didapatkan dari budayawan terkenal Cak Nun (Emha Ainun Nadjieb). Karena rasa pedasnya seakan meledak di mulut, ia pun memberi nama oseng-oseng ini dengan sebutan oseng-oseng mercon.

Alamat: Jalan KH Ahmad Dahlan no. 110, Notoprajan, Ngampilan.

Waktu dan jam buka: Setiap hari dari pukul 16.00 – 23.00 WIB.

Harga: Rp 23.000,- per porsi (termasuk nasi).

Soto Bathok Mbah Karto

Soto Bathok

Biasanya kamu makan soto di mangkok, kan?

Nah, kalau kamu mengunjungi warung Soto Bathok Mbah Karto, kamu bisa mencoba pengalaman makan soto dengan wadah batok kelapa.

Seporsi Soto Bathok terdiri dari nasi, daging sapi, kuah bening, tauge, dan seledri. Selain itu, tersedia pula lauk-lauk tambahan seperti sate usus, sate telur puyuh, dan tempe goreng.

Keunikan lain dari Soto Bathok Mbah Karto adalah letaknya yang berada di daerah persawahan. Selain itu harganya pun sangat murah. Untuk kamu yang mencari kuliner Jogja murah, tempat ini wajib kamu sambangi.

Oleh karena itu, kamu bisa sekalian menikmati suasana sawah yang adem dengan semilir angin yang sejuk, sembari makan soto yang hangat.

Namun kalau ke sini, sebaiknya kamu menggunakan jasa sewa mobil innova Jogja atau rental bus Jogja yang murah dan terpercaya seperti Salsa Wisata. Alasannya, karena tempatnya lumayan jauh dari pusat kota Jogja.

Alamat: Sambisari, Sleman.

Waktu dan jam buka: Setiap hari sejak pukul 06.00 – 15.30 WIB.

Harga: Rp 5000,- saja untuk semangkuk soto.

Kesimpulan

Selain terkenal dengan kebudayaan dan situs-situs budayanya, Jogja juga memiliki tempat-tempat wisata kuliner yang berlimpah dan murah-murah.

Nah, kalau begitu segera masukkan tempat-tempat wisata kuliner Jogja di atas ke itinerary-mu, ya!

Hubungi kami, jika ingin paket wisata secara custom atau ada pertanyana terkait layanan kami

08112939969